Kulonprogo Bersiap Hadapi Banjir, Sungai dan Drainase Disorot
DPRD Kulonprogo mendorong normalisasi sungai, pembersihan drainase, dan kolaborasi lintas instansi untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan.
Puluhan pelajar semangat mengikuti Kejurkab di Wall Climbing MAN 1 Kulonprogo, Jumat (6/11/2026)./Istimewa-Dokumen Pemkab KP
Harianjogja.com, KULONPROGO—Keterbatasan fasilitas latihan tidak menyurutkan semangat 51 atlet muda mengikuti Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Panjat Tebing Kulonprogo 2026. Ajang yang digelar di Wall Climbing MAN 1 Kulonprogo, Jumat (6/11/2026), tersebut menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengukur hasil latihan.
Kejuaraan ini diharapkan dapat memacu semangat dan jiwa kompetitif atlet muda agar terus berlatih meskipun sarana penunjang olahraga panjat tebing di Kulonprogo masih terbatas.
Ketua Pengurus Cabang Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Kulonprogo, Upiya Al Hasan, mengatakan Kejurkab tahun ini diikuti 51 atlet yang terdiri atas 28 putra dan 23 putri.
Peserta berasal dari 19 sekolah, yakni 10 SD, lima SMP, dua SMA, satu SMK, dan satu MAN.
Upiya berharap kejuaraan tersebut dapat memperluas pembinaan olahraga panjat tebing, khususnya di kalangan pelajar. Menurutnya, keterlibatan sekolah dari berbagai wilayah di Kulonprogo masih perlu ditingkatkan agar pembinaan atlet semakin merata.
Namun, salah satu tantangan utama yang dihadapi FPTI dalam membina atlet adalah keterbatasan fasilitas latihan yang memenuhi standar.
Saat ini, atlet memanfaatkan fasilitas Wall Climbing MAN 1 Kulonprogo. Sementara itu, untuk mendapatkan sarana latihan yang lebih memadai, sejumlah atlet harus berlatih ke Mandala Krida, Yogyakarta, hingga tiga kali dalam seminggu karena belum tersedia fasilitas setara di Kulonprogo.
"Kami sebenarnya memiliki atlet-atlet yang luar biasa. Bahkan, ada yang sudah berprestasi di tingkat nasional dan mengikuti kompetisi hingga ke luar negeri. Karena itu, kami berharap ada dukungan untuk penyediaan sarana latihan yang memenuhi standar agar pembinaan atlet bisa lebih maksimal," ungkap Upiya.
Meski menghadapi keterbatasan sarana, atlet panjat tebing Kulonprogo telah menunjukkan sejumlah prestasi membanggakan.
Dalam Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY 2027, saat Kulonprogo menjadi tuan rumah, FPTI menargetkan raihan tiga medali.
Upiya berharap dukungan sarana dan prasarana latihan dapat membantu atlet mempersiapkan diri secara lebih maksimal. Dengan fasilitas yang memadai, atlet Kulonprogo diharapkan mampu bersaing dengan peserta dari kabupaten lain.
Menanggapi kebutuhan tersebut, Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko, menyatakan komitmennya untuk mendukung perkembangan seluruh cabang olahraga secara merata tanpa membeda-bedakan.
Menurutnya, setiap cabang olahraga memiliki potensi untuk berkembang dan memberikan kontribusi terhadap prestasi daerah.
"Kami tidak akan pernah membeda-bedakan, akan merangkul semua kegiatan olahraga yang ada di Kulonprogo, termasuk panjat tebing" ujarnya.
Ambar menambahkan pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan KONI Kabupaten Kulonprogo dalam mendukung pembinaan olahraga, termasuk memperhatikan kebutuhan sarana dan prasarana latihan.
Ia berharap Kejurkab panjat tebing dapat menjadi kesempatan bagi para atlet untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi yang lebih tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kulonprogo mendorong normalisasi sungai, pembersihan drainase, dan kolaborasi lintas instansi untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan.
Dinkes Sleman mengimbau warga menerapkan PHBS dan mengenali gejala ISPA di tengah perubahan cuaca, terutama pada kelompok rentan.
Yusril mempersilakan Komnas HAM menyelidiki bentrokan di Pidie, Aceh, yang mengakibatkan satu warga meninggal dan 13 orang luka-luka.
MilkLife Kickers meraih dua kemenangan pada hari kedua Singa Cup 2026 setelah mengalahkan BMW 8-0 dan Fremantle City FC 5-1.
Pelatih PSIM Risto Vidakovic menilai penalti untuk Dewa United terlalu berlebihan setelah timnya kalah 1-2 di Stadion Sultan Agung.
Reses III DPRD Bantul 2026 mendorong penguatan sarana pendidikan melalui bantuan komputer dan buku untuk meningkatkan fasilitas perpustakaan serta literasi