Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Pedagang cabai rawit merah. - Foto ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Harga cabai rawit merah di Kabupaten Gunungkidul kembali melonjak dan kini menembus Rp80.000 per kilogram. Kenaikan harga cabai rawit tersebut dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang musim rasulan dan bersih desa di sejumlah wilayah.
Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul mencatat harga cabai rawit merah mengalami fluktuasi cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir. Setelah sempat turun ke kisaran Rp60.000 per kilogram usai Ramadan, harga kembali merangkak naik sejak pekan lalu.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Gunungkidul, Ris Heryani, mengatakan harga cabai rawit merah memang sulit diprediksi karena sangat bergantung pada kondisi permintaan di pasaran.
“Harganya sulit diprediksi karena naik turun dan tergantung dengan permintaan,” kata Ris Heryani saat dihubungi, Kamis (14/5/2026).
Menurut dia, tingginya kebutuhan masyarakat menjadi faktor utama kenaikan harga cabai rawit merah saat ini. Dalam waktu dekat, sejumlah agenda tradisi masyarakat seperti rasulan dan bersih desa diperkirakan turut mendorong peningkatan permintaan komoditas tersebut.
“Yang jelas permintaan meningkat,” katanya saat disinggung mengenai potensi harga kembali menyentuh Rp100.000 per kilogram seperti yang terjadi pada awal Ramadan lalu.
Selain cabai rawit merah, sejumlah bahan kebutuhan pokok lain di Gunungkidul juga mengalami kenaikan harga. Bawang merah misalnya, naik dari Rp38.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.
Sementara itu, harga beras masih berada di kisaran Rp13.200 hingga Rp14.900 per kilogram. Berbeda dengan komoditas lainnya, gula pasir justru mengalami penurunan harga dari Rp17.500 menjadi Rp16.500 per kilogram.
“Harga jual telur masih stabil di kisaran Rp25.000 per kilonya,” ujar Ris.
Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, menambahkan cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan harga paling tinggi di pasaran saat ini. Meski demikian, kenaikan tersebut dipastikan bukan akibat terganggunya pasokan.
“Pasokan dan stoknya masih aman karena berjalan lancar,” katanya.
Ia memastikan lonjakan harga cabai rawit merah belum berdampak pada kenaikan signifikan komoditas pokok lainnya. Pemantauan harga dan distribusi pangan juga terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi gejolak di pasaran.
“Tentunya stok juga diperhatikan. Hasil dari pantauan akan diserahkan ke Kementerian melalui Pemerintah DIY,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Ganda putra Indonesia punya 10 gelar juara dunia, terbanyak sepanjang sejarah. Fajar/Shohibul Fikri jadi tumpuan di BWF World Championships 2026 India. Bisa tam
Porsche Taycan dikabarkan bakal dihentikan produksinya pada 2030. Laporan media Jerman menyebut manajemen dan dewan pekerja telah sepakat. CEO Michael Leiters b
Slipknot resmi mengumumkan perpisahan dengan Sid Wilson setelah hampir tiga dekade bersama. Alasan keluarnya sang DJ masih menjadi misteri.
Kemkomdigi meminta Google dan Apple menghapus aplikasi Hornet dari Play Store dan App Store di Indonesia karena persoalan kepatuhan aturan PSE dan aduan masyara
Google menghadirkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menghapus watermark pada gambar, video, dan musik hasil kreasi AI Gemini.