SLB Tunas Bhakti Bantul Direvitalisasi, DPRD Dorong Pendidikan Inklusi
SLB Tunas Bhakti di Pleret, Bantul, direvitalisasi Kemendikdasmen. DPRD Bantul mendorong pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Identitas salah satu kerangka manusia yang ditemukan di aliran Sungai Bedog akhirnya berhasil terungkap. Polisi memastikan kerangka pertama merupakan Sumadi, 54, warga Dusun Tegaldowo DK Grujugan RT 02, Kalurahan Bantul, Kapanewon Bantul.
Sebelumnya, warga menemukan dua kerangka manusia di dua titik berbeda di kawasan aliran Sungai Bedog, Dusun Mangir Tengah, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, pada Senin (11/5/2026) siang.
Kondisi jasad yang sudah rusak membuat proses identifikasi membutuhkan waktu lebih lama. Polisi kemudian melakukan pendalaman bersama pihak keluarga dan tim medis dari RS Bhayangkara Polda DIY untuk memastikan identitas korban.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan pihak keluarga datang ke polisi setelah merasa ada anggota keluarganya yang hilang.
“Pihak keluarga datang dan menyampaikan bahwa ada anggota keluarganya yang hilang bernama Sumadi. Setelah dilakukan pencocokan ciri-ciri dengan pihak rumah sakit, ditemukan sejumlah kesamaan,” ujar Rita, Kamis (14/5/2026).
Keluarga mengenali pakaian dalam yang masih melekat pada jasad. Selain itu, terdapat ciri khusus berupa gigi palsu di bagian depan kanan atas yang identik dengan milik korban.
“Dari hasil koordinasi dengan RS Bhayangkara, ada kesamaan ciri pada gigi depan kanan atas yang merupakan gigi palsu. Pakaian dalam yang digunakan jenazah juga identik dengan yang dikenali keluarga,” katanya.
Menurut Rita, Sumadi sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas. Korban juga diketahui memiliki riwayat gangguan mental dan sempat menjalani kontrol pengobatan di RSUD Panembahan Senopati Bantul.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap satu kerangka lain yang ditemukan tidak jauh dari lokasi pertama. Hingga kini, identitas maupun jenis kelamin kerangka kedua belum dapat dipastikan karena kondisi tulang-belulang yang sudah tidak utuh.
“Untuk kerangka kedua masih dalam proses identifikasi. Saat ini petugas masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Rita.
Penemuan dua kerangka manusia dalam waktu hampir bersamaan sempat menggegerkan warga sekitar Sungai Bedog. Aparat kepolisian bersama tim medis sebelumnya telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi seluruh temuan untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi hotline Polres Bantul untuk memudahkan proses pencocokan identitas maupun DNA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SLB Tunas Bhakti di Pleret, Bantul, direvitalisasi Kemendikdasmen. DPRD Bantul mendorong pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.