150 Santri Kulon Progo Bidik Juara Umum FASI XIII DIY

Kiki Luqman
Kiki Luqman Minggu, 01 November 2026 13:07 WIB
150 Santri Kulon Progo Bidik Juara Umum FASI XIII DIY

Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Maulana Surya

Harianjogja.com, KULON PROGO—Sebanyak 150 santri terpilih dari Kabupaten Kulon Progo bersiap mengikuti Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka membawa target meraih gelar juara umum dalam kompetisi yang digelar di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Minggu (8/11).

Para santri tersebut akan berkompetisi dalam 22 cabang perlombaan yang terbagi dalam kategori Taman Kanak-Kanak Al-Qur'an (TKA), Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), dan Ta'limul Qur'an lil Aulad (TQA).

Mereka merupakan peserta hasil seleksi Festival Anak Saleh Indonesia tingkat Kabupaten Kulon Progo pada September 2026. Ajang tingkat kabupaten tersebut sebelumnya diikuti 693 santri.

Dalam kompetisi tingkat DIY, kafilah Kulon Progo akan didampingi 26 ofisial, termasuk Ketua Kafilah, Fathariza Ma'ruf.

Targetkan Gelar Juara Umum FASI XIII DIY

Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) TKA-TPA Kabupaten Kulon Progo, Agus Wantoro, mengatakan para peserta telah menjalani tiga kali pembinaan untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat provinsi.

Selain persiapan peserta, Agus mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, terutama Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda), yang telah membantu memfasilitasi pembinaan serta kebutuhan kafilah.

"Harapan saya seluruh santri mampu tampil maksimal. Bahkan, Badko TKA-TPA Kulon Progo menargetkan gelar juara umum FASI XIII tingkat DIY," ucapnya Minggu.

Target tersebut menjadi dorongan bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik dalam berbagai cabang perlombaan yang diikuti.

Pendidikan Al-Qur'an Bentuk Karakter Anak

Sementara itu, Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, mengapresiasi Badko TKA-TPA beserta para ustaz dan ustazah yang konsisten mendampingi pendidikan Al-Qur'an bagi anak-anak.

Menurut Agung, pendidikan keagamaan perlu berjalan beriringan dengan pendidikan akademis. Keduanya dinilai penting untuk membentuk generasi yang memiliki karakter dan akhlak mulia.

"Melalui pembelajaran Al-Qur'an, anak-anak tidak hanya belajar membaca dan memahami ayat-ayatnya, tetapi juga dibimbing untuk menerapkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, seperti jujur, disiplin, santun, peduli, dan menghormati sesama," ungkapnya.

Agung juga mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan dalam mengikuti FASI. Menurutnya, ajang tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bakat, melatih kedisiplinan, membangun kepercayaan diri, sekaligus belajar menjunjung sportivitas.

"Berikan kemampuan terbaik kalian, tampil dengan penuh percaya diri, ikuti arahan para pembimbing, dan jangan mudah takut atau menyerah. Kemenangan memang menjadi harapan, tetapi keberanian untuk tampil, kesungguhan dalam berusaha, dan pengalaman yang diperoleh juga merupakan bagian penting dari keberhasilan," katanya.

Pemkab Kulon Progo Dukung Pembinaan Generasi Muda

Lebih lanjut, Agung menegaskan komitmen Pemkab Kulon Progo dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui pendidikan keagamaan.

Ia menyebut pembangunan daerah tidak semata-mata berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang beriman dan berakhlak mulia juga menjadi bagian penting dari pembangunan.

Dukungan terhadap pendidikan Al-Qur'an diharapkan dapat membantu membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam kehidupan sehari-hari.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online