DPRD Bantul Minta Pengelola Tambak dan Kolam Ikan Perhatikan Dampak Lingkungan
DPRD Bantul meminta usaha budi daya perikanan memperhatikan pengelolaan limbah agar tidak berdampak pada lingkungan dan warga.
Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock
Harianjogja.com, BANTUL—Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 3,5 mengguncang Bantul dan sekitarnya pada Kamis (20/8/2026) sore. Getaran dirasakan warga di sejumlah wilayah, tetapi hingga petang belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Kabupaten Bantul, Antoni Hutagaol mengatakan, pihaknya belum menerima laporan mengenai dampak gempa di wilayah Bantul.
“Sampai saat ini belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa sore ini,,” kata Antoni saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).
BPBD Bantul masih berkoordinasi dengan relawan dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di tingkat kalurahan untuk memantau kemungkinan dampak gempa di lapangan.
"Kami imbau warga tetap waspada dan mengantisipasi kemungkinan dampak gempa susulan," jelasnya.
Gempa Terjadi di Darat dan Tergolong Dangkal
Kepala Stageof Sleman, Ardhianto Septiadhi dalam keterangannya menyampaikan gempa terjadi pada pukul 17.20.57 WIB. Berdasarkan hasil analisis BMKG, parameter gempa kemudian diperbarui menjadi magnitudo 3,5.
Episenter gempa berada pada koordinat 7,88 derajat Lintang Selatan dan 110,45 derajat Bujur Timur. Titik gempa berada di darat, sekitar 11 kilometer arah timur laut Bantul dengan kedalaman 21 kilometer.
“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak,” ujar Ardhianto.
Dengan demikian, gempa Bantul tersebut merupakan gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas Sesar Opak.
Getaran Dirasakan di Sejumlah Wilayah
Guncangan gempa dirasakan di Bantul dan Kota Jogja dengan intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala tersebut, getaran dirasakan seperti terdapat truk bermuatan yang melintas.
Gempa juga dirasakan di Kulon Progo, Sleman, Klaten, Solo dan Magelang dengan intensitas II MMI. Pada skala II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga pukul 17.39 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan.
Warga Diminta Waspada dan Cek Kondisi Bangunan
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
Sebelum kembali masuk ke dalam rumah, masyarakat diminta memastikan kondisi bangunan tempat tinggal aman dan tidak mengalami kerusakan yang dapat membahayakan kestabilan bangunan.
Gempa Bantul M3,5 tersebut dinyatakan tidak berpotensi tsunami. Warga di sejumlah wilayah Bantul yang merasakan guncangan diimbau tidak panik dan tetap mengikuti perkembangan informasi dari BMKG melalui kanal resminya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta usaha budi daya perikanan memperhatikan pengelolaan limbah agar tidak berdampak pada lingkungan dan warga.
DPR mendukung audit forensik pengelolaan keuangan haji dan menyoroti transparansi dana haji serta skema BPIH 2027.
DPR menggelar uji kelayakan terhadap 15 calon Dewas LPP RRI masa jabatan 2026-2031 pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Argentina menang 3-0 atas Benin. Lionel Messi mencetak satu gol dan dua assist dalam laga terakhirnya bersama timnas Argentina.
Kejagung menyiapkan 34 jaksa untuk menuntut eks Jampidsus Febrie Adriansyah, termasuk sejumlah jaksa berpengalaman di KPK.
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan memperkuat hak pekerja, prinsip nondiskriminasi, sertifikasi kompetensi, serta melarang penahanan ijazah.