Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Penangkapan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jajaran Polsek Girisubo memburu dua Warga Negara Asing (WNA) pelaku pencurian di sebuah warung di Kalurahan Balong, Girisubo. Peristiwa ini terjadi Kamis (14/5/2026) dengan total kerugian Rp4,2 juta.
“Masih kita cari kedua pelaku yang merupakan WNA ini,” kata Kapolsek Girisubo, AKP Agus Supriyanta kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).
Dia menjelaskan, kasus pencurian ini sudah dilaporkan oleh korban, yang merupakan pemilik warung. Pihaknya juga sudah memulai penyelidikan untuk mengungkap kasusnya sampai tuntas.
“Peristiwa pencurian terjadi pada Kamis sekitar pukul 15.00 WIB,” katanya.
Agus menjelaskan, peristiwa pencurian bermula saat dua orang bule, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan mendatangi sebuah warung di Kalurahan Balong. Salah seorang bule berperan sebagai orang yang menukar uang pecahan Rp100.000.
Adapun rekannya bertugas mengalihkan perhatian pemilik sehingga si penukar uang ini menggondol uang milik korban. “Modusnya dengan menukar Rp100.000 menjadi dua lembar pecahan Rp50.000. Saat pemilik warung lengah, maka langsung mengambil uang yang dimiliki,” katanya.
Berdasarkan laporan dari korban, uang yang dicuri sejumlah Rp4,2 juta hasil penjualan dari warung dimiliki. Pihaknya masih terus melakukan penyelidikan karena diduga kedua bule tidak hanya beraksi di Kapanewon Girisubo.
Disinyalir keduanya juga melakukan aksi yang sama di kapanewon lain seperti Wonosari hingga Karangmojo. “Masih terus diselidiki karena para pelaku belum ditangkap,” katanya.
Agus menambahkan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar kejadian ini bisa menjadi pelajaran sehingga peristiwa yang sama tidak terulang. Oleh karenannya, ia meminta agar pemilik warung untuk lebih berhati-hati lagi sehingga tidak menjadi korban tindak pidana kriminalitas.
“Kejatahan tidak hanya terjadi karena niat, tapi juga ada kesempatan. Makanya, kami mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan lebih berhati-hati agar tidak menjadi korban,” katanya.
Senada diungkapkan oleh Kasihumas Porles Gunungkidul, AKP Subarsana. Pihaknya berkomitmen untuk menjaga kamtibmas tetap kondusif, tapi agar lebih optimal juga butuh partisipasi aktif dari masyarakat.
“Yang terpenting lagi, tidak boleh ada main hakim sendiri. Kalau ada hal-hal yang mencurigkan segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti untuk penanganan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Harga buyback emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian turun pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Cek harga berdasarkan berat emas.
Perempuan muda dan lansia di DIY serta Klaten mengolah kain perca menjadi tenun dan kerajinan bernilai ekonomi di Rumah Kreatif Tukik.
BMKG menetapkan status Siaga tsunami hingga 3 meter setelah gempa M7,7 mengguncang Nagekeo, NTT, Sabtu pagi.
Artis Celine Evangelista hadir dalam gelaran Jogja Fashion Week (JFW) 2026 dengan membagikan pengalaman dalam berbinis busana muslimah syar'i.
Penyalahgunaan narkoba dan psikotropika tidak hanya merusak kondisi fisik, tetapi juga dapat memicu kecanduan berat akibat perubahan sistem dopamin di otak