Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Pantai Krakal, Gunungkidul/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Gunungkidul melakukan review terhadap detail engineering design (DED) dan menyusun masterplan penataan di kawasan Pantai Krakal di Kapanewon Tanjungsari. Pasalnya, hingga sekarang program yang dijalankan belum berjalan secara optimal.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supriyanta mengatakan, ingin membuat masterplan tentang penataan Pantai Krakal secara menyeluruh. Namun, dikarenakan sudah ada DED yang terlebih dahulu di susun, maka dilakukan review ulang untuk penyesuaian.
BACA JUGA: Porda Gunungkidul Jadi Ajang Peningkatan Prestasi Olahraga Tingkat Nasional
“DED sudah ada lima tahun, jadi dilakukan kajian ulang. Apalagi sekarang juga ada rencana penyusunan masterplan kawasan Krakal,” kata Supriyanta, Rabu (10/9/2025).
Ia tidak menampik adanya DED Krakal belum berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Diharapkan dengan adanya penyusunan masterplan tidak hanya melakukan review terhadap desain yang dimiliki, tapi juga menjadi dokumen perencanaan potensi pariwisata dan pengembangannya.
“Prosesnya masih di tahap penyusunan awal. Diharapkan Oktober nanti sudah selesai,” ungkapnya.
Menurut dia, dari sisi potensi memiliki banyak yang dikembangkan. Namun, Supriyanta tidak menampik belum optimal sehingga pengembangan urung sesuai dengan diharapkan.
Di sisi lain, lanjut dia, di kawasan Krakal juga tidak hanya menjadi kewenangan dinas pariwisata. Pasalnya, ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain yang terlibat seperti keberadaan kawasan parkir menjadi ranah dinas perhubungan.
Hal yang sama juga berlaku untuk sentra UMKM yang dikelola dinas perdagangan. Oleh karena itu, butuh koordinasi lanjutan agar bisa ada kesamaan visi dalam upaya pengembangan di Pantai Krakal.
“Makanya dengan masterplan yang disusun harapannya ada gambaran yang jelas tentang pengembangan maupun penataan kawasan Krakal,” katanya.
Hal tak jauh berbeda disuarakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardhana. Menurut dia, penyusunan master plan sebagai upaya mengoptimalkan potensi yang ada di Pantai Krakal.
Menurut dia, ada banyak potensi sehingga nantinya bisa salin terintegrasi agar dapat dimanfaatkan semua. “Ada tempat parkir, lokasi berjualan pedagang dan lainnya. Ini yang coba dikonsep untuk penataan yang lebih baik,” katanya.
Diharapkan proses review DED maupun penyusunan masterplan di Pantai Krakal bisa cepat selesai. Tujuannya agar bisa ditindaklanjuti untuk pelaksanaan program sesuai yang direncanakan.
“Mudah-mudahan berjalan dengan baik dan selesai tepat waktu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Titik api karhutla Gunung Bromo di Probolinggo sudah padam. Luas kawasan terdampak mencapai 889 hektare di empat kabupaten.
Iran mengajukan syarat kepada AS untuk membuka Selat Hormuz, termasuk penghentian perang dan pengembalian aset yang dibekukan.
Polda Metro Jaya ekshumasi makam Sutrimo di Banyumas untuk penyidikan. Jenazah diperiksa guna mengungkap penyebab kematian.
Sebanyak 106 penumpang KMP Putri Yasmin yang terbakar di Selat Lombok berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Lembar dan Padangbai.
Ariana Grande mengejutkan penggemar setelah memutuskan mengurangi aktivitas publik di tengah kesuksesan album Petal yang menempati posisi pertama Billboard 200.