Operasi Patuh Progo, Angka Kecelakaan Lalu Lintas Turun, Polisi Beri 1.386 Teguran

Kiki Luqman
Kiki Luqman Senin, 02 November 2026 14:37 WIB
Operasi Patuh Progo, Angka Kecelakaan Lalu Lintas Turun, Polisi Beri 1.386 Teguran

Pengendara kendaraan berhenti di salah satu simpang jalan di Kulon Progo, Senin (2/11/2026)./Harian Jogja-Kiki Luqman

Harianjogja.com, KULON PROGO—Angka kecelakaan lalu lintas di Kulon Progo turun 44,4% selama pekan pertama Operasi Patuh Progo 2026. Satlantas Polres Kulon Progo mencatat 15 kejadian pada 26 Oktober hingga 1 November 2026, lebih sedikit dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 27 kejadian.

Penurunan juga terjadi pada jumlah korban luka ringan dan kerugian materiil. Namun, selama pekan pertama operasi masih terdapat satu korban luka berat.

Kasat Lantas Polres Kulon Progo, AKP Kristiyono, mengatakan hasil evaluasi menunjukkan penurunan angka kecelakaan lalu lintas. Meski demikian, kepolisian tetap mengintensifkan upaya pencegahan dan penindakan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

"Selama satu minggu pelaksanaan Operasi Patuh Progo 2026, kami terus mengoptimalkan kegiatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum secara humanis. Tujuannya untuk meningkatkan disiplin masyarakat serta menekan angka kecelakaan lalu lintas," kata Kris, Senin (2/11).

Berdasarkan data Satlantas Polres Kulon Progo, pada periode 19-25 Oktober 2026 tercatat 27 kecelakaan. Jumlah tersebut turun menjadi 15 kejadian selama pekan pertama operasi atau berkurang 44,4%.

Dari sisi korban, jumlah korban meninggal dunia turun dari dua orang menjadi nihil. Sementara itu, korban luka ringan berkurang 50%, dari 44 orang menjadi 22 orang.

Adapun korban luka berat justru tercatat satu orang selama pekan pertama operasi. Pada periode 19-25 Oktober 2026, tidak ada korban luka berat yang tercatat.

Penurunan juga terlihat pada kerugian materiil akibat kecelakaan. Sebelum operasi, kerugian tercatat mencapai Rp19,1 juta. Selama pelaksanaan operasi, jumlahnya turun menjadi Rp8,4 juta atau berkurang sekitar 56%.

"Penurunan juga terjadi pada kerugian materiil akibat kecelakaan. Sebelum operasi, kerugian tercatat mencapai Rp19,1 juta. Selama pelaksanaan operasi, jumlahnya turun menjadi Rp8,4 juta atau berkurang sekitar 56%," jelasnya.

Polisi Tingkatkan Teguran dan Penindakan
Di sisi lain, Satlantas Polres Kulon Progo meningkatkan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas. Sebelum operasi, petugas memberikan 250 teguran kepada pengendara. Selama pekan pertama Operasi Patuh Progo 2026, jumlahnya meningkat menjadi 1.386 teguran.

Selain itu, petugas mencatat 11 pelanggaran melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Kris menjelaskan penindakan tidak semata-mata bertujuan memberikan sanksi kepada pelanggar. Petugas juga mengedepankan edukasi agar masyarakat memahami risiko perilaku berkendara yang tidak sesuai aturan.

Menurutnya, pelanggaran lalu lintas yang dianggap sepele tetap berpotensi membahayakan pengendara maupun pengguna jalan lainnya. Karena itu, edukasi dan penegakan aturan dilakukan secara beriringan.

Kepolisian juga memberi perhatian pada pencegahan balap liar dan penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Dalam kegiatan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) pada Minggu (1/11), petugas menindak delapan unit sepeda motor yang menggunakan knalpot brong.

Selain penindakan tersebut, petugas memberikan 25 teguran kepada pengendara.

"Ke depan, kami Satlantas Polres Kulon Progo akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat serta patroli di lokasi dan jam yang dinilai rawan terjadi pelanggaran maupun kecelakaan. Penegakan hukum juga tetap dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis," ucapnya.

Kris berharap masyarakat turut berperan menjaga keamanan dan keselamatan di jalan raya. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, menurutnya, menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah kecelakaan.

Satlantas Polres Kulon Progo juga akan memperkuat sinergi dengan masyarakat agar situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) tetap terjaga selama pelaksanaan Operasi Patuh Progo 2026 pada 8 November.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online