Usai Dugaan Keracunan MBG, Seluruh Siswa SDN Kowang Pulih
Sebanyak 18 siswa SDN Kowang Bantul yang sempat diduga keracunan MBG kini kembali masuk sekolah setelah kondisi membaik.
Ilustrasi. /JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, BANTUL - Musim kemarau biasanya identik dengan melonjaknya permintaan air bersih di wilayah Bantul. Namun kondisi berbeda terlihat pada 2025 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat permintaan dropping air bersih justru menurun tajam jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
BACA JUGA: 1,2 Juta Air Bersih Sudah Didistribusikan
Hanya tiga kapanewon yang mengajukan distribusi, yakni Srandakan, Pajangan, dan Dlingo. Padahal pada 2024 lalu, hampir sepuluh kapanewon di Bumi Projotamansari harus bergantung pada bantuan air bersih akibat kekeringan.
Antoni Hutagaol, Kepala Bidang Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Bantul, menjelaskan bahwa kondisi di Srandakan berbeda dengan wilayah lain. Bukan hanya karena kemarau, melainkan adanya dugaan kerusakan pada bangunan penahan air (groundsill) di DAM Srandakan.
"Kalau Kapanewon Srandakan itu, mereka minta dropping air bersih karena diduga adanya kerusakan pada groundsill atau DAM Srandakan. Jadi, debit air di sana menurun. Dan di sana baru kali ini minta dropping air, sebelumnya tidak," terang Antoni, Kamis (2/10/2025).
Sejak 2 Juli hingga 29 September 2025, total distribusi air yang dilakukan BPBD mencapai 1,23 juta liter. Angka permintaan terbesar tercatat di Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan dengan jumlah 675 ribu liter. Disusul Kalurahan Guwosari, Pajangan yang mendapat 540 ribu liter, sementara Kalurahan Muntuk di Dlingo hanya menerima 15 ribu liter.
Antoni menyebut dropping di Pajangan dan Dlingo sebenarnya baru dimulai tahun ini, lantaran sebelumnya kedua wilayah tersebut masih cukup aman dari kekeringan.
"Dropping air di dua kapanewon itu tergolong masih baru," katanya.
Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, penurunan terlihat jelas. Tahun lalu distribusi hampir merata di banyak kapanewon, sedangkan tahun ini cakupannya sangat terbatas.
"Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tentu wilayah yang terdampak kemarau dan meminta dropping air bersih lebih banyak pada tahun sebelumnya," jelas Antoni.
Meski angka permintaan tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya, BPBD tetap mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan air bersih.
"Tentu perbandingan permintaan dropping air bersih ini sangat berbeda ya dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tapi, yang jelas, kami imbau kepada semua warga Kabupaten Bantul untuk tetap bijak dalam menggunakan air bersih," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 18 siswa SDN Kowang Bantul yang sempat diduga keracunan MBG kini kembali masuk sekolah setelah kondisi membaik.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan