Anggaran BBM Pemadam Jogja Naik Rp75 Juta Layanan Disesuaikan
Damkarmat Kota Jogja ajukan tambahan Rp75 juta BBM, layanan darurat tetap prioritas, non-darurat lebih selektif.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mencatat masalah kesehatan gigi dan mulut menjadi keluhan paling banyak dialami anak sekolah berdasarkan hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah sepanjang 2025 hingga Januari–April 2026.
Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer dan Tradisional Komplementer Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Jogja, Aan Iswanti, menyebutkan hasil skrining menunjukkan angka kasus karies gigi mencapai 33,67%.
“Masalah kesehatan yang cukup banyak ditemukan pada anak sekolah meliputi kesehatan gigi dan mulut, terutama karies gigi sebesar 33,67%,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Mayoritas Anak Alami Karies 1–3 Gigi
Dari total kasus tersebut, sebanyak 78,51% anak mengalami karies pada satu hingga tiga gigi. Sementara 21,49% lainnya mengalami kerusakan lebih dari tiga gigi.
Menurut Aan, tingginya angka karies dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kebiasaan menyikat gigi yang belum rutin dan tidak tepat waktu, konsumsi makanan dan minuman manis yang tinggi, hingga kurangnya edukasi kesehatan gigi sejak dini.
Edukasi Sikat Gigi dan Pola Makan Digencarkan
Sebagai upaya pencegahan, Dinkes Jogja terus mengedukasi anak-anak untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:
Selain itu, program pemberian fluorida topikal dua kali setahun juga dilakukan, serta rujukan ke fasilitas kesehatan bagi anak yang mengalami karies.
Ditemukan Masalah Tekanan Darah dan Kesehatan Mental
Tak hanya gigi, hasil CKG juga menemukan 18,9% anak memiliki tekanan darah yang memerlukan tindak lanjut. Dinkes pun mendorong perubahan gaya hidup sehat, termasuk meningkatkan aktivitas fisik dan olahraga.
Di sisi lain, ditemukan pula masalah kesehatan mental dan emosional seperti kecemasan hingga depresi ringan pada anak sekolah.
Untuk itu, Dinkes melakukan skrining kesehatan mental secara berkala, deteksi dini gangguan psikologis, serta pendampingan melalui puskesmas jika ditemukan indikasi masalah emosional.
Pemeriksaan dan Pendampingan Berkelanjutan
Aan menegaskan, seluruh temuan dalam program CKG akan ditindaklanjuti melalui edukasi, pemeriksaan lanjutan, hingga rujukan ke fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan.
Dengan langkah ini, diharapkan kesehatan anak sekolah di Jogja dapat terpantau lebih baik sekaligus mencegah masalah kesehatan sejak dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Damkarmat Kota Jogja ajukan tambahan Rp75 juta BBM, layanan darurat tetap prioritas, non-darurat lebih selektif.
Disdikpora Kota Jogja memperkuat pembinaan Pemuda Pelopor dan program YES BOSS untuk mencetak generasi muda inovatif dan berdaya saing.
Ekonom UMY menilai antrean Pertalite usai kenaikan harga Pertamax menunjukkan setiap masyarakat memiliki nilai ekonomi waktu yang berbeda.
WhatsApp menghadirkan fitur username yang memungkinkan pengguna mengobrol tanpa membagikan nomor telepon. Reservasi dibuka mulai pekan ini.
Kelurahan Keparakan menggelar penyuluhan HIV untuk mendorong deteksi dini, pencegahan, pengobatan ARV, serta menghapus stigma terhadap ODHIV.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Selasa 30 Juni 2026. Tarif hanya Rp12.000 dengan rute langsung dari Malioboro ke Pantai Parangtritis.