20 Gedung KDMP Bantul Rampung, 10 Lainnya Masih Dikebut

Yosef Leon
Yosef Leon Kamis, 20 Agustus 2026 21:07 WIB
20 Gedung KDMP Bantul Rampung, 10 Lainnya Masih Dikebut

Ilustrasi, pengendara sepeda motor melintas di depan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Bajoe, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Rabu (19/8/2026). Antara/Andry Denisah\r\n

Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 20 gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bantul telah rampung dibangun. Sementara itu, 10 gedung lainnya masih dikebut dengan progres pembangunan sekitar 60%.

Meski pembangunan gedung KDMP belum seluruhnya selesai, aktivitas koperasi di sejumlah kalurahan telah berjalan. Bahkan, beberapa KDMP sudah menjadi pemasok kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bantul, Fenty Yusdayati mengatakan seluruh KDMP di Bantul telah memiliki pengurus dan secara kelembagaan sudah berjalan. Namun, sebagian koperasi masih memanfaatkan tempat sementara seperti kios yang tersedia di sekitar kalurahan.

"Pembangunan gedungnya untuk tahap 1 dan 2 sudah selesai dengan 20 bangunan sudah jadi," kata Fenty, Kamis (20/8/2026).

10 Gedung KDMP Masih Dibangun

Pembangunan gedung KDMP yang dikerjakan Agrinas kini memasuki tahap ketiga. Pada tahap ini terdapat 10 gedung yang masih dikerjakan dengan progres pembangunan sekitar 60%.

Fenty menjelaskan pembangunan tahap berikutnya belum dapat ditentukan jumlahnya. Hal itu bergantung pada kesiapan tanah kas desa yang akan digunakan untuk pembangunan gedung KDMP.

Lahan tersebut harus memenuhi persyaratan perizinan serta ketentuan tata ruang. Sebelum digunakan, tanah akan melalui proses verifikasi untuk memastikan status dan kesesuaiannya.

"Nanti tergantung tanah kas desa yang siap soal berapa banyak yang dibangun. Tanah itu harus clear and clean. Nanti ada verifikasi tanah dan tata ruang," ujarnya.

Gedung Belum Seluruhnya Bisa Digunakan

Fenty belum memastikan kapan seluruh gedung KDMP yang telah selesai mulai digunakan secara resmi. Pemerintah Kabupaten Bantul masih menunggu proses verifikasi serta penyerahan aset dari pemerintah pusat.

Setelah seluruh proses tersebut selesai, pengoperasian gedung akan mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat.

Meski demikian, kondisi pembangunan gedung tidak menghentikan aktivitas koperasi. Sejumlah KDMP tetap menjalankan kegiatan dengan memanfaatkan ruang yang tersedia di wilayah masing-masing.

Fenty menyebut KDMP di Bangunharjo, Wonolelo, Palbapang, Caturharjo hingga Ngestiharjo telah beraktivitas. Beberapa di antaranya bahkan sudah siap memasok kebutuhan MBG.

"Beberapa sudah jadi supplier MBG. Beberapa sudah siap supply. Jadi intinya, dia sudah jalan juga," katanya.

Penyerahan Aset Masih Menunggu Aturan Pusat

Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha mengatakan pemerintah daerah masih menunggu mekanisme penyerahan aset dari pemerintah pusat. Aset yang dimaksud tidak hanya gedung, tetapi juga sarana pendukung seperti kendaraan.

Setelah pembangunan rampung, aset akan terlebih dahulu melalui proses verifikasi. Hasil verifikasi tersebut nantinya dituangkan dalam berita acara serah terima (BAST).

"Nanti ada BAST setelah diverifikasi. Apakah nanti diserahkan ke koperasi desa atau ke pemda, kami menunggu aturan pusat," katanya.

Sementara terkait Rapat Anggota Tahunan (RAT), Prapta mengatakan pelaksanaannya masih menunggu siklus kegiatan masing-masing koperasi. Hingga kini, pihaknya belum mengantongi data mengenai jumlah KDMP yang telah melaksanakan RAT maupun kondisi keuangan lembaga tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online