Operasi Patuh Progo 2026 di Gunungkidul, Ini 8 Sasaran Penindakan
Operasi Patuh Progo 2026 di Gunungkidul berlangsung 26 Oktober–8 November. Simak delapan sasaran penindakan dan pembagian sanksi pelanggaran.
Ilustrasi perempuan alami gangguan kejiwaan- Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kabupaten Gunungkidul menjadi percontohan nasional Program Pembangunan Kesejahteraan Holistik (PPKH) yang mengintegrasikan penanganan berbagai persoalan masyarakat, termasuk kesehatan jiwa. Program yang diluncurkan di Auditorium Taman Budaya Gunungkidul, Kalurahan Logandeng, Playen, Rabu (28/10/2026), ini menjadi salah satu upaya memperkuat pencegahan kasus bunuh diri yang hingga kini masih menjadi tantangan di wilayah tersebut.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengungkapkan, hingga saat ini tercatat 30 kasus bunuh diri terjadi di tengah masyarakat. Kondisi tersebut membutuhkan upaya pencegahan yang terkoordinasi agar jumlah kasus tidak bertambah.
“Tantangan kita bukan sekadar mengidentifikasi masalah, tapi ada Solusi agar masalah yang ada bisa tertangani sehingga terselesaikan,” katanya.
Gunungkidul Terpilih Setelah Koordinasi dengan Kemenko PMK
Endah menjelaskan, penetapan Gunungkidul sebagai lokasi pelaksanaan PPKH merupakan hasil koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Proses tersebut berlangsung secara maraton pada April hingga Mei lalu melalui serangkaian audiensi mengenai berbagai persoalan pembangunan manusia.
Pembahasan mencakup kemiskinan, stunting, pendidikan, hingga kasus bunuh diri. Rangkaian koordinasi itu menjadi landasan untuk memahami persoalan sekaligus kebutuhan masyarakat secara lebih langsung.
“Proses yang Panjang ini dijadikan landansan untuk memahami persoalan dan kebutuhan masyarakatsecara lebih langsung sehingga Gunungkidul terpilih dalam PPKH,” kata Mbak Endah, Rabu siang.
Menurut Endah, berbagai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan secara terpisah. Diperlukan koordinasi dan sinergi nyata antarsektor agar penanganan yang dilakukan mampu menjawab akar persoalan masyarakat.
“Kesehatan berkaitan erat dengan Pendidikan, kondisi keluarga, perlindungan social dan lingkugnan. Persolan Kesehatan jiwa tidak cukup ditangani secara medis, tapi diperlukan dukungan keluarga, sekolah hingga Masyarakat,” katanya.
Psikolog Klinis Diperkuat di Puskesmas
Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas (Kesprimkom) Kementerian Kesehatan RI, Maria Endang Sumiwi, mengatakan PPKH menerapkan sejumlah strategi intervensi komprehensif hingga tingkat akar rumput.
Salah satu langkah yang disiapkan ialah penempatan layanan psikolog klinis di puskesmas se-Kabupaten Gunungkidul. Upaya ini ditujukan untuk memperkuat layanan kesehatan jiwa sehingga masyarakat memiliki dukungan yang lebih memadai dalam menghadapi persoalan psikologis.
Maria menjelaskan, sektor kesehatan kerap menjadi tempat bermuaranya berbagai persoalan kesehatan jiwa. Karena itu, penanganan yang baik diperlukan sebagai bagian dari upaya pencegahan.
“Sektor kesehatan kerap menjadi muara dari masalah kesehatan jiwa maka harus ditangani dengan baik sebagai Upaya pencegahan,” katanya.
Olahraga di Kalurahan Jadi Bagian Intervensi
Selain memperkuat layanan kesehatan jiwa, PPKH juga mendorong penyelenggaraan kegiatan olahraga di tingkat kalurahan. Program ini sejalan dengan temuan ilmiah dari kongres ahli jiwa yang menyebut olahraga efektif dalam memperkuat kesehatan jiwa.
Setiap desa didorong mengadakan kegiatan olahraga untuk membangun semangat positif dan resiliensi masyarakat. Dengan demikian, intervensi PPKH tidak hanya mengandalkan layanan medis, tetapi juga melibatkan kegiatan di lingkungan tempat masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari.
PPKH Diharapkan Jadi Model Kesejahteraan Terpadu
Endah berharap dukungan pemerintah pusat, Pemerintah DIY, perguruan tinggi, serta seluruh mitra dapat memperkuat pelaksanaan PPKH di Gunungkidul. Selain menjadi lokasi pelaksanaan program, Gunungkidul diharapkan menjadi ruang pembelajaran untuk mengembangkan pendekatan kesejahteraan yang terpadu dan berkelanjutan.
Menurut dia, kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar pemetaan masalah dapat berlanjut menjadi tindakan nyata yang memberikan perubahan bagi masyarakat.
“Seluruh ikthiar yang dilakukan ini sebagai sarana dan Upaya untuk mewujudkan Gunungkidul raya yang adil Makmur Lestari dan berkeadaban. Mari pastikan PPKH bergerak dari pemetaan menuju Tindakan sehingga memberikan perubahan yang nyata,” katanya.
Melalui PPKH, penanganan persoalan pembangunan manusia di Gunungkidul diarahkan pada kerja sama lintas sektor. Penguatan layanan kesehatan jiwa, dukungan keluarga dan sekolah, perlindungan sosial, serta kegiatan olahraga menjadi bagian dari strategi intervensi yang dijalankan di tingkat masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Operasi Patuh Progo 2026 di Gunungkidul berlangsung 26 Oktober–8 November. Simak delapan sasaran penindakan dan pembagian sanksi pelanggaran.
IHSG ditutup menguat 0,31% ke 5.282,31 mengikuti bursa Asia. Saham kesehatan memimpin kenaikan, sedangkan sektor infrastruktur melemah.
Gunungkidul menjadi percontohan nasional PPKH dengan penguatan layanan kesehatan jiwa, dukungan keluarga, pendidikan, dan olahraga.
Polresta Sleman mengungkap dugaan perakitan senjata api ilegal di Turi dan mengamankan dua tersangka serta sejumlah senjata dan amunisi.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mundur dari Hylo Open 2026 setelah Daniel mengalami nyeri lutut kiri saat latihan.
KPK menggeledah kantor Bea Cukai Kudus dan PT Djarum dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi importasi barang.