Konser HUT Bantul Jadi Panggung 14 Musisi Lokal, UMKM Ikut Cuan
Konser Bantul Bumi Satriya menghadirkan 14 musisi lokal. Ribuan warga ikut menikmati hiburan gratis, sementara UMKM mendapat peluang tambahan pendapatan.
Polisi saat menunjukan barang bukti pengeroyokan. /Harian Jogja-Kiki Luqman.
Harianjogja.com, BANTUL—Jajaran Kepolisian Sektor Pundong berhasil mengungkap kasus pengeroyokan yang terjadi di Jalan Parangtritis, Kapanewon Pundong, Bantul. Sebanyak lima pelaku diamankan setelah diduga menganiaya seorang pemuda hingga mengalami luka di kepala dan sejumlah bagian tubuh.
Kapolsek Pundong, Rumpoko, mengatakan kasus tersebut terungkap setelah korban berinisial YP, warga Sidomulyo, Bambanglipuro, melaporkan aksi pengeroyokan yang dialaminya pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
"Perkara ini masuk tindak pidana pengeroyokan atau kekerasan secara bersama-sama di muka umum sebagaimana Pasal 170 KUHP ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara," ujar Rumpoko saat konferensi pers, Senin (18/5/2026).
Korban Dikeroyok Setelah Menyapa Pelaku
Peristiwa pengeroyokan bermula ketika korban pulang dari rumah temannya di wilayah Sarang, Bambanglipuro, menggunakan sepeda motor Honda Scoopy. Saat melintas di Jalan Parangtritis KM 16 kawasan Tarungan, Panjangrejo, korban melihat rombongan tiga sepeda motor dan merasa mengenali salah satu pengendaranya.
Korban kemudian menyapa salah satu pelaku. Namun, sapaan tersebut justru memicu aksi kekerasan.
"Korban sempat menyapa salah satu pelaku karena merasa kenal. Tetapi setelah itu korban ditendang sampai jatuh lalu dipukuli bersama-sama," kata Rumpoko.
Aksi penganiayaan tidak berhenti di lokasi pertama. Korban kemudian dibawa ke wilayah Srihardono dan kembali menjadi sasaran pengeroyokan oleh para pelaku.
Korban Kehilangan Ponsel dan Uang Tunai
Selain mengalami luka akibat pengeroyokan, korban juga kehilangan telepon genggam serta uang tunai sekitar Rp200 ribu. Dalam kondisi terluka, korban meminta bantuan temannya untuk diantar berobat ke RS Saras Adyatma sebelum akhirnya melapor ke Polsek Pundong.
Usai menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Pundong langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
"Hanya sekitar dua jam setelah laporan masuk, kami berhasil mengarah ke salah satu pelaku dan akhirnya seluruh pelaku bisa diamankan," jelasnya.
Pelaku Diduga Konsumsi Miras
Polisi mengamankan lima tersangka masing-masing berinisial RPR (21) dan ANC (22) warga Pundong, SBM (26) warga Sewon, YRM (25) warga Giwangan, serta MNF (23) warga Imogiri. Polisi menyebut SBM dan YRM merupakan pasangan suami istri.
Kasi Humas Kepolisian Resor Bantul, Rita Hidayanto, menambahkan para pelaku diduga sempat mengonsumsi minuman keras sebelum pengeroyokan terjadi.
"Pada saat diamankan memang tercium bau alkohol. Dugaan sementara mereka sedang berkelompok di jalan lalu spontan melakukan pengeroyokan setelah korban menyapa salah satu pelaku," ujar Rita.
Dari tangan para pelaku, polisi menyita empat unit sepeda motor, sebuah batu bata, potongan kayu, serta sisa uang hasil perampasan sebesar Rp55 ribu. Saat ini kelima tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Pundong terkait kasus pengeroyokan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Konser Bantul Bumi Satriya menghadirkan 14 musisi lokal. Ribuan warga ikut menikmati hiburan gratis, sementara UMKM mendapat peluang tambahan pendapatan.
Perselisihan antarpengendara, aksi main hakim sendiri hingga perusakan kendaraan akibat luapan emosi semakin sering terlihat di jalan raya maupun media sosial.
Pendaki 16 tahun asal Brebes, M. Fahri Maulana, meninggal setelah jatuh ke kawah Gunung Slamet dan dievakuasi lewat jalur Guci.
Jadwal SIM Keliling Jogja Rabu 19 Agustus 2026 digelar di Alun-Alun Kidul. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Gunung Ibu, Lewotobi Laki-laki dan Semeru erupsi Selasa malam. Ibu berstatus Waspada, sedangkan dua lainnya Siaga.
Tol Probolinggo-Banyuwangi Seksi 1 dan 2 rampung 100%, tetapi belum beroperasi. Simak alasan dan proses yang masih harus diselesaikan.