Carik Bohol Resmi Dipecat usai Divonis Korupsi Dana Kalurahan
Carik Bohol Rongkop, Kelik Istanto, resmi dipecat usai divonis bersalah dalam kasus korupsi dana kalurahan 2022-2024.
Ubur-Ubur - Ilustrasi/StockCake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jumlah korban tersengat ubur-ubur di pantai di Gunungkidul terus bertambah. Hingga Minggu (10/8/2025) sudah ada 43 pengunjung tersengat hewan yang dikenal warga lokal dengan sebutan inpes.
Jumlah sebaran pengunjung yang tersengat di antaranya di Pantai Kukup dan Pantai Sepanjang masing-masing 16 orang. Sedangkan sisanya sebanyak lima orang tersengat saat bermain air di Pantai Drini dan di Pantai Krakal ada laporan enam pengunjung yang menjadi korban.
BACA JUGA: Belasan Wisatawan Tersengat Ubur-Ubur
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa di Wilayah 2 di Pantai Baron, Surisdiyanto mengatakan, mayoritas korban tersengat ubur-ubur bisa ditangani oleh petugas yang disiagakan. Kendati demikian, terdapat dua korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena butuh perawatan lanjutan.
“Dua korban ini, satu merupakan pengunjung anak-anak dan satunya orang dewasa. Korban terpaksa dirujuk karena ada yang pingsan sehingga butuh pertolongan lanjutan,” kata Suris kepada wartawan, Minggu sore.
Pihaknya sudah melakukan antisipasi untuk mewaspadai serangan ini dengan menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan. Meski demikian, ada seorang korban yang harus dilarikan ke rumah sakit karena pingsan akibat sengatan tersebut.
“Biasanya panas di area yang tersengat. Tapi, kalau kondisinya tidak fit, maka bisa pingsan. Berhubung ada yang pingsan, maka langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan pertolongan lanjutan,” kata Suris, Minggu.
Binatang laut yang tergolong ke dalam kelas Scyphozoa, biasanya muncul pada saat suhu di laut dingin sehingga menepi ke darat.
Pada saat berada di pantai, binatang ini mudah sekali disentuh. Terlebih lagi, bentuknya yang menarik karena seperti balon dengan warna kebiru-biruan.
Meski demikian, ada potensi bahaya bagi setiap orang yang menyentuhnya karena bisa tersengat. “Memang menarik bentuk maupun warnanya, tapi mengandung bahaya,” katanya.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono menambahkan, kemunculan ubur-ubur sudah terpantau sejak Juni lalu. Diperkirakan, kawanan hewan ini berkeliaran di kawasan pantai hingga September mendatang.
“Memang terlihat cantik karena bentuk dan warnanya menarik, tapi hewan ini patut diwaspadai karena bisa menyengat kepada siapa saja yang menyentuhnya,” katanya.
Marjono meminta kepada para pengunjung untuk berhati-hati lagi agar tidak menjadi korban sengatan. “Kami sudah siapkan obat-obatan untuk pertolongan pertama kepada korban. Paling banyak yang menjadi korban merupakan anak-anak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Carik Bohol Rongkop, Kelik Istanto, resmi dipecat usai divonis bersalah dalam kasus korupsi dana kalurahan 2022-2024.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Harga pangan nasional hari ini menunjukkan cabai rawit merah Rp78.500/kg, telur Rp33.950/kg. Simak daftar lengkap harga terbaru dari PIHPS.
Momen haru terjadi usai sidang tuntutan Nadiem Makarim. Ia merangkul sopir ojol yang datang memberi dukungan di Pengadilan Tipikor.
Satpol PP Bantul menertibkan puluhan spanduk dan rontek liar yang dipasang melintang di jalan dan dekat lampu lalu lintas.
Meta memakai AI untuk mendeteksi akun anak di bawah 13 tahun di Facebook dan Instagram tanpa verifikasi dokumen.