Kesbangpol Gunungkidul Targetkan Banpol Rp1,1 Miliar Cair Triwulan II
Kesbangpol Gunungkidul menargetkan pencairan bantuan keuangan partai politik sebesar Rp1,17 miliar pada triwulan kedua 2026.
Sumur - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Musim kemarau di Kabupaten Gunungkidul tahun ini diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, bahkan bisa mencapai tujuh bulan. Kondisi ini dipicu oleh fenomena El Nino yang berdampak pada minimnya curah hujan sejak awal musim.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengingatkan masyarakat untuk mulai melakukan penghematan air sejak dini guna mengantisipasi dampak kekeringan yang lebih luas.
“Harus lebih bijak lagi agar tidak ada yang terbuang percuma,” kata Purwono, Kamis (14/5/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG, musim kemarau di Gunungkidul sudah dimulai sejak akhir April dan diperkirakan berlangsung hingga November mendatang. Puncak kemarau diprediksi terjadi pada periode Juli hingga September.
Menurutnya, pengaruh El Nino membuat intensitas hujan di awal musim penghujan masih rendah, sehingga memperpanjang periode kering yang biasanya terjadi setiap tahun.
“Penghematan air ini menjadi bagian dari mitigasi di musim kemarau. Sehingga harus benar-benar bijak dalam memanfaatkan, misal jangan biarkan kran bocor atau mencuci piring dengan air secukupnya,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Gunungkidul telah menyiapkan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak. Tahun ini, sebanyak 1.500 tangki air disiapkan dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.
“Yang disediakan ada sekitar 7,5 juta liter air bersih, siap dibagikan ke warga yang membutuhkan. Selain itu, sejumlah kapanewon juga miliki anggaran droping sendiri,” katanya.
Di sisi lain, upaya penguatan akses air bersih juga dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul. Kepala Bidang Cipta Karya, Ashari Nurkalis, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengalokasikan anggaran Rp1,2 miliar untuk mendukung program tersebut.
Program ini menyasar tujuh kalurahan dengan berbagai proyek pembangunan dan peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Beberapa di antaranya yakni peningkatan SPAM di Padukuhan Sumur, Giripurwo sebesar Rp187,7 juta, pembangunan SPAM di Nagsemrejo, Ngawu sebesar Rp195 juta, serta bantuan di Kedungkeris, Nglipar senilai Rp190,2 juta.
Selain itu, pembangunan juga dilakukan di Kalurahan Wareng, Wonosari sebesar Rp65,6 juta dan Padukuhan Gembyong, Ngoro-oro, Patuk dengan anggaran Rp268,9 juta. Tak hanya pembangunan baru, peningkatan dan perluasan jaringan juga dilakukan di sejumlah sumber air yang sudah ada.
“Harapannya dengan program ini, maka akses jangkauan layanan air bersih ke masyarakat juga semakin mudah,” kata Ashari.
Dengan berbagai langkah ini, pemerintah daerah berharap dampak kemarau panjang dapat ditekan, sekaligus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kering berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kesbangpol Gunungkidul menargetkan pencairan bantuan keuangan partai politik sebesar Rp1,17 miliar pada triwulan kedua 2026.
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa