Bencana Kekeringan Kulonprogo, 22 Sekolah Kesulitan Air Bersih
Sebanyak 22 sekolah di Kulonprogo dilaporkan kesulitan air bersih saat kemarau. SDN Jatiroto mengandalkan bantuan droping air dari BPBD.
Foto ilustrasi KTP dan KK pendudu Daerah Istimewa Yogyakarta, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Nama Sulastri dan Supriyanto menjadi nama yang paling banyak digunakan warga Kulonprogo. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kulonprogo, terdapat 553 perempuan bernama Sulastri dan 499 laki-laki bernama Supriyanto.
Data tersebut memperlihatkan nama-nama tradisional bernuansa Jawa masih mendominasi daftar nama penduduk di Bumi Binangun. Sejumlah nama seperti Sumiyati, Sumarni, Slamet, dan Sugiyanto juga masuk dalam jajaran nama yang paling banyak tercatat.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil Kulonprogo, Dewi Ariani, mengatakan Sulastri menempati urutan pertama dalam kategori nama perempuan.
"Nama Sulastri paling banyak digunakan perempuan Kulonprogo berjumlah 553 jiwa," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (5/11/2026).
Di bawah Sulastri, terdapat Sumiyati dengan 545 orang, Sumarni sebanyak 527 orang, dan Ngatini yang digunakan oleh 511 jiwa.
Sementara itu, Supriyanto menjadi nama laki-laki yang paling banyak tercatat di administrasi kependudukan Kulonprogo. Jumlahnya mencapai 499 jiwa.
"Kami mendata terdapat 10 nama yang paling banyak digunakan tetapi memang Supriyanto berada di posisi paling banyak untuk kategori nama laki-laki berjumlah 499 orang," ungkap Dewi.
Nama Tradisional Jawa Masih Mendominasi
Dewi menjelaskan jumlah penyandang nama yang masuk dalam daftar teratas tersebut berkisar ratusan orang. Kondisi ini berkaitan dengan jumlah penduduk Kulonprogo yang masih di bawah 500.000 jiwa.
Menurut dia, situasi tersebut berbeda dengan Bantul. Di kabupaten tersebut, jumlah warga dengan nama yang paling banyak digunakan bisa mencapai ribuan orang.
Dewi menambahkan, nama-nama yang mendominasi daftar tersebut diduga mengikuti tren pemberian nama pada masa tertentu. Disdukcapil hanya mencatat nama yang terdaftar dalam administrasi kependudukan, sedangkan kecenderungan penggunaan nama dapat dilihat dari karakter nama yang banyak muncul.
"Kalau kami Disdukcapil Kulonprogo hanya mencatat nama yang masuk registrasi, tetapi kalau dilihat dari kecenderungannya nama-nama seperti Sulastri dan Supriyanto ini cenderung trend generasi milenial ke atas," ungkapnya.
Dia juga melihat perbedaan pola penamaan antara generasi terdahulu dan generasi setelah milenial. Nama-nama yang banyak digunakan generasi setelah milenial mayoritas terdiri lebih dari dua suku kata, berbeda dengan nama-nama yang mendominasi daftar teratas di Kulonprogo.
Daftar 10 Nama Perempuan Terpopuler di Kulonprogo
Berikut 10 nama perempuan yang paling banyak tercatat dalam data administrasi kependudukan Disdukcapil Kulonprogo:
Sulastri — 553 jiwa
Sumiyati — 545 jiwa
Sumarni — 527 jiwa
Ngatini — 511 jiwa
Sunarti — 488 jiwa
Ngatiyem — 419 jiwa
Suprihatin — 413 jiwa
Ngatinem — 402 jiwa
Rubiyem — 390 jiwa
Sumini — 375 jiwa
Daftar 10 Nama Laki-Laki Terpopuler di Kulonprogo
Sementara itu, berikut daftar 10 nama laki-laki yang paling banyak digunakan warga Kulonprogo:
Supriyanto — 499 jiwa
Slamet — 394 jiwa
Sugiyanto — 381 jiwa
Supardi — 372 jiw
Sutrisno — 353 jiwa
Purwanto — 348 jiwa
Sunardi — 346 jiwa
Sumardi — 345 jiwa
Suparman — 341 jiwa
Suradi — 315 jiwa
Daftar tersebut menunjukkan nama-nama bernuansa Jawa masih banyak ditemukan dalam data kependudukan Kulonprogo. Sulastri dan Supriyanto menjadi nama dengan jumlah penyandang terbanyak masing-masing pada kategori perempuan dan laki-laki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 22 sekolah di Kulonprogo dilaporkan kesulitan air bersih saat kemarau. SDN Jatiroto mengandalkan bantuan droping air dari BPBD.
Disdukcapil Kulonprogo mencatat Sulastri dan Supriyanto sebagai nama paling banyak digunakan warga. Simak daftar 10 nama terpopuler.
Harga jagung di Klaten mencapai Rp7.400/kg, tertinggi sepanjang sejarah. Petani bisa meraup Rp13 juta per patok saat panen sendiri.
Jaecoo J5 EV mengalami insiden roda depan terlepas di Jakarta. Jaecoo Indonesia mengungkap hasil investigasi dan kondisi kendaraan.
Cristiano Ronaldo mengumumkan pensiun dari timnas Portugal setelah 23 tahun, dengan catatan 234 penampilan dan 146 gol internasional.
Peretasan Binance berpotensi rugikan Rp102,6 triliun. OJK mengingatkan pelaku kripto memperkuat keamanan dan perlindungan aset investor.