DPRD Kulonprogo Minta Penyerahan Aset Gerai KDMP Tak Dipaksakan
DPRD Kulonprogo meminta penyerahan aset gerai KDMP tidak dipaksakan sebelum dokumen, kondisi, nilai, dan mekanisme aset jelas.
Aktivitas jual beli hewan ternak di Pasar Hewan Siyonoharjo di Kalurahan Logandeng, Playen, Kamis (7/5). Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapang) Kabupaten Kulonprogo meningkatkan pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh ternak yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat, aman, dan layak konsumsi.
Pengawasan telah dilakukan sejak awal April 2026, tak lama setelah Idulfitri. Memasuki Mei, jumlah ternak yang masuk ke wilayah Kulonprogo terus meningkat seiring tingginya permintaan masyarakat.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dispertapang Kulonprogo, Yuriati, menyampaikan pemantauan difokuskan pada sejumlah titik strategis, termasuk lokasi penampungan dan lapak pedagang hewan kurban.
"Untuk Mei ini sudah semakin banyak sapi yang masuk. Kami memantau beberapa titik penampungan besar seperti di wilayah Lendah, Panjatan, Nanggulan, hingga Samigaluh, serta pedagang-pedagang yang tersebar di seluruh Kulonprogo," ujarnya.
PMK Nol Kasus, Namun Kewaspadaan Tetap Ditingkatkan
Di tengah tingginya mobilitas ternak, kondisi kesehatan hewan di Kulonprogo terpantau cukup baik. Hingga Mei 2026, tidak ditemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
"Alhamdulillah, sampai Mei ini kasus PMK kita masih nol. Terakhir tercatat pada Januari 2026 sebanyak 91 kasus, dan semuanya berhasil disembuhkan," terangnya.
Meski demikian, Dispertapang tidak lengah. Sejumlah penyakit hewan menular (PHM) tetap menjadi perhatian, termasuk antraks yang pernah muncul di wilayah ini.
Selain itu, Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau yang dikenal masyarakat sebagai penyakit lato-lato pada sapi juga masih dalam pengawasan ketat menjelang Iduladha.
Temuan Cacing Hati Jadi Perhatian
Tak hanya penyakit menular, Dispertapang juga menemukan kasus infeksi cacing hati (Fasciola hepatica) pada beberapa ternak. Penyakit ini cukup umum di daerah tropis dan sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas.
Yuriati menjelaskan, sapi yang terinfeksi cacing hati kerap terlihat sehat dari luar. Hal ini disebabkan kemampuan regenerasi organ hati yang cukup baik.
"Cacing hati memang sulit dihindari di daerah tropis. Kerusakannya sering kali baru diketahui setelah hewan disembelih dan organ hatinya diperiksa. Jika terinfeksi, bagian hati tersebut harus di-afkir atau dibuang karena tidak layak dan tidak etis untuk dikonsumsi," jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan karena jenis cacing hati di Indonesia tidak menular ke manusia.
"Perlu diketahui bahwa cacing hati di daerah kita bukan jenis yang bisa menular ke manusia. Namun, secara kualitas pangan, hati yang rusak tetap tidak boleh dikonsumsi," pungkasnya.
Imbauan untuk Masyarakat
Dengan meningkatnya aktivitas jual beli hewan kurban, masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam memilih ternak. Pastikan hewan dalam kondisi sehat, aktif, dan memiliki surat keterangan kesehatan dari petugas berwenang.
Pengawasan ketat ini diharapkan mampu menjamin keamanan pangan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kulonprogo meminta penyerahan aset gerai KDMP tidak dipaksakan sebelum dokumen, kondisi, nilai, dan mekanisme aset jelas.
Timnas Indonesia menghadapi Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin.
Jorge Jesus menjelaskan alasan Cristiano Ronaldo tidak dimainkan saat Portugal menang 2-1 atas Norwegia di UEFA Nations League.
Cas HP sampai 80 persen disebut bisa memperpanjang usia baterai. Namun, produsen HP punya penjelasan berbeda soal kesehatan baterai.
Dakota Johnson mengungkap pengalaman bekerja bersama Taylor Swift dalam video klip Patient Zero yang dirilis akhir September 2026.
Belanda menang 2-1 atas Serbia di UEFA Nations League 2026/2027. Mexx Meerdink mencetak dua gol dan membawa kemenangan pertama era Xavi Hernandez.