Perda Keamanan Pangan Disahkan, Warung Tongseng Jamu di Bantul Turun
DKPP Bantul menyebut jumlah warung tongseng daging anjing atau tongseng jamu diduga terus menurun. Namun, data terbaru masih menunggu pendataan ulang di lapanga
Wisatawan memadati pantai Parangtritis, Senin (16/2/2026)./ Harian Jogja-Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL— Libur panjang akhir pekan pada pertengahan Mei 2026 membawa dampak positif bagi sektor pariwisata di Kabupaten Bantul. Selama periode Rabu (13/5/2026) hingga Minggu (17/5/2026), jumlah kunjungan wisatawan tercatat mencapai 35.011 orang dengan pendapatan asli daerah (PAD) sektor wisata menembus Rp506,3 juta.
Kepala Subbagian Kelompok Substansi Kepariwisataan Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, mengatakan kawasan pantai selatan masih menjadi magnet utama wisatawan selama libur panjang berlangsung.
Menurut dia, Pantai Parangtritis kembali menjadi destinasi paling ramai dikunjungi dibanding objek wisata lainnya di Bantul.
“Pantai Parangtritis masih menjadi destinasi favorit wisatawan. Jumlah pengunjung selama libur panjang mencapai 30.444 orang,” ujar Markus, Senin (18/5/2026).
Pantai Selatan Dominasi Kunjungan Wisata
Besarnya jumlah wisatawan di kawasan Pantai Parangtritis ikut mendongkrak penerimaan retribusi wisata daerah selama momentum libur panjang.
Selain kawasan Parangtritis, destinasi wisata di kawasan Pantai Barat Bantul juga mencatat kunjungan cukup tinggi dengan total 4.403 wisatawan.
Sementara itu, wisata sejarah dan alam seperti Goa Selarong dan Goa Cerme tetap didatangi pengunjung meskipun jumlahnya tidak sebesar wisata pantai.
Data Dinas Pariwisata Bantul mencatat Goa Selarong dikunjungi 203 wisatawan, sedangkan Goa Cerme sebanyak 61 orang selama periode libur panjang.
Cuaca Cerah Bantu Lonjakan Wisatawan
Markus menjelaskan peningkatan jumlah wisatawan mulai terlihat sejak pertengahan pekan dan mencapai puncaknya saat akhir pekan.
Menurutnya, kondisi cuaca yang relatif cerah menjadi salah satu faktor yang mendukung tingginya aktivitas wisata di wilayah Bantul.
“Secara umum kunjungan wisata berjalan cukup baik dan lancar. Destinasi pantai masih mendominasi karena memang menjadi pilihan utama wisatawan saat liburan,” katanya.
UMKM dan Pedagang Ikut Rasakan Dampak Positif
Ramainya wisatawan selama libur panjang juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar destinasi wisata.
Pedagang kuliner, pelaku UMKM, jasa parkir, hingga pelaku usaha wisata lainnya disebut ikut merasakan peningkatan pendapatan selama beberapa hari terakhir.
Dinas Pariwisata Bantul juga melakukan koordinasi dengan pengelola objek wisata dan petugas lapangan untuk menjaga keamanan serta kenyamanan wisatawan.
Pengaturan arus kendaraan dan pemantauan di kawasan wisata dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung, terutama di kawasan pantai selatan.
Bantul Optimistis Tren Wisata Terus Naik
Dinas Pariwisata Bantul berharap tren positif kunjungan wisatawan dapat terus terjaga pada momentum libur berikutnya.
Pengelola destinasi wisata juga diminta menjaga kebersihan kawasan serta meningkatkan kualitas pelayanan agar wisatawan tetap nyaman berkunjung ke Bantul.
Momentum libur panjang kali ini memperlihatkan sektor pariwisata Bantul masih menjadi salah satu penopang utama pergerakan ekonomi masyarakat lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DKPP Bantul menyebut jumlah warung tongseng daging anjing atau tongseng jamu diduga terus menurun. Namun, data terbaru masih menunggu pendataan ulang di lapanga
Kawasan wisata Bromo kembali dibuka 20 Agustus 2026 setelah kebakaran hutan dipadamkan. Pengunjung diminta mencegah sumber api.
Ribuan warga Kulonprogo memadati Alun-Alun Wates menyaksikan pawai HUT ke-81 RI yang diikuti 97 kontingen sekolah dan OPD.
BMKG mencatat 3.055 gempa susulan di Flores setelah gempa M7,7. Terbesar M6,2, sementara BNPB siapkan bantuan rumah warga terdampak.
Dishub Jogja menegaskan target pendapatan parkir harus tetap menjaga kelancaran lalu lintas dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo membeberkan hasil uji laboratorium terkait dugaan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sejumlah