Sidang Pengalihan Perusahaan di Bantul, Tergugat Sampaikan Jawaban
Sidang gugatan PMH terkait pengalihan kepemilikan CV Art Fashion di PN Bantul memasuki babak baru. Tergugat menyampaikan jawaban sekaligus mengajukan gugatan.
Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta didampingi Dinas Kebudayaan setempat saat menyerahkan SK kepada Kalurahan Mandiri Budaya dan Rintisan Budaya, Kamis (6/8/2026) di Kalurahan Pendowoharjo. / Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL— Upaya pelestarian budaya di Kabupaten Bantul terus diperkuat. Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Kebudayaan menetapkan dua kalurahan baru sebagai Kalurahan Mandiri Budaya, sekaligus mengukuhkan 12 kalurahan lainnya sebagai Kalurahan Rintisan Budaya. Penetapan tersebut menambah jumlah Kalurahan Mandiri Budaya di Bantul menjadi 12 kalurahan dan Kalurahan Rintisan Budaya menjadi 63 kalurahan.
Dua kalurahan yang berhasil naik ke jenjang tertinggi dalam program pengembangan budaya desa tersebut adalah Kalurahan Sriharjo dan Kalurahan Guwosari. Sementara itu, sebanyak 12 kalurahan memperoleh status sebagai Kalurahan Rintisan Budaya setelah melalui sejumlah tahapan penilaian.
Kalurahan yang ditetapkan sebagai Rintisan Budaya meliputi Sitimulyo, Ngestiharjo, Jagalan, Wonolelo, Pendowoharjo, Terong, Kebonagung, Segoroyoso, Canden, Panjangrejo, Jambidan, dan Palbapang.
Dorong Kalurahan Jadi Garda Pelestarian Budaya
Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Yanatun Yunadiana, menjelaskan bahwa program Kalurahan Mandiri Budaya dan Kalurahan Rintisan Budaya dirancang untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga warisan budaya yang dimiliki masing-masing wilayah.
Menurutnya, kalurahan memiliki posisi strategis sebagai pemerintahan paling dekat dengan masyarakat sehingga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan adat, tradisi, kesenian, hingga berbagai warisan budaya lokal.
“Yang berat itu menuju Kalurahan Mandiri Budaya karena melalui seleksi dan verifikasi yang sangat ketat,” jelasnya saat penyerahan SK di Kalurahan Pendowoharjo, Kamis (6/8/2026).
Melalui Verifikasi dan Penilaian Ketat
Sebelum mendapatkan status Rintisan Budaya, setiap kalurahan harus melewati sejumlah tahapan mulai dari sosialisasi, verifikasi administrasi, hingga verifikasi faktual di lapangan.
Selain itu, penilaian juga dilakukan terhadap lima indikator utama yang menjadi ukuran pengembangan budaya di tingkat kalurahan.
Indikator tersebut mencakup antara lain, pelestarian adat dan tradisi, pengembangan kesenian dan pelestarian permainan tradisional. Selain itu, ada pelestarian bahasa dan sastra Jawa, pengembangan kuliner serta pengobatan tradisional dan Pelestarian cagar budaya serta arsitektur.
Melalui indikator tersebut, pemerintah daerah ingin memastikan upaya pelestarian budaya berjalan secara nyata dan berkelanjutan di tingkat masyarakat.
Kalurahan Diminta Menyusun Program Budaya
Setelah memperoleh status Rintisan Budaya, kalurahan tidak hanya menerima pengakuan administratif. Mereka juga diwajibkan menyusun rencana aksi selama satu tahun ke depan sebagai bagian dari penguatan ekosistem budaya.
Dinas Kebudayaan Bantul meminta setiap kalurahan mengaktifkan kembali kelompok-kelompok seni yang ada di masyarakat serta memasukkan program kebudayaan ke dalam perencanaan pembangunan desa.
“Untuk kalurahan yang berstatus sebagai Mandiri Budaya dan Rintisan Mandiri Budaya itu kami berikan gamelan dan juga fasilitasi atraksi, pariwisata budaya di tempat mereka masing-masing,” ungkap Yanatun.
Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat aktivitas seni budaya sekaligus mendorong tumbuhnya sektor pariwisata berbasis budaya di masing-masing wilayah.
Sriharjo Siapkan Paket Wisata Budaya Terintegrasi
Salah satu kalurahan yang berhasil meraih status Mandiri Budaya, Kalurahan Sriharjo, mengaku telah mempersiapkan proses tersebut sejak beberapa tahun lalu.
Lurah Sriharjo, Titik Istiyawatun Khasanah, menjelaskan perjalanan menuju Kalurahan Mandiri Budaya dimulai sejak 2018 melalui pembentukan kantong-kantong budaya di masyarakat.
Upaya tersebut kemudian berlanjut hingga Sriharjo memperoleh status Kalurahan Budaya pada 2020 sebelum akhirnya naik ke tingkat Mandiri Budaya pada tahun ini.
“Kami melengkapi empat syarat untuk jadi Kalurahan Mandiri Budaya yakni Desa Prima, Desa Preneur, Desa Wisata dan Desa Budaya,” katanya.
Living Museum Jadi Andalan Baru
Setelah memperoleh status Kalurahan Mandiri Budaya, Sriharjo berencana mengintegrasikan berbagai potensi desa ke dalam paket wisata budaya berbasis Living Museum.
Program tersebut akan menggabungkan atraksi budaya, wisata kuliner, serta kegiatan edukasi dalam satu paket wisata yang terhubung.
Menurut Titik, konsep tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Dan tahun depan kami juga akan bangun Anjungan Budaya sebagai pintu masuk untuk melihat Living Museum di Kalurahan Sriharjo,” pungkasnya.
Keberadaan Anjungan Budaya nantinya diharapkan menjadi gerbang utama bagi wisatawan untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya yang dimiliki Kalurahan Sriharjo sekaligus memperkuat posisi Bantul sebagai salah satu pusat pelestarian budaya di DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sidang gugatan PMH terkait pengalihan kepemilikan CV Art Fashion di PN Bantul memasuki babak baru. Tergugat menyampaikan jawaban sekaligus mengajukan gugatan.
Wamen Diktisaintek Stella Christie mengungkap tingkat penyerapan kerja lulusan vokasi mencapai 77%, lebih tinggi dibanding lulusan akademik yang berada di angka
Favignana, pulau kecil di Italia yang menjadi lokasi syuting film The Odyssey karya Christopher Nolan, bersiap menyambut lonjakan wisatawan berkat fenomena film
Cara menghapus kontak WhatsApp di Android ternyata mudah. Simak langkah lengkap menghapus nomor yang tidak diperlukan tanpa menghilangkan riwayat percakapan.
Booth BAIC di GIIAS 2026 diserbu lebih dari 12.000 pengunjung. BAIC T1 jadi magnet dengan promo menarik dan ratusan sesi test drive.
Dinkes Bantul menegaskan anak yang sudah keluar dari kategori stunting tetap berisiko kembali mengalami stunting. Pemantauan dan intervensi berkelanjutan menjad