Anak Balita Dominasi Kasus TBC di Kota Jogja
Balita menjadi kelompok paling rentan TBC di Kota Jogja. Hingga 23 Juli 2026 tercatat 174 anak terdiagnosis tuberkulosis.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Ignasius Jonan bersama Rektor Universitas Gadjah Mada, Panut Mulyono mencoba becak listrik karya dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Jumat (18/1/2019).
Harianjogja.com, JOGJA—Becak listrik di Kota Jogja semakin mendapat respons positif dari pengemudi maupun penumpang. Selain membuat aktivitas mengangkut penumpang lebih ringan, moda transportasi wisata ini dinilai nyaman digunakan. Namun, para pengemudi menegaskan bahwa perawatan rutin menjadi faktor penting agar becak listrik tetap andal beroperasi setiap hari.
Ketua Paguyuban Becak Kayuh Jogja, Paimin, mengatakan penggunaan becak listrik sejauh ini berjalan tanpa kendala berarti. Sebagai koordinator sejumlah pengemudi becak listrik, dia menilai kendaraan tersebut mampu mendukung aktivitas para pengemudi sekaligus memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi wisatawan.
"Alhamdulillah lancar. Dari pariwisata juga baik, nyaman," kata Paimin, Jumat (7/8/2026).
Menurut Paimin, masih ada calon penumpang yang sempat meragukan kemampuan becak listrik, terutama ketika harus melintasi jalan menanjak. Keraguan itu, kata dia, umumnya hilang setelah mereka merasakan langsung performa kendaraan tersebut.
"Kadang penumpang bilang, kuat ora mengko nanjak iki. Setelah jalan, mereka bilang, ‘Oh, enak. Oh ini becak listrik,’" ujarnya.
Dibandingkan becak kayuh konvensional, becak listrik dinilai memberikan kemudahan bagi pengemudi karena tidak lagi membutuhkan tenaga besar saat membawa penumpang. Hal itu membuat pengemudi dapat bekerja lebih ringan tanpa mengurangi kenyamanan layanan kepada wisatawan.
Perawatan Menjadi Penentu Kendaraan Tetap Beroperasi
Di balik kenyamanan tersebut, Paimin mengingatkan bahwa perawatan kendaraan tidak boleh diabaikan. Menurutnya, setiap kerusakan harus segera ditangani agar becak listrik tidak terlalu lama berhenti beroperasi dan pengemudi tetap dapat memperoleh penghasilan.
"Kalau ada kendala langsung diperbaiki. Jangan sampai parkir lama. Kalau sudah diperbaiki, bisa untuk cari duit lagi," katanya.
Salah satu pembaruan yang pernah dilakukan adalah pada sistem pengereman. Paimin menjelaskan, sebelumnya beberapa becak listrik menggunakan rem cakram berukuran lebih kecil sehingga dinilai kurang optimal ketika digunakan di jalan yang basah akibat hujan.
Kini, komponen tersebut telah diganti dengan ukuran yang lebih besar. Perubahan itu membuat respons pengereman dinilai jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
"Kalau hujan, rem yang dulu terasa kurang. Sekarang sudah diganti yang lebih besar. Begitu rem ditekan langsung berhenti," ujarnya.
Digunakan Setiap Hari Tanpa Kendala Berarti
Paimin mengaku menggunakan becak listrik keluaran 2023 untuk aktivitas sehari-hari. Selama mengoperasikan kendaraan tersebut, dia belum menemukan persoalan yang berarti.
"Enggak ada. Saya tiap hari datang sama Supri. Ini dua dan tiga sama Pak Santoso nanti datang," katanya.
Menurutnya, becak listrik kini menjadi salah satu pilihan transportasi wisata yang mulai diterima masyarakat dan wisatawan. Karena itu, dia berharap perhatian terhadap perawatan kendaraan terus dilakukan agar pengemudi dapat bekerja dengan nyaman sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada penumpang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Balita menjadi kelompok paling rentan TBC di Kota Jogja. Hingga 23 Juli 2026 tercatat 174 anak terdiagnosis tuberkulosis.
Bank Jateng meraih penghargaan JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026 dalam kategori Top Digital Application - Regional Banking
Pemkab Sleman memastikan anggaran penanggulangan kemiskinan tetap menjadi prioritas meski transfer ke daerah turun. Program bantuan masyarakat tetap berjalan.
Belanja pegawai Kota Jogja mencapai sekitar 30 persen APBD. Hasto Wardoyo memastikan gaji ASN dan PPPK tidak akan dipotong.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot segera menghidupkan Pasar Sentul dan Terban yang masih sepi melalui strategi pengelolaan dan penataan pasar.
DPRD Bantul meminta Perda larangan penjualan daging anjing di DIY disosialisasikan secara masif sebelum diterapkan di seluruh kabupaten dan kota.