Gedung Baru Kelurahan Tegalpanggung Disiapkan Jadi Ruang Warga

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Senin, 18 Mei 2026 14:37 WIB
Gedung Baru Kelurahan Tegalpanggung Disiapkan Jadi Ruang Warga

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo (keempat dari kiri) meresmikan gedung baru Kelurahan Tegalpanggung pada Senin (18/5/2026). /Harian Jogja-Stefani Yulindriani.

Harianjogja.com, JOGJA—Gedung baru Kelurahan Tegalpanggung di Kota Jogja diharapkan tidak sekadar menjadi pusat pelayanan administrasi masyarakat. Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, meminta fasilitas tersebut juga difungsikan sebagai ruang aktivitas warga, mulai dari kegiatan sosial, budaya, hingga olahraga.

Bangunan kelurahan yang telah direnovasi itu kini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, termasuk lapangan bulu tangkis dan sejumlah ruang serbaguna yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Kehadiran fasilitas tersebut dinilai mampu menjawab kebutuhan warga yang selama ini masih terkendala keterbatasan tempat berkegiatan.

Hasto menilai, konsep pemanfaatan gedung kelurahan secara multifungsi penting diterapkan agar keberadaan fasilitas publik benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat sekitar.

"Saya berharap fungsi-fungsi lain yang ada di kelurahan itu bisa diadopsi di sini," katanya dalam peresmian Gedung Kelurahan Tegalpanggung pada Senin (18/5/2026). (Stefani Yulindriani)

Dia menyebut, berbagai kegiatan masyarakat seperti PKK, Posyandu, Karang Taruna, aktivitas kesenian, hingga kegiatan kebudayaan dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Gedung Kelurahan Tegalpanggung. Menurutnya, masih banyak kelompok masyarakat di tingkat kampung maupun RW yang belum memiliki ruang memadai untuk berkumpul dan menjalankan kegiatan bersama.

Bahkan, Hasto mengatakan gedung kelurahan tersebut juga dapat menjadi alternatif lokasi rapat warga bagi wilayah yang belum memiliki balai pertemuan sendiri.

"Kalau ada RW yang tidak punya balai RW, mungkin rapat-rapatnya bisa di sini," ujarnya.

Selain mendorong fungsi sosial bangunan, Hasto juga mengingatkan agar peningkatan fasilitas fisik gedung harus diiringi peningkatan mutu pelayanan publik kepada masyarakat.

"Jangan gedungnya bagus tapi pelayanannya enggak bagus," katanya.

Menurut dia, keberadaan gedung yang representatif seharusnya menjadi simbol pelayanan publik yang semakin profesional, cepat, dan memuaskan bagi warga Kota Jogja.

Sementara itu, Lurah Tegalpanggung, Mohammad Ikhwan Pribadi, mengatakan pembangunan gedung baru dilakukan karena kantor Kelurahan Tegalpanggung sebelumnya dinilai sudah tidak mampu menampung kebutuhan pelayanan masyarakat akibat keterbatasan ruang dan fasilitas.

Dia menjelaskan, rencana pembangunan sebenarnya telah disiapkan sejak dokumen detail engineering design (DED) selesai disusun. Namun, pelaksanaan proyek sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 sehingga pembangunan baru dapat dirampungkan pada akhir 2025.

Selain memperkuat pelayanan publik, Ikhwan berharap keberadaan gedung baru tersebut juga dapat mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat Tegalpanggung. Dia menilai kawasan tersebut memiliki karakter kuat sebagai wilayah yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.

Menurutnya, identitas kawasan wisata internasional yang selama ini dikenal di wilayah seperti Prawirotaman dapat semakin diperkuat melalui pengembangan potensi masyarakat lokal dan pelaku usaha setempat.

Setelah melakukan silaturahmi dengan warga, dia menemukan cukup banyak usaha homestay di kawasan Tegalpanggung yang menjadi tujuan wisatawan asing. Karena itu, dia berharap Pemerintah Kota Jogja dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap pengembangan UMKM agar mampu bersaing di pasar internasional.

"Kami berharap Pemkot Jogja bisa memberikan perhatian dengan meningkatkan UMKM agar mampu bersaing secara internasional," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online