Sungai Krasak Debitnya Menurun, Sleman Antisipasi Kekeringan

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Rabu, 12 Agustus 2026 21:17 WIB
Sungai Krasak Debitnya Menurun, Sleman Antisipasi Kekeringan

Kekeringan - Ilustrasi StockCake

Harianjogja.com, SLEMAN—Debit sumber air Sungai Krasak yang selama ini dimanfaatkan bersama oleh Kabupaten Sleman dan Kabupaten Magelang mengalami penurunan. Kondisi tersebut membuat pemanfaatan sumber air tidak lagi optimal dan mendorong Pemkab Sleman menyiapkan langkah alternatif berupa dropping air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan pemanfaatan sumber air Sungai Krasak bersama Kabupaten Magelang bukan merupakan bentuk kerja sama baru. Kedua daerah telah memanfaatkan sumber air tersebut secara bersama dengan pembagian yang setara.

“Bukan berkoordinasi dengan Magelang, tetapi memang sudah saling memanfaatkan bersama mata air, sumber air yang ada dulu Sungai Krasak bareng-bareng sudah terlaksanakan, ditinggal memang karena debitnya menurun sehingga kita harus dropping air,” kata Bambang saat dihubungi, Rabu (12/8/2026).

Menurut Bambang, pembagian pemanfaatan sumber air tersebut dilakukan dengan komposisi 50:50. Koordinasi antarpihak juga telah dilakukan sehingga tidak terdapat persoalan mengenai pembagian pemanfaatan air antara Sleman dan Magelang.

Persoalan yang kini dihadapi lebih berkaitan dengan penurunan debit sumber air. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kekurangan air, terutama ketika kebutuhan masyarakat meningkat pada musim kemarau.

“Sampai sekarang sudah kita koordinasikan, sudah aman. Hanya saja memang kami karena debitnya menurun ya risikonya dropping atau nanti membuat sumur bor di sekitaran kawasan,” ujarnya.

Sleman Siapkan Dropping Air untuk Warga Girikerto

Pemanfaatan sumber air Sungai Krasak menjadi salah satu bagian dari upaya penanganan kekeringan di Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Sleman.

Sebelumnya, BPBD Sleman mencatat kebutuhan distribusi air bersih di wilayah tersebut mencapai dua tangki per hari untuk memenuhi kebutuhan sekitar 175 kepala keluarga (KK).

Distribusi air bersih telah dilakukan pada 4–6 Agustus 2026 dengan total volume mencapai 20.000 liter. Penyaluran tersebut dilakukan sebagai langkah untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak keterbatasan sumber air.

Penanganan kekeringan di Girikerto melibatkan sejumlah pihak. Selain BPBD Sleman, dukungan juga berasal dari Pamsimas Banyumili, Pemerintah Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, PDAM, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO), Palang Merah Indonesia (PMI), Kodim, serta BPBPK DIY.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama sumber air mengalami penurunan debit.

Puncak Kemarau Diprediksi Terjadi pada Agustus

Kondisi penurunan debit sumber air tersebut terjadi ketika Sleman memasuki periode puncak musim kemarau.

Berdasarkan prediksi BMKG yang disampaikan dalam data penanganan kekeringan tersebut, puncak musim kemarau di Sleman diperkirakan berlangsung pada Agustus 2026. Curah hujan pada periode tersebut diprediksi berada di bawah normal, yakni sekitar 0–20 milimeter per bulan.

Periode kemarau juga diperkirakan berlangsung lebih panjang dan kering akibat pengaruh El Nino kuat yang berpeluang bertahan hingga Desember 2026.

Kondisi tersebut membuat Pemkab Sleman perlu menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan air masyarakat.

Selain dropping air, opsi pembangunan sumur bor di sekitar kawasan sumber air juga menjadi salah satu alternatif yang dipertimbangkan apabila kondisi debit terus mengalami penurunan.

BPBD Sleman memastikan koordinasi dengan berbagai pihak tetap dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan. Langkah tersebut diperlukan agar masyarakat yang mengalami keterbatasan sumber air tetap mendapatkan pasokan selama musim kemarau berlangsung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online