Warga Villa Banguntapan Asri 3 Desak Kolam Koi Ditutup, Siapkan Langkah Hukum
Warga Villa Banguntapan Asri 3 meminta kolam koi ditutup dan menagih tindak lanjut Satpol PP Bantul atas rekomendasi OPD.
Ilustrasi, pengendara sepeda motor melintas di depan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Bajoe, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Rabu (19/8/2026). Antara/Andry Denisah\r\n
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak delapan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bantul telah menjalani verifikasi dan validasi (Verval). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesiapan bangunan sekaligus kelengkapan sarana dan prasarana sebelum gerai digunakan.
Hasil pemeriksaan delapan gerai tersebut selanjutnya menjadi bahan laporan kepada tim yang diketuai Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul. Laporan itu juga akan digunakan dalam proses review oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Prapta Nugraha, mengatakan Verval dilakukan untuk memastikan gerai yang telah dibangun memenuhi sejumlah aspek kesiapan.
"Tim Verval itu kan diketuai Pak Sekda ya. Yang tujuannya untuk memverifikasi dan memvalidasi kegiatan dengan KDMP yang sudah dibangun dan kelengkapan sarana prasarananya," kata Prapta, Rabu (30/9/2026).
Bangunan hingga Peralatan Dicek
Pemeriksaan tidak hanya berfokus pada kondisi fisik bangunan. Tim juga mengecek kelengkapan fasilitas, kelayakan bangunan, aspek keamanan, hingga memastikan peralatan yang telah dikirim dapat digunakan.
"Sehingga tim ini menilai dari sisi kelengkapan sarana prasarana, dari sisi kelayakan apakah bisa digunakan, apakah aman, apakah alat yang dikirim ataupun sarana anggotanya dikirim jalan, itu yang dinilai oleh tim verifikasi," ujarnya.
Hingga Rabu (30/9/2026), delapan gerai telah selesai diperiksa. Namun, hasil pemeriksaan tersebut belum menjadi keputusan akhir karena tim masih melakukan penilaian bersama dan menyusun laporan perkembangan untuk disampaikan kepada Sekda.
"Delapan sudah kita verifikasi dan hari ini kita lakukan penilaian bersama tim," katanya.
Secara keseluruhan, terdapat 30 gerai KDMP di Bantul yang masih dalam proses pembangunan ataupun sudah mulai dibangun.
Sebelumnya, tim mendapat rekomendasi untuk melakukan verifikasi terhadap 16 gerai. Namun, data tersebut dapat berubah mengikuti perkembangan kesiapan gerai di lapangan.
Gerai yang diperiksa pada prinsipnya merupakan gerai yang bangunannya telah siap dan fasilitas pendukungnya sudah masuk.
"Yang proses bangun 30, yang proses verifikasi minggu kemarin itu 16. Tapi data berkembang, mungkin ada gerai yang belum jadi lalu kita diminta untuk verifikasi," jelas Prapta.
Fasilitas Gerai Turut Diperiksa
Verval juga mencakup sarana yang telah dikirim ke masing-masing gerai. Prapta menyebut sejumlah fasilitas mayoritas sudah tersedia.
"Seperti mungkin truk, lalu kendaraan roda tiga, kendaraan roda empat, lalu YV, lalu RAK, termasuk ada meja, lalu sarana-sarana penunjang yang lain seperti seragamnya petugas, lalu untuk tas yang untuk belanja itu yang kebanyakan sudah ada," ujarnya.
Karena aspek pemeriksaan cukup beragam, proses Verval melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah sesuai dengan kewenangannya.
Pemeriksaan bangunan melibatkan dinas yang menangani pekerjaan umum. Sementara aspek transportasi diperiksa dengan melibatkan Dinas Perhubungan.
Untuk aspek yang berkaitan dengan WFP, pemeriksaan melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika. Persoalan lahan juga melibatkan perangkat daerah terkait.
Setelah pemeriksaan selesai, hasil Verval delapan gerai dibahas bersama tim sebelum disampaikan kepada Sekda. Hasil tersebut kemudian menjadi bagian dari proses review pembangunan KDMP oleh BPKP.
"Hasil dari tim Verval ini kan menjadi bahan reviu BPKP ya terkait dengan pembangunan," kata Prapta.
Hasil Verval Jadi Bahan Reviu BPKP
Prapta menjelaskan kesimpulan pemeriksaan nantinya dapat berupa penilaian bahwa bangunan layak digunakan atau layak dengan catatan yang harus diperhatikan.
"Jadi nanti kesimpulannya kan tentu bangunan itu layak ataupun layak dengan catatan nanti menjadi bahan dari BPKP untuk mereview terkait dengan Koperasi Merah Putih ini," ujarnya.
Dia menegaskan proses Verval masih berjalan. Laporan hasil pemeriksaan baru disampaikan kepada Ketua Tim Verval karena pemeriksaan melibatkan banyak unsur dengan aspek penilaian masing-masing.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bantul juga telah menyiapkan proses pendukung operasional KDMP. Prapta mengatakan pengurus diharapkan sudah siap menjalankan kegiatan ketika gerai nantinya diserahkan.
"Kalau proses pendukung pengolahan sudah ada, sudah ada proses. Jadi nanti kalau tentunya kalau gerai sudah diserahkan tentu pengurus sudah siap untuk operasional secara optimal," katanya.
Namun, kegiatan awal KDMP akan menyesuaikan dengan potensi lokal di masing-masing wilayah. Setelah gerai resmi diluncurkan, aktivitas koperasi diharapkan berkembang secara bertahap.
"Walaupun sudah operasional tapi masih tidak terlalu besar, hanya sesuai dengan potensi lokal, tentunya nanti sudah launching operasional mesti ada pergerakan yang lebih bagus meningkat," katanya.
Untuk saat ini, perhatian tim masih diarahkan pada pemeriksaan dan penyusunan hasil Verval. Delapan gerai yang telah diperiksa menjadi bagian dari tahapan untuk memastikan pembangunan KDMP di Bantul memenuhi aspek kelayakan sebelum hasilnya digunakan dalam proses reviu BPKP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Villa Banguntapan Asri 3 meminta kolam koi ditutup dan menagih tindak lanjut Satpol PP Bantul atas rekomendasi OPD.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.
DPRD DIY meminta BUMD tak hanya mengejar pertumbuhan aset, tetapi juga memperbesar keuntungan dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.