Kelok 23 Dievaluasi 21 September, Bus Masih Dilarang Melintas
Kelok 23 masih uji coba hingga 20 September 2026. Evaluasi 21 September menentukan kelayakan jalan sebelum dibuka untuk umum.
Pengunjung di Pantai Kuwaru Bantul. - ist/Pemda DIY
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menerapkan inovasi layanan tiket online untuk masuk ke objek wisata melalui Beti Sakebon atau Beli Tiket Wisata ke Bantul Online.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya penataan kawasan pantai selatan (Pansela) yang saat ini tengah dilakukan secara bertahap.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, menjelaskan selama ini, sistem tiket masuk ke objek wisata masih dilakukan secara manual meski pembayaran sudah nontunai. Dengan inovasi baru ini, wisatawan bisa membeli tiket dari mana saja, bahkan sebelum berkunjung.
“Wisatawan bisa membeli tiket secara online maksimal tujuh hari sebelum kunjungan. Setelah transaksi, mereka akan mendapatkan e-tiket dengan barcode yang bisa langsung discan di TPR,” ujarnya, Selasa (16/9/2025).
BACA JUGA: Produksi Padi Meningkat, Bantul Optimistis Swasembada Beras
Ia menyebut inovasi Beti Sakebon (Beli Tiket Wisata ke Bantul Online) ini bisa diakses melalui laman tiketwisata.bantulkab.go.id atau dengan mengetik kata kunci “tiket wisata Bantul online” di Google.
“Caranya sederhana, tinggal pilih tanggal kunjungan dan lokasi wisata, lakukan pembayaran, lalu dapat e-tiket. Saat masuk, cukup tunjukkan barcode kepada petugas TPR tanpa ada transaksi manual lagi,” jelasnya.
Selain memberi kemudahan bagi wisatawan, sistem ini juga meningkatkan efektivitas pemungutan retribusi. “Kami bisa memonitor kunjungan dan retribusi secara real time. Dengan sistem cashless ini, potensi kebocoran pemungutan juga bisa ditekan,” terangnya.
Tiket online berlaku untuk seluruh pantai di Bantul, mulai dari Parangtritis hingga Pandansimo, dalam kurun waktu satu hari kunjungan. Jika ada pembatalan, wisatawan juga bisa mengajukan pengembalian.
Selain menghadirkan inovasi digital, Pemkab Bantul juga terus menata akses dan titik retribusi di kawasan Pansela.
Saat ini pembangunan Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) utama masih berlangsung. Sambil menunggu selesai, Pemkab menyiapkan TPR darurat di beberapa titik, termasuk di selatan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
“Kalau pembangunan TPR belum selesai, kita tetap fungsikan TPR darurat dengan tenda. Intinya pelayanan tetap berjalan,” ungkap Saryadi.
Ia memastikan penataan pansela akan terus berlanjut sesuai perencanaan, termasuk pembangunan tujuh titik TPR yang saat ini dalam proses lelang di Dinas PU.
“Kami pastikan setiap langkah penataan diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus optimalisasi retribusi daerah,” tegasnya.
Pemkab Bantul juga tengah menyiapkan master plan yang menjadi acuan utama sebelum ada pembangunan fisik di sepanjang garis pantai selatan.
Saryadi, menyebut master plan tersebut disusun bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan ditargetkan rampung pada tahun ini. Rencana induk itu akan meliputi seluruh kawasan Pansela, dari barat hingga timur.
“Ke depan pembangunan harus sesuai dengan master plan,” ujarnya.
Menurutnya, dokumen perencanaan ini tidak hanya berisi arahan pembangunan, tetapi juga peruntukan kawasan serta rancangan tata ruang. Ia menegaskan, sebelum masuk ke pembangunan, status tanah di pansela harus dipastikan terlebih dahulu.
“Status tanahnya harus jelas dulu. Bukan hanya di tanah SG, di tanah kas desa atau tanah pribadi pun pembangunan butuh izin," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 masih uji coba hingga 20 September 2026. Evaluasi 21 September menentukan kelayakan jalan sebelum dibuka untuk umum.
Penjualan Daihatsu kuartal III 2026 mencapai 37.167 unit, tumbuh 10%. Gran Max Series menjadi model dengan penjualan tertinggi.
Malioboro Run 4 Oktober berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. KAI mengimbau penumpang Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan datang lebih awal.
Kebakaran TPA Jatibarang mulai terkendali, tetapi 20% titik api masih tersisa. Petugas terus mendinginkan tumpukan sampah hingga kedalaman 10 meter.
Kemkomdigi menilai notifikasi masa aktif belum cukup melindungi nilai ekonomi sisa kuota internet pelanggan sesuai amanat putusan MK.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 4 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.