Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Suasana di kawasan wisata di Pantai Kayu Arum di Kalurahan Kanigoro, Saptosari. Ahad (10/8/2025). Foto istimewa Pemerintah Kalurahan Kanigoro.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kalurahan Kanigoro, Saptosari, Gunungkidul serius untuk mengembangkan destinasi wisata di Pantai Kayu Arum yang terletak di Padukuhan Ngresikan. Upaya yang dilakukan dengan membangun jalan baru menuju pantai sehingga akses wisatawan jadi lebih mudah.
Lurah Kanigoro, Suroso mengatakan, Pantai Kayu Arum merupakan salah satu destinasi wisata yang berada di wilayahnya. Adapun lokasinya berada di sisi barat Pantai Parangracuk.
“Pantai ini [Kayu Arum] dari Pantai Midodaren ke arah timur. Tapi, aksesnya tidak bisa menggunakan kendaraan, karena harus jalan kaki,” kata Suroso saat dihubungi Minggu (10/8/2025).
BACA JUGA: Pameran Ritus Raya Hadirkan Refleksi Kearifan Lokal di Bentara Budaya Yogyakarta
Dia menjelaskan, Pantai Kayu Arum menjadi salah satu destinasi yang akan dikembangkan. Tujuannya, untuk mendongkrak wisatawan yang datang dengan harapan bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi bagi warga sekitar.
“Sudah jadi tujuan wisata, tapi memang yang datang belum banyak karena terkendala akses ke lokasi,” ucapnya.
Guna memberikan memberikan kemudahan akses ke pengunjung di Pantai Kayu Arum, Suroso mengakui sudah menyiapkan program pembangunan jalan baru. Total ruas jalan yang dibangun sepanjang 300 meter menggunakan anggaran dana desa sekitar Rp80 juta lewat program Jalan Usaha Tani (JUT).
“Memang programnya untuk mempermudah pengangkutan hasil dari sarana pertanian. Tapi, juga untuk memberikan kemudahan akses bagi pengunjung di Pantai Kayu Arum,” katanya.
Suroso tidak menampik kondisi akses saat ini masih berupa jalan setapak. Pengunjung yang datang harus memarkirkan kendaraannya di tepi jalan raya, kemudian berjalan sekitar 300 meter menuju pantai tersebut.
“Diharapkan dengan adanya pembangunan jalan baru, maka kendaraan milik pengunjung bisa dibawa mendekat ke pantai,” katanya.
Ditambahkannya, lokasi jalan yang dibangun dengan lebar sekitar 5,5 meter. Adapun lahan dipergunakan merupakan tanah kas desa serta milik warga sekitar.
“Sudah kami komunikasikan. Harapannya dengan lebar 5,5 meter bisa dinaikan statusnya menjadi jalan kabupaten agar segera diaspal sehingga akses lebih mudah lagi,” ucapnya.
BACA JUGA: Prabowo Ingatkan Pimpinan di TNI Tidak Kejam kepada Prajurit
Salah seorang warga di Kalurahan Kanigoro, Triyono mendukung penuh upaya pemerintah kalurahan untuk membuat jalan baru menuju Pantai Kayu Arum. Pasalnya, akses menuju lokasi masih belum ada karena hanya sebatas jalan setapak.
“Sudah ada pengunjungnya. Tapi, tidak banyak karena memang aksesnya masih sulit,” kata Triyono.
Menurut dia, di pantai ini juga sudah dibangun sejumlah fasilitas berupa gazebo hingga warung-warung untuk melayani pembeli. “Pantai Kayu Arum masih perawan dan alami. Harapannya dengan pembangunan jalan baru, maka bisa makin mengenalkan pantai ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.