Lelang Cabai Digital Bantu Petani Bantul Hindari Harga Tengkulak

Yosef Leon
Yosef Leon Kamis, 01 Oktober 2026 13:57 WIB
Lelang Cabai Digital Bantu Petani Bantul Hindari Harga Tengkulak

Aktivitas lelang cabai di Kelompok Tani Bekti Pertiwi, Kalurahan Parangtritis, Kretek, Bantul, Kamis (1/10/2026). Lewat sistem ini selisih harga yang diperoleh petani jauh lebih tinggi dibandingkan lewat tengkulak./Istimewa

Harianjogja.com, BANTUL—Petani di Kalurahan Parangtritis, Kretek, Bantul mulai merasakan manfaat lelang cabai digital yang telah berjalan sejak akhir 2025. Melalui sistem tersebut, harga jual cabai yang diterima petani bisa lebih tinggi dibandingkan ketika komoditas dijual langsung kepada pengepul atau tengkulak.

Program tersebut dijalankan Kelompok Tani Bekti Pertiwi. Ketua Kelompok Tani Bekti Pertiwi, Sodikan mengatakan, hingga Kamis (1/10/2026), lelang cabai digital telah dilaksanakan sebanyak empat kali.

"Sebelum adanya sistem lelang ini, penjualannya terus terang aja langsung ke pengepul," katanya, Kamis (1/10/2026).

Menurut Sodik, keberadaan sistem lelang membantu petani mendapatkan kepastian harga sehingga nilai jual cabai dapat lebih sesuai dengan biaya yang telah dikeluarkan. Perbedaan harga dengan pengepul juga dapat cukup besar untuk sejumlah jenis cabai.

Harga Cabai Bisa Berbeda Jauh

Salah satu contohnya terjadi pada lelang perdana pada 2025. Ketika itu, harga cabai merah besar di tingkat pengepul berada di angka Rp18.000 per kilogram (kg), sedangkan melalui lelang harganya mencapai Rp34.000 per kg.

"Perbedaan harganya cukup signifikan. Pas lelang pertama di tahun 2025 itu harga cabai merah besar di pengepul Rp18.000 per kilogram (kg), tapi di lelang tembus Rp34.000 per kg," ujarnya.

Perbedaan harga juga terlihat pada komoditas yang dilelang tahun ini. Sebelum lelang, cabai rawit dihargai Rp45.000 per kg di pengepul, sedangkan melalui lelang mencapai Rp53.000 per kg.

Untuk cabai keriting, harga di pengepul tercatat Rp22.000 per kg. Saat dilelang, komoditas tersebut laku dengan harga Rp33.500 per kg.

"Cabai hijau yang tidak terlalu tinggi selisihnya, di pengepul Rp7.000 per kg minggu lalu, di lelang Rp7.500 per kg," katanya.

Menurut Sodik, perbedaan harga tersebut membuat semakin banyak petani tertarik mengikuti sistem lelang cabai digital.

Pembeli dari Mana Saja

Peserta lelang mayoritas merupakan petani dari wilayah setempat. Sementara itu, pembeli dapat berasal dari mana saja karena transaksi dilakukan menggunakan aplikasi Panen Bantul.

Melalui aplikasi tersebut, pembeli akan memberikan penawaran harga untuk cabai yang tersedia. Penawaran tertinggi menjadi dasar transaksi apabila disepakati.

"Kemudian kalau setuju uangnya akan ditransfer ke rekening kelompok tani dan dibagikan ke petani langsung. Ini merupakan program BI DIY dan kami sudah dua tahun ikut," ucapnya.

Hingga saat ini, total 1,7 ton cabai telah dilelang melalui aplikasi tersebut. Jumlah itu ditargetkan terus bertambah hingga musim panen berakhir.

Sodik menargetkan sebanyak 10-20 ton cabai dapat dilelang sampai akhir musim panen. Komoditas yang akan masuk dalam lelang terdiri atas cabai hijau besar, cabai merah besar, cabai keriting sedang, cabai keriting super, cabai rawit dan cabai caplak.

Bantul Dorong Tata Niaga Cabai

Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta mengatakan, lelang cabai menjadi salah satu cara untuk membantu petani menghindari kerugian ketika memasuki masa panen. Hal itu berkaitan dengan harga cabai yang dapat berubah dengan cepat.

"Ini tentu akan memperkuat daripada tata niaga dan ekosistem rantai pasok cabai," jelasnya.

Menurut Aris, sistem lelang juga memberikan alternatif bagi petani dalam menghadapi ketidakpastian harga. Ketika panen berlangsung, harga cabai dapat mengalami penurunan, sementara ketika stok terbatas harga bisa kembali meningkat.

"Selama ini harga dimainkan oleh tengkulak. Sekarang dengan adanya lelang harga nanti akan sesuai standar dengan harga pasaran," kata dia.

Dengan sistem tersebut, petani di Kalurahan Parangtritis memiliki saluran penjualan lain selain melalui pengepul. Lelang digital juga mempertemukan komoditas yang dihasilkan petani dengan pembeli melalui aplikasi Panen Bantul, dengan mekanisme penawaran harga tertinggi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online