Karang Taruna Nasional Dorong Restorasi Mata Air di Bantul
Karang Taruna Nasional mendorong restorasi mata air di Bantul untuk menjaga ketersediaan air dan mendukung kebutuhan masyarakat saat kemarau.
Ilustrasi, siswa SMPN 1 Bantul mengembalikan ompreng seusai menyantap MBG di sekolah tersebut, Rabu (21/1/2026). Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menemukan kandungan bakteri Bacillus sp pada menu bistik galantin yang dikonsumsi murid dalam kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kapanewon Jetis. Temuan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto, mengatakan pihaknya telah menerima hasil uji laboratorium dari sampel makanan yang dikonsumsi murid yang mengalami keracunan.
"Hasilnya terdapat kandungan bakteri Bacillus sp pada menu bistik galantin yang dikonsumsi murid," katanya, Selasa (15/9/2026).
Bacillus sp merupakan kelompok atau genus bakteri berbentuk batang yang tergolong Gram-positif dan mampu membentuk endospora. Bakteri tersebut biasanya hidup bebas di berbagai tempat, seperti tanah, air, dan udara.
Gejala Murid Sesuai Hasil Pemeriksaan
Samsu menjelaskan hasil uji laboratorium tersebut juga sesuai dengan gejala yang dialami para murid. Mereka mengalami pusing, mual, muntah, diare, dan lemas hingga sulit bangun.
"Biasanya jika makanan mengandung bakteri itu tubuh akan bereaksi persis seperti yang dialami para murid," jelasnya.
Meski demikian, Dinkes Bantul belum dapat memastikan sumber maupun penyebab utama makanan tersebut bisa terpapar bakteri. Menurut Samsu, kondisi makanan yang secara visual terlihat tidak layak atau memiliki aroma janggal juga belum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan adanya kandungan bakteri.
"Jadi hasil uji laboratorium ini hanya menyimpulkan kandungan makanan apakah terdapat zat atau bakteri tertentu, asal dan sumbernya memang harus melalui investigasi," ungkapnya.
Distribusi Makanan Matang dan Mentah Perlu Dipisahkan
Dinkes Bantul kemudian memberikan rekomendasi kepada SPPG Patalan 2 yang memasok MBG tersebut untuk memperbaiki Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL).
Rekomendasi itu diberikan setelah Dinkes menemukan jalur distribusi makanan matang dan mentah di SPPG tersebut masih menggunakan jalur yang sama. Kondisi tersebut dinilai perlu diperbaiki agar tidak terjadi kontaminasi antara bahan makanan mentah dan makanan matang.
"Harusnya memang dipisahkan agar tidak ada kontaminasi antara bahan mentah dan matang," ujarnya.
53 Orang Dilaporkan Keracunan
Sebelumnya, puluhan murid SDN 1 Sumberagung, Jetis, Bantul diduga mengalami keracunan setelah menyantap MBG pada Jumat (4/9/2026). Selain murid, sejumlah guru juga dilaporkan mengalami keracunan dengan total korban mencapai 53 orang.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Bantul, Hermawan Setiaji, membenarkan kejadian tersebut.
Hermawan mengatakan kejadian bermula saat murid dan guru menyantap menu MBG pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
"Menu MBG yang dimakan saat itu terdiri dari potato wedges, buah semangka, sayur buncis wortel, tempe garit, bistik dan galantin," katanya saat dihubungi wartawan, Selasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Karang Taruna Nasional mendorong restorasi mata air di Bantul untuk menjaga ketersediaan air dan mendukung kebutuhan masyarakat saat kemarau.
Garuda Indonesia memperbarui Manage My Booking untuk memudahkan penumpang mengubah jadwal, rute, dan mengajukan refund secara mandiri.
Bulog Semarang menambah kapasitas gudang sewa sekitar 20.000 ton untuk mengantisipasi lonjakan stok beras menjelang panen raya 2027.
QRIS telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pembayaran sehari-hari. Perannya bahkan telah menggantikan sistem pembayaran tunai.
Longsor di Desa Tamanayu, Lumajang, menewaskan Imron Rosadi dan anaknya Hilya setelah rumah mereka tertimpa material longsor.
Menperin Muhammad Sarmuji meminta Kadin memperkuat eksportir baru, investasi industri hulu, dan hilirisasi.