Pesanan Batik Rp580 Juta, KKMP Gunungketur Gandeng 7 Koperasi
Pemkot Jogja mendampingi 17 Koperasi Merah Putih. KKMP Gunungketur mencatat omzet Rp137,75 juta dari usaha batik pada 2025.
Macam-macam alat kontrasepsi untuk Program Keluarga Berencana - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Jumlah peserta Keluarga Berencana (KB) aktif di Kota Jogja mencapai 23.768 orang pada September 2026. Angka tersebut meningkat 9,54% dibandingkan Desember 2025 yang tercatat sebanyak 21.698 peserta, atau bertambah 2.070 orang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja, Retnaningtyas, menyampaikan peningkatan terjadi pada seluruh metode kontrasepsi yang tercatat.
Dari berbagai pilihan kontrasepsi, metode amenore laktasi (MAL) mencatat persentase pertumbuhan tertinggi. Jumlah penggunanya meningkat dari 21 orang pada Desember 2025 menjadi 38 orang pada September 2026.
“Pertumbuhan MAL menjadi yang tertinggi dibandingkan metode kontrasepsi lainnya meski secara jumlah masih relatif kecil,” kata Retnaningtyas dihubungi, Rabu (4/11/2026).
Implan dan Suntik Juga Mengalami Peningkatan
Setelah MAL, metode kontrasepsi implan mencatat pertumbuhan sebesar 21,76%. Jumlah pesertanya bertambah dari 850 orang menjadi 1.035 orang pada September 2026.
Penggunaan metode suntik juga meningkat 16,90%, dari 5.284 menjadi 6.177 peserta. Sementara itu, tubektomi mengalami kenaikan 12,11%, yakni dari 1.354 menjadi 1.518 peserta.
Metode vasektomi bertambah 10,96%, dari 73 menjadi 81 peserta. Adapun pengguna IUD meningkat 9,49%, dari 7.078 menjadi 7.750 orang.
Kenaikan lebih kecil terjadi pada penggunaan kondom dan pil. Peserta KB aktif yang menggunakan kondom bertambah 1,49%, dari 5.757 menjadi 5.843 orang. Sementara pengguna pil naik 0,78%, dari 1.026 menjadi 1.034 peserta.
Peserta KB Baru di Jogja Capai 1.840 Orang
Selain peningkatan peserta aktif, DP3AP2KB Kota Jogja juga mencatat akuisisi 1.840 peserta KB baru selama Januari-September 2026.
Jumlah tersebut mendekati capaian sepanjang 2025 yang mencapai 1.979 peserta. Meski demikian, kedua angka tersebut memiliki periode pencatatan berbeda sehingga belum dapat dibandingkan secara langsung.
IUD menjadi metode kontrasepsi yang paling banyak dipilih peserta baru pada Januari-September 2026, dengan jumlah 735 orang. Capaian ini lebih rendah dibandingkan sepanjang 2025 yang mencapai 820 peserta.
Penggunaan kondom untuk peserta KB baru juga mengalami penurunan, dari 471 orang pada 2025 menjadi 446 orang pada 2026. Sementara itu, peserta baru yang memilih metode suntik bertambah tipis dari 270 menjadi 273 orang.
Pada metode vasektomi, jumlah peserta baru meningkat dari 23 orang pada 2025 menjadi 27 orang pada 2026. Sebaliknya, beberapa metode lainnya mencatat penurunan.
Peserta baru pengguna tubektomi turun dari 192 menjadi 187 orang. Pengguna implan berkurang dari 157 menjadi 131 orang, sedangkan peserta baru pengguna pil turun dari 46 menjadi 41 orang.
KB Pascasalin Sumbang 54,5% Peserta Baru
Pelayanan KB pascasalin memberikan kontribusi sebesar 54,5% terhadap keseluruhan peserta KB baru selama Januari-September 2026. Dari total 1.840 peserta baru, sebanyak 1.003 orang merupakan peserta KB pascasalin.
Sebagai perbandingan, jumlah peserta KB pascasalin sepanjang 2025 mencapai 1.217 orang. Adapun pada Januari-September 2026, IUD menjadi metode yang paling banyak digunakan dalam pelayanan tersebut.
Tercatat sebanyak 485 peserta KB pascasalin menggunakan IUD. Posisi berikutnya ditempati kondom dengan 213 peserta dan tubektomi sebanyak 173 peserta.
Metode kontrasepsi lainnya terdiri dari suntik sebanyak 64 peserta, implan 49 peserta, pil 14 peserta, serta vasektomi lima peserta.
Data tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan jumlah peserta KB aktif di Kota Jogja berlangsung bersamaan dengan variasi pilihan metode kontrasepsi. Sementara itu, IUD masih menjadi metode yang paling banyak dipilih oleh peserta KB baru maupun peserta dalam pelayanan KB pascasalin selama Januari-September 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja mendampingi 17 Koperasi Merah Putih. KKMP Gunungketur mencatat omzet Rp137,75 juta dari usaha batik pada 2025.
OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Jogja menghadirkan inovasi mahasiswa bidang sains, teknologi, agama, dan riset.
Abrasi menghilangkan laguna Pantai Trisik Kulonprogo. Kunjungan wisatawan terus menurun, sementara warga beralih mengandalkan pertanian.
Nusron Wahid diperiksa KPK selama lima jam terkait perkara ATR/BPN. KPK masih mendalami dugaan suap dan gratifikasi.
Kemkomdigi menyebut Rancangan Perpres Badan Pengawas Data Pribadi telah memasuki tahap final dan diajukan kepada Presiden.
KSPSI AGN memecat Listyo Sigit dari jabatan Ketua Dewan Penasihat hingga proses hukum kasus dugaan penyadapan berkekuatan hukum tetap.