Harga Cabai Rawit di Gunungkidul Naik Lagi, Tembus Rp80.000
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Seorang petugas sedang melayani proses pembayaran non tunai untuk masuk wisata pantai di TPR Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Selasa (12/5). /istimewa Humas Pemkab Gunungkidul.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Pemerintah Kabupaten Gunungkidul resmi menerapkan sistem pembayaran non tunai atau full cashless di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari. Kebijakan ini menjadi langkah awal digitalisasi layanan wisata sekaligus upaya menekan potensi kebocoran pendapatan retribusi wisata di kawasan pantai Gunungkidul.
Penerapan pembayaran 100 persen non tunai di TPR Baron mulai diberlakukan setelah diluncurkan langsung oleh Bupati Gunungkidul pada Selasa (12/5/2026). Dengan sistem tersebut, wisatawan yang masuk melalui gerbang TPR Baron tidak lagi dapat melakukan pembayaran secara tunai.
Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan kebijakan tersebut akan menjadi proyek percontohan sebelum diterapkan di TPR lain di kawasan wisata Gunungkidul.
“Sudah resmi dilaunching bupati pada Selasa [12/5/2026]. Jadi, saat akan masuk pantai lewat TPR Baron tidak bisa lagi membayar secara tunai,” kata Eko, Kamis (14/5/2026).
Menurut dia, penerapan sistem cashless di TPR Baron akan dievaluasi selama tiga bulan guna mengetahui berbagai kendala teknis maupun kekurangan selama pelaksanaan di lapangan.
“Intinya untuk mengetahui berbagai kendala yang muncul sehingga bisa dilakukan perbaikan agar layanan bisa lebih optimal,” ungkapnya.
Eko menjelaskan sebenarnya sejumlah TPR lain di Gunungkidul telah menyediakan fasilitas pembayaran non tunai. Namun, penggunaannya belum diwajibkan sehingga mayoritas pengunjung masih memilih transaksi secara tunai.
Ke depan, seluruh TPR di kawasan wisata Gunungkidul ditargetkan menerapkan sistem pembayaran digital guna mempermudah pelayanan wisatawan sekaligus memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi wisata.
“Timeline kita [di TPR Baron] setelah berjalan tiga bulan dievaluasi. Hasil temuan lapangan nantinya untuk perbaikan di tiga bulan berikutnya, sehingga dalam jangka waktu enam bulan sudah bisa diterapkan di TPR lain,” kata mantan Kepala UPT Taman Budaya Gunungkidul tersebut.
Meski demikian, Eko mengakui penerapan pembayaran non tunai di seluruh TPR tidak bisa dilakukan secara serentak karena masih membutuhkan kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
Ketersediaan mesin pencatat transaksi, jaringan internet, hingga perangkat pembayaran digital menjadi faktor penting agar sistem cashless dapat berjalan optimal di seluruh lokasi wisata.
“Kalau dilihat dari kesiapan, TPR JJLS, Ngestirejo dan Banjarejo siap menerapkan 100% cashless, tapi pelaksanaannya menunggu hasil evaluasi di Baron,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Hary Sukmono, menambahkan sebelum penerapan resmi dilakukan, pihaknya telah menjalankan uji coba pembayaran non tunai pada 6–11 Mei 2026.
Hasil uji coba menunjukkan mayoritas wisatawan sudah siap menggunakan metode pembayaran digital karena sekitar 80 persen pengunjung telah memiliki alat pembayaran non tunai.
“Memang masih ada 20% calon pengunjung belum siap. Rata-rata kelompok ini berusia di atas 50 tahun,” kata Hary.
Meski masih ada sebagian wisatawan yang belum terbiasa menggunakan transaksi digital, Hary memastikan kondisi tersebut tidak menjadi hambatan berarti dalam pelaksanaan sistem cashless.
Pemkab Gunungkidul bersama pihak perbankan juga telah menyiapkan kartu e-money yang dapat dibeli langsung oleh pengunjung di lokasi, termasuk fasilitas pengisian saldo atau top up untuk mempermudah transaksi wisatawan saat masuk kawasan pantai.
“Sudah disiapkan kartu e-money yang bisa dibeli pengunjung, lengkap juga dengan proses top up saldo di dalamnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.