DPRD Kota Jogja Soroti Keberlanjutan Pengelolaan Air Pokmair 30
DPRD Kota Jogja mendorong penguatan Pokmair 30 di Kampung Kadipaten Wetan untuk menjaga keberlanjutan akses air bersih warga.
Foto ilustrasi pemasangan genting rumah. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA —Walikota Jogja Hasto Wardoyo kembali mendorong program bedah rumah bagi warga kurang mampu dengan pendekatan yang lebih inovatif dan ramah lingkungan. Kali ini, Pemerintah Kota Jogja memanfaatkan genting berbahan daur ulang sebagai material utama, sekaligus menjadi solusi pengelolaan sampah di perkotaan.
Program ini tidak sekadar memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga bertujuan menghadirkan hunian yang sehat, aman, dan layak bagi masyarakat. Hasto menegaskan, rumah yang layak huni memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga.
“Rumah yang layak akan mendukung kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Karena itu program seperti ini akan terus kita dorong melalui kolaborasi berbagai pihak,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Jogja menggandeng PT JOS sebagai penyedia material. Genting yang digunakan berasal dari limbah daur ulang seperti botol plastik, kemasan minuman, hingga bungkus saset yang selama ini menjadi penyumbang utama sampah rumah tangga.
Menariknya, bahan baku limbah tersebut dibeli langsung dari masyarakat. Skema ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan nilai ekonomi tambahan bagi warga.
“Ini menjadi bukti bahwa sampah kalau dipilah dengan baik bisa membawa berkah bagi masyarakat,” kata Hasto.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi Pemkot Jogja dalam menerapkan konsep ekonomi sirkular, yakni memanfaatkan kembali limbah menjadi produk bernilai guna tinggi. Dengan begitu, tekanan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA) dapat ditekan secara signifikan.
Dari sisi kualitas, Hasto memastikan genting berbahan daur ulang tersebut tidak kalah dengan material konvensional. Bahkan, produk ini telah melalui berbagai uji ketahanan dan dilengkapi garansi hingga 10 tahun.
Perwakilan PT JOS, Prima Kurniawan, menjelaskan bahwa material atap tersebut diproduksi menggunakan teknologi pengolahan khusus sehingga menghasilkan produk yang kuat dan tahan lama.
Selain ramah lingkungan, genting daur ulang juga memiliki keunggulan lain, seperti kemampuan meredam panas sehingga suhu dalam rumah lebih sejuk. Material ini juga mampu mengurangi kebisingan saat hujan, sehingga meningkatkan kenyamanan penghuni.
“Kelebihannya selain lebih ramah lingkungan juga bisa meredam panas dan suara air hujan. Jadi rumah terasa lebih nyaman,” jelasnya.
Program bedah rumah ini telah direalisasikan di dua titik, yakni kawasan Pandeyan dan Ngampilan, dengan fokus pada perbaikan menyeluruh agar rumah warga menjadi lebih layak huni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja mendorong penguatan Pokmair 30 di Kampung Kadipaten Wetan untuk menjaga keberlanjutan akses air bersih warga.
Kebakaran rumah di Weru Sukoharjo menghanguskan bangunan dan isinya. Kerugian ditaksir Rp200 juta, termasuk uang dan perhiasan emas.
Indonesia meraih lima emas di Asian Games 2026 dan finis peringkat 16 dengan total 39 medali, melampaui target empat emas.
Eks pimpinan keselamatan OpenAI David Robinson mundur dan memperingatkan risiko keamanan AI serta pentingnya pengawasan independen.
Kasus korupsi pengurusan HGB menyoroti dugaan mafia tanah ATR BPN dan pentingnya pengawasan diskresi dalam pelayanan pertanahan.
Prediksi Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin 5 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di SUGBK Jakarta.