Kekeringan Mulai Melanda Bantul, Warga Dlingo Butuh Pasokan Air Bersih
Kekeringan di Bantul mulai berdampak pada warga Dlingo. BPBD menyalurkan bantuan air bersih untuk 210 jiwa dan siapkan antisipasi kemarau.
Pedagang cabai tengah menunggu pembeli di Pasar Bantul, Jumat (12/12/2025). Harga cabai rawit merah cenderung fluktuatif di wilayah Bantul dengan rata-rata Rp81.000 per kg.
Harianjogja.com, BANTUL—Harga cabai di pasar tradisional Bantul turun dalam beberapa hari terakhir, tetapi penjualan tetap lesu karena daya beli masyarakat rendah.
Hadiyah, pedagang di Pasar Bantul, menyebut harga cabai rawit merah di lapaknya sempat menanjak menjadi Rp85.000 per kilogram (kg), tapi kini turun menjadi Rp70.000 per kg. Sementara cabai merah keriting juga bergerak turun dari Rp75.000 per kg menjadi Rp60.000 per kg.
“Stok banyak, tapi yang beli kurang. Harga segitu ya masih tinggi, pembeli jadi beli tidak banyak, hanya Rp5.000 atau Rp10.000,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).
Ia mengaku kini hanya berani menyetok sekitar tiga kilogram cabai karena sepi pembeli. “Paling tinggi ya sempat Rp85.000 per kg,” tambahnya.
Pedagang lainnya, Dasimen, juga merasakan hal serupa. Ia menyebut cabai rawit merah saat ini dijualnya Rp80.000 per kilogram setelah sebelumnya sempat tembus Rp100.000 per kg. Sementara harga cabai merah keriting naik tipis yang dijualnya dari Rp60.000 per kg menjadi Rp70.000 per kg.
“Pembeli mengeluh, saya juga jualnya susah karena mahal,” ucapnya.
Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha, mengatakan harga cabai memang naik turun sejak beberapa waktu ini. Menurutnya, empat hari terakhir harga cabai merah berada di kisaran Rp81.000 per kg, turun dari awal pekan ini yang mendekati Rp87.000 per kg. Cabai rawit hijau juga turun dari Rp67.000 per kg menjadi sekitar Rp60.000 per kg.
“Hari ini justru cenderung turun dibanding dua hari kemarin. Namun memang harganya masih naik-turun,” jelasnya.
Untuk cabai merah keriting, DKUKMPP mencatat harga di angka Rp68.300 per kg setelah dua hari sebelumnya sempat berada pada kisaran Rp75.600 per kg. Meski harga belum stabil, Prapta memastikan stok cabai di beberapa pasar masih tersedia. Namun ia mengakui cabai merah besar mulai sulit ditemukan di sejumlah titik.
“Ada pasar yang masih ada, ada yang kosong. Namun untuk komoditas lain, terutama barang pabrikan seperti gas, menjelang Nataru stok aman,” katanya.
Ia menyebut bahwa komoditas cabai tidak memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) sehingga sepenuhnya bergerak mengikuti mekanisme pasar. Ia berharap panen dari sentra produksi tetap berlanjut dalam beberapa hari ke depan agar suplai terjaga. “Karena hortikultura itu sifatnya cepat rusak. Kalau tidak ada panen, stok cepat menipis,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan di Bantul mulai berdampak pada warga Dlingo. BPBD menyalurkan bantuan air bersih untuk 210 jiwa dan siapkan antisipasi kemarau.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Iran mengecam serangan Amerika Serikat dan menyebutnya melanggar Piagam PBB serta kesepakatan damai yang baru berlaku pada Juni 2026.
Candi Sojiwan dan Wellness Tourism Umbul Brintik masuk nominasi API Award 2026. Masyarakat diajak memberikan dukungan melalui voting.
Realisasi PBB Bantul 2026 telah mencapai Rp33 miliar. BPKPAD mengoptimalkan pembayaran melalui mobil pajak, Virtual Account, dan QRIS.