Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Bus sekolah - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/StocCake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Layanan bus sekolah di Gunungkidul kembali beroperasi penuh sejak 7 September 2026. Sebelumnya, kenaikan harga BBM non subsidi membuat layanan di enam dari tujuh jalur harus dibatasi hanya untuk mengantar pelajar ke sekolah.
Kepala Bidang Angkutan dan Terminal, Dinas Perhubungan Gunungkidul, Arika Damayanti mengatakan, pemulihan layanan antar jemput tersebut berkaitan dengan rencana penambahan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sebesar Rp270 juta.
Tambahan anggaran tersebut disiapkan untuk mendukung operasional dan pemeliharaan delapan unit bus sekolah. Namun, anggarannya belum dapat digunakan karena masih menunggu pengesahan APBD Perubahan 2026 yang saat ini dalam pembahasan.
Layanan Bus Sekolah Sempat Dibatasi
Arika menjelaskan kenaikan BBM non subsidi memberikan dampak terhadap biaya operasional bus sekolah di Bumi Handayani. Setelah harga BBM naik pada April lalu, anggaran pembelian bahan bakan untuk operasional tidak lagi mencukupi untuk menjalankan seluruh layanan secara normal.
Kondisi tersebut membuat layanan kepulangan pelajar diserahkan kepada masing-masing orang tua untuk menjemput anak mereka di sekolah. Saat ini terdapat tujuh bus yang beroperasi melayani wilayah Gunungkidul.
Rute bus sekolah tersebut mencakup Semin-Wonosari, Ponjong-Wonosari, Semanu-Wonosari, dan Sokoliman-Wonosari. Selain itu, terdapat layanan pelajar pada rute Tanjungsari-Wonosari, Gedangsari-Wonosari, serta Nglipar-Wonosari.
“Selama kenaikan BBM non subisidi, hanya jalur Semin-Wonosari yang melayani antar jemput. Sedangkan enam jalur lainnya, hanya mengatar ke sekolah karena bagian dari efisiensi anggaran agar bus tetap bisa beroperasional,” kata Arika, Senin (28/9/2026).
Pembatasan tersebut dilakukan sebagai bentuk efisiensi anggaran agar layanan bus sekolah tetap dapat berjalan meskipun biaya bahan bakar mengalami kenaikan.
Operasional Kembali Penuh Sejak 7 September
Arika mengatakan kondisi layanan kemudian kembali normal sejak 7 September. Bus sekolah kembali melayani kebutuhan antar jemput pelajar di seluruh jalur yang sebelumnya mengalami pembatasan.
Pemulihan operasional dilakukan dengan menggeser anggaran yang telah tersedia. Anggaran yang semula dialokasikan untuk kebutuhan operasional pada akhir tahun digunakan terlebih dahulu untuk mendukung layanan penuh saat ini.
“Memang belum cair karena menunggu pengesahan APBD Perubahan 2026 yang masih dalam pembahasan. Tapi, sudah ada kepastian untuk ditambah sehingga tinggal formalitas,” katanya.
Menurut dia, penggunaan anggaran yang tersedia dilakukan agar operasional bus sekolah tidak kembali terganggu sebelum tambahan anggaran dari APBD Perubahan 2026 dapat digunakan.
“Alokasi yang sedianya digunakan akhir tahun kita geser untuk dipergunakan operasional penuh saat ini. Rencananya, operasi di akhir tahun menggunakan tambahan anggaran yang tertuang dalam APBD Perubahan,” ungkap Arika.
Tambahan Anggaran Masih Menunggu APBD Perubahan
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono, membenarkan adanya komitmen Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menambah anggaran operasional bus sekolah yang terdampak kenaikan BBM non subsidi.
Meski demikian, tambahan anggaran tersebut belum dapat diakses karena pencairannya menunggu proses pembahasan dan pengesahan APBD Perubahan 2026.
“Anggarannya masuk di APBD Perubahan sehingga penggunaan dilakukan setelah disahkan menjadi perda baru,” katanya.
Putro menambahkan, tambahan anggaran BBM dalam APBD Perubahan 2026 tidak hanya diperuntukkan bagi bus sekolah. Kendaraan dinas milik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga mendapatkan tambahan anggaran BBM.
“Sudah dibahas dan ada rencana menambah anggaran BBM karena pertamax juga ikut naik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan dan kedatangan di setiap stasiun.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 29 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.