Konser HUT Bantul Jadi Panggung 14 Musisi Lokal, UMKM Ikut Cuan
Konser Bantul Bumi Satriya menghadirkan 14 musisi lokal. Ribuan warga ikut menikmati hiburan gratis, sementara UMKM mendapat peluang tambahan pendapatan.
Pengunjung di Pantai Kuwaru Bantul. - ist/Pemda DIY
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menerapkan inovasi layanan tiket online untuk masuk ke objek wisata melalui Beti Sakebon atau Beli Tiket Wisata ke Bantul Online.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya penataan kawasan pantai selatan (Pansela) yang saat ini tengah dilakukan secara bertahap.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, menjelaskan selama ini, sistem tiket masuk ke objek wisata masih dilakukan secara manual meski pembayaran sudah nontunai. Dengan inovasi baru ini, wisatawan bisa membeli tiket dari mana saja, bahkan sebelum berkunjung.
“Wisatawan bisa membeli tiket secara online maksimal tujuh hari sebelum kunjungan. Setelah transaksi, mereka akan mendapatkan e-tiket dengan barcode yang bisa langsung discan di TPR,” ujarnya, Selasa (16/9/2025).
BACA JUGA: Produksi Padi Meningkat, Bantul Optimistis Swasembada Beras
Ia menyebut inovasi Beti Sakebon (Beli Tiket Wisata ke Bantul Online) ini bisa diakses melalui laman tiketwisata.bantulkab.go.id atau dengan mengetik kata kunci “tiket wisata Bantul online” di Google.
“Caranya sederhana, tinggal pilih tanggal kunjungan dan lokasi wisata, lakukan pembayaran, lalu dapat e-tiket. Saat masuk, cukup tunjukkan barcode kepada petugas TPR tanpa ada transaksi manual lagi,” jelasnya.
Selain memberi kemudahan bagi wisatawan, sistem ini juga meningkatkan efektivitas pemungutan retribusi. “Kami bisa memonitor kunjungan dan retribusi secara real time. Dengan sistem cashless ini, potensi kebocoran pemungutan juga bisa ditekan,” terangnya.
Tiket online berlaku untuk seluruh pantai di Bantul, mulai dari Parangtritis hingga Pandansimo, dalam kurun waktu satu hari kunjungan. Jika ada pembatalan, wisatawan juga bisa mengajukan pengembalian.
Selain menghadirkan inovasi digital, Pemkab Bantul juga terus menata akses dan titik retribusi di kawasan Pansela.
Saat ini pembangunan Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) utama masih berlangsung. Sambil menunggu selesai, Pemkab menyiapkan TPR darurat di beberapa titik, termasuk di selatan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
“Kalau pembangunan TPR belum selesai, kita tetap fungsikan TPR darurat dengan tenda. Intinya pelayanan tetap berjalan,” ungkap Saryadi.
Ia memastikan penataan pansela akan terus berlanjut sesuai perencanaan, termasuk pembangunan tujuh titik TPR yang saat ini dalam proses lelang di Dinas PU.
“Kami pastikan setiap langkah penataan diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus optimalisasi retribusi daerah,” tegasnya.
Pemkab Bantul juga tengah menyiapkan master plan yang menjadi acuan utama sebelum ada pembangunan fisik di sepanjang garis pantai selatan.
Saryadi, menyebut master plan tersebut disusun bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan ditargetkan rampung pada tahun ini. Rencana induk itu akan meliputi seluruh kawasan Pansela, dari barat hingga timur.
“Ke depan pembangunan harus sesuai dengan master plan,” ujarnya.
Menurutnya, dokumen perencanaan ini tidak hanya berisi arahan pembangunan, tetapi juga peruntukan kawasan serta rancangan tata ruang. Ia menegaskan, sebelum masuk ke pembangunan, status tanah di pansela harus dipastikan terlebih dahulu.
“Status tanahnya harus jelas dulu. Bukan hanya di tanah SG, di tanah kas desa atau tanah pribadi pun pembangunan butuh izin," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Konser Bantul Bumi Satriya menghadirkan 14 musisi lokal. Ribuan warga ikut menikmati hiburan gratis, sementara UMKM mendapat peluang tambahan pendapatan.
Inklusi keuangan DIY mencapai 98,74 persen, peringkat kedua nasional. OJK masih fokus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Kemenkes membangun rumah sakit lapangan di Ruteng untuk korban gempa. Fasilitas dilengkapi ruang operasi dan ditargetkan 100 tempat tidur.
Museum di Indonesia mulai memanfaatkan teknologi digital untuk memperkaya pengalaman belajar sejarah. Kunjungan museum dan cagar budaya mencapai 4,32 juta pada
Kenali 8 jenis rangka motor sebelum membeli. Simak karakter setiap rangka dan tips merawatnya agar motor tetap stabil dan awet.
Big Bad Wolf Books kembali ke Jogja pada 3–13 September di JEC dengan jutaan buku dan target kenaikan pengunjung 5–7 persen.