ISI Jogja Terima 1.899 Mahasiswa Baru dari 12.737 Pendaftar
Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja menerima 1.899 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027. Mereka terpilih setelah bersaing dengan 12.737 pendaftar dari b
Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock
Harianjogja.com, BANTUL—Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 3,5 mengguncang Bantul dan sekitarnya pada Kamis (20/8/2026) sore. Getaran dirasakan warga di sejumlah wilayah, tetapi hingga petang belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Kabupaten Bantul, Antoni Hutagaol mengatakan, pihaknya belum menerima laporan mengenai dampak gempa di wilayah Bantul.
“Sampai saat ini belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa sore ini,,” kata Antoni saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).
BPBD Bantul masih berkoordinasi dengan relawan dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di tingkat kalurahan untuk memantau kemungkinan dampak gempa di lapangan.
"Kami imbau warga tetap waspada dan mengantisipasi kemungkinan dampak gempa susulan," jelasnya.
Gempa Terjadi di Darat dan Tergolong Dangkal
Kepala Stageof Sleman, Ardhianto Septiadhi dalam keterangannya menyampaikan gempa terjadi pada pukul 17.20.57 WIB. Berdasarkan hasil analisis BMKG, parameter gempa kemudian diperbarui menjadi magnitudo 3,5.
Episenter gempa berada pada koordinat 7,88 derajat Lintang Selatan dan 110,45 derajat Bujur Timur. Titik gempa berada di darat, sekitar 11 kilometer arah timur laut Bantul dengan kedalaman 21 kilometer.
“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak,” ujar Ardhianto.
Dengan demikian, gempa Bantul tersebut merupakan gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas Sesar Opak.
Getaran Dirasakan di Sejumlah Wilayah
Guncangan gempa dirasakan di Bantul dan Kota Jogja dengan intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala tersebut, getaran dirasakan seperti terdapat truk bermuatan yang melintas.
Gempa juga dirasakan di Kulon Progo, Sleman, Klaten, Solo dan Magelang dengan intensitas II MMI. Pada skala II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga pukul 17.39 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan.
Warga Diminta Waspada dan Cek Kondisi Bangunan
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
Sebelum kembali masuk ke dalam rumah, masyarakat diminta memastikan kondisi bangunan tempat tinggal aman dan tidak mengalami kerusakan yang dapat membahayakan kestabilan bangunan.
Gempa Bantul M3,5 tersebut dinyatakan tidak berpotensi tsunami. Warga di sejumlah wilayah Bantul yang merasakan guncangan diimbau tidak panik dan tetap mengikuti perkembangan informasi dari BMKG melalui kanal resminya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja menerima 1.899 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027. Mereka terpilih setelah bersaing dengan 12.737 pendaftar dari b
Kementerian Haji dan Umrah menyerahkan 34 kasus haji dan umrah ke Bareskrim Polri. Sebanyak 137 laporan tercatat dalam register aduan.
Nilai JDIH Kalurahan Sleman dalam JDIH Award 2026 terpaut 23 poin. Pemkab mendorong pemerataan akses informasi hukum bagi warga.
Ketua DPRD Kulonprogo Aris Syarifudin menilai kemerdekaan harus diwujudkan lewat kesejahteraan, pekerjaan layak, dan harga pangan terjangkau.
Melalui pendampingan dan kolaborasi dengan UPN “Veteran” Yogyakarta, gagasan tersebut diwujudkan melalui budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF)
Aliran sungai bawah tanah Pantai Baron berubah setelah 14 tahun. Gugusan pulau menghilang dan aliran kini langsung menuju laut.