Kisah Mbah Iran, Sapi Kurban Presiden Prabowo dari Wonokromo Bantul

Newswire
Newswire Minggu, 17 Mei 2026 13:57 WIB
Kisah Mbah Iran, Sapi Kurban Presiden Prabowo dari Wonokromo Bantul

Peternak sapi asal Bantul Sarjono (51) sedang memandikan sapinya yang terpilih jadi hewan kurban Presiden Prabowo di Jati Wonokromo, Bantul, Minggu (17/5/2026). (ANTARA/Agung Dwi Prakoso)

Harianjogja.com, BANTUL — Kebahagiaan tengah dirasakan Sarjono (51), peternak sapi asal Jati Wonokromo, Bantul. Salah satu sapi peliharaannya yang diberi nama “Mbah Iran” terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Iduladha 2026.

Sarjono mengaku tidak menyangka sapi kesayangannya bisa dilirik hingga tingkat nasional. Ia menceritakan, proses seleksi bermula dari rekomendasi dokter hewan yang kemudian diajukan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul sebelum diteruskan ke pemerintah pusat.

“Awalnya dari dokter hewan yang mengajukan, lalu diproses sampai ke Jakarta,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).

Kabar terpilihnya sapi tersebut ia terima melalui sambungan telepon dari perwakilan pusat pada awal Mei. Setelah itu, tim dari dinas terkait langsung melakukan survei dan memastikan kondisi kesehatan hewan.

Sapi jenis Peranakan Ongole (PO) itu memiliki bobot mencapai sekitar satu ton. Sarjono merawat Mbah Iran selama dua tahun terakhir sejak dibeli saat berusia tiga tahun. Kini, usia sapi tersebut telah mencapai sekitar lima tahun.

Nama “Mbah Iran” sendiri memiliki cerita tersendiri. Sarjono mempertahankan nama tersebut dari pemilik sebelumnya, seorang peternak asal Kebumen, Jawa Tengah.

“Dulu saya beli dari Mbah Iran, jadi namanya saya pertahankan,” katanya.

Sejak dipastikan menjadi hewan kurban Presiden, perawatan terhadap sapi tersebut semakin intensif. Sarjono rutin memandikan, menjaga kebersihan kandang, serta memastikan asupan pakan dan vitamin terpenuhi dengan baik.

“Perawatannya sekarang lebih khusus, apalagi setelah dibeli oleh Pak Presiden,” ujarnya.

Sapi tersebut dibeli dengan harga mencapai Rp90 juta. Bagi Sarjono, nilai tersebut bukan sekadar angka, melainkan bentuk apresiasi atas kerja kerasnya sebagai peternak.

Ia menuturkan, beternak sapi sudah menjadi bagian hidupnya sejak kecil. Saat ini, ia memelihara sekitar delapan ekor sapi di kandang yang berada dekat rumahnya.

Menariknya, ini bukan kali pertama sapi milik Sarjono dilirik untuk kurban presiden. Beberapa tahun lalu, sapi miliknya sempat masuk seleksi untuk kurban Presiden Joko Widodo, meski akhirnya tidak lolos karena belum memenuhi kriteria.

Kini, keberhasilan Mbah Iran menjadi hewan kurban Presiden Prabowo menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi Sarjono, tetapi juga bagi masyarakat Bantul. Momen ini sekaligus menjadi bukti bahwa peternak lokal mampu menghasilkan ternak berkualitas tinggi yang diakui hingga tingkat nasional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online