Rencana Induk Kepariwisataan Jogja 20262045 Jangan Hanya Fokus Jumlah Wisatawan
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.
Aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo/ Dokumen Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA— Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja mengajak masyarakat kembali berbelanja di pasar rakyat melalui program Gerakan Masyarakat Mencintai Pasar (Gemati). Program yang berlangsung sepanjang Oktober 2026 tersebut menawarkan hadiah bagi konsumen yang bertransaksi di pedagang peserta.
Gemati digelar mulai 1 Oktober hingga 21 Oktober 2026 di 22 pasar tradisional di Kota Jogja. Program ini dirancang untuk mendorong masyarakat kembali menjadikan pasar rakyat sebagai salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Disdag Kota Jogja Veronica Ambar mengatakan Gemati mengusung tema Gerakan Masyarakat Mencintai Pasar atau Kembali ke Pasar.
“Tema kami Gerakan Masyarakat Mencintai Pasar atau Kembali ke Pasar karena mau tidak mau di situasi saat ini, ketika ekonomi semakin tidak berdaya, pasar masih tetap berjalan,” katanya.
Belanja Rp20.000 Dapat Kupon
Dalam program Gemati, konsumen yang berbelanja minimal Rp20.000 di pedagang peserta akan memperoleh satu kupon. Kupon diberikan berdasarkan kelipatan nilai transaksi sehingga konsumen berkesempatan mendapatkan lebih banyak kupon ketika nilai belanjanya semakin besar.
Hingga saat ini, sekitar 500 pedagang telah mendaftarkan diri sebagai peserta Gemati. Pedagang tersebut akan mendapatkan penanda berupa spanduk agar konsumen lebih mudah mengetahui lokasi pedagang yang mengikuti program.
Salah satu ketentuan bagi pedagang peserta adalah menyediakan fasilitas pembayaran secara digital menggunakan QRIS. Dengan ketentuan tersebut, program Gemati tidak hanya mendorong transaksi di pasar rakyat, tetapi juga memperluas penggunaan pembayaran digital di lingkungan pasar.
Konsumen yang mengikuti Gemati berkesempatan memperoleh sejumlah hadiah. Hadiah tersebut akan diumumkan pada awal November, dengan jenis hadiah antara lain smartphone, sepeda, payung, kupon belanja, serta hadiah lainnya.
Gemati Tak Pakai APBD
Veronica mengatakan pelaksanaan Gemati tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Program tersebut terlaksana melalui dukungan sponsorship dari sejumlah mitra.
Beberapa pihak yang memberikan dukungan antara lain Bank BPD DIY, BSI, Bank Mandiri, BTN, Bank Indonesia, Pertamina, serta Alfamart.
“Tanpa APBD, semuanya dengan sponsorship. Terima kasih teman-teman dari perbankan yang mendukung, juga Bank Indonesia, Pertamina, dan Alfamart,” ujarnya.
Veronica mengatakan pasar rakyat merupakan bagian dari ekosistem ekonomi kerakyatan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Jogja selama ratusan tahun.
Karena itu, keberadaan pasar perlu terus diperkuat. Salah satu caranya dengan mendorong masyarakat untuk kembali berbelanja dan melakukan transaksi di pasar rakyat.
Ritel Modern Juga Terlibat
Rangkaian program selama Oktober tidak hanya melibatkan pasar rakyat. Sektor ritel modern juga ikut memberikan dukungan melalui program diskon maupun promosi belanja di sejumlah gerai di Kota Jogja.
Alfamart dan Indomaret menjadi bagian dari dukungan tersebut. Veronica menyebut terdapat lebih dari 180 gerai Indomaret dan sekitar 44 gerai Alfamart di Kota Jogja.
Keterlibatan ritel modern tersebut diharapkan memberikan pilihan kepada masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari melalui berbagai program belanja selama Oktober.
Melalui Gemati, Disdag Kota Jogja berharap masyarakat kembali bertransaksi di pasar rakyat. Program tersebut sekaligus diharapkan memberikan ruang lebih besar bagi pedagang untuk mengembangkan usahanya.
“Yuk kembali ke pasar rakyat, kembali melarisi pasar untuk kemudian memberikan kesempatan yang lebih kepada pedagang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.
Para chef mengeksplorasi kuliner Jawa Tengah dan Jawa Timur, dari sate srepeh hingga tahu telur, untuk menghidupkan kembali makanan lokal.
Daftar 10 negara penghasil emas terbesar dunia 2026 berdasarkan data USGS. Simak posisi Indonesia dan jumlah cadangan emasnya.
Benang Jarum meluncurkan Denim Tales pada 30 September 2026 dengan ragam siluet, monogram, paisley, serta pilihan material dan warna.
Empat shio dipandang punya prospek keberuntungan menarik pada 2027, Tahun Kambing Api. Simak daftar shio dan peruntungannya.
Colliers Indonesia menilai Gen Z sulit menembus KPR bukan sekadar karena gaya hidup, tetapi terkendala affordability dan bankability.