Tak Boleh Jumawa, Lurah Terpilih Diminta Rangkul Semua Warga

David Kurniawan
David Kurniawan Senin, 28 September 2026 11:27 WIB
Tak Boleh Jumawa, Lurah Terpilih Diminta Rangkul Semua Warga

Proses perhitungan suara dalam pemilihan lurah serentak yang digelar di salah satu tempat pemungutan suara di Kapanewon Semin, Sabtu (26/9/2026)./Harian Jogja/David Kurniawan\r\n

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Para lurah terpilih dalam Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di 31 kalurahan di Kabupaten Gunungkidul diminta tidak larut dalam kemenangan. Mereka harus mampu merangkul seluruh warga, termasuk masyarakat yang sebelumnya memberikan dukungan kepada calon lain.

Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, mengatakan perbedaan pilihan dalam sebuah pemilihan merupakan hal yang wajar. Perbedaan tersebut, menurut dia, jangan sampai berlanjut menjadi persoalan yang memecah kerukunan masyarakat setelah proses pemilihan selesai.

Endang mengapresiasi pelaksanaan Pilur serentak yang berlangsung Sabtu (26/9/2026). Ia menilai proses pemilihan di 31 kalurahan dapat berjalan aman dan lancar hingga hasil pemungutan suara diketahui.

Menurut dia, dalam setiap kontestasi pemilihan pasti ada warga yang memiliki pilihan berbeda terhadap calon yang didukung. Setelah hasil pemilihan ditetapkan, kondisi tersebut harus disikapi dengan mengutamakan kembali persatuan di tengah masyarakat.

Karena itu, Endang meminta lurah yang terpilih mengambil peran untuk menyatukan kembali seluruh warga. Kemenangan dalam pemilihan tidak seharusnya menjadi alasan untuk membeda-bedakan masyarakat berdasarkan pilihan politiknya saat Pilur.

“Tidak boleh jumawa, mentang-mentang menang dalam pemilihan serta tidak boleh membeda-bedakan. Semua harus dirangkul, baik itu yang mendukung atau tidak mendukung demi kemajuan di kalurahan,” katanya, Senin (28/9/2026).

Endang menilai jabatan lurah tidak hanya berkaitan dengan posisi sebagai pemimpin yang berada di depan masyarakat. Lurah juga memiliki peran sebagai pengayom sekaligus pembimbing bagi warga di wilayahnya.

“Kemajuan kalurahan sangat bergantung dengan peran dari para lurah. Makanya, setelah terpilih harus bisa menjadi pemimpin, pembimbing serta pengayom bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Pilur 31 Kalurahan Berjalan Lancar

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntaringinsih, memastikan pelaksanaan Pilur serentak di 31 kalurahan berjalan aman dan lancar. Saat hari pemilihan, ia bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (PMK2PS) DIY, serta KPH Yudanegara melakukan monitoring di sejumlah titik.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan Pilur di Kalurahan Watugajah, Gedangsari. Pemantauan dilakukan karena berdasarkan hasil pemetaan beberapa hari sebelum pencoblosan, wilayah tersebut masuk dalam zona rawan.

Selain itu, terdapat permintaan izin dari organisasi masyarakat (ormas) luar daerah yang akan datang untuk memberikan dukungan kepada salah satu calon lurah. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan Pilur Watugajah mendapatkan perhatian khusus.

“Makanya pelaksanaan Pilur Watugajah mendapatkan atensi khusus sehingga kami datang untuk mengawal secara langsung,” katanya.

Meski mendapat perhatian khusus, Endah memastikan proses pemilihan di Watugajah tetap berjalan lancar. Empat calon lurah yang bersaing juga dapat menerima hasil pemilihan tersebut.

“Selesai sampai sekitar pukul 21.00 WIB. Memang selesai paling lama karena memang jumlah pemilih di TPS merupakan yang terbanyak dibandingkan dengan kalurahan lain,” katanya.

Secara umum, Endah memastikan tidak ada masalah dalam pelaksanaan Pilur serentak di 31 kalurahan. Proses pemilihan hingga penghitungan suara dapat diselesaikan dengan aman dan lancar.

“Coblosan di 31 kalurahan dapat berjalan dengan damai, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online