Gempa Bumi di Perairan Selatan DIY pada Minggu Tidak Memengaruhi Aktivitas Merapi

Ilustrasi gempa bumi. - IST/Liputan6.com
18 Juni 2018 10:17 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Telah terjadi gempa bumi berkekuatan 4,2 SR pada Minggu (17/6/2018) pukul 21.52 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi terjadi pada kedalaman 25 km berjarak 103 km barat daya Bantul, DIY. Media Center BPPTKG, PVMBG, Badan Geologi, Kementerian ESDM pun mengeluarkan tanggapan pada Senin (18/6/2018) dan menyatakan gempa tersebut tidak berpengaruh pada aktivitas Gunung Merapi.

Dilansir dari akun resmi Twitter BPPTKG, Senin, gempa bumi tersebut tidak dirasakan dan hingga tanggapan diberikan, tidak ada laporan mengenai dampak gempa bumi tersebut. Gempa juga tidak berpengaruh pada aktivitas Gunung Merapi yang statusnya masih Level II (Waspada). Gempa bumi ini juga tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun berpusat di laut, tetapi energinya tidak cukup kuat untuk memicu tsunami.

Disebutkan, wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi adalah pesisir selatan DIY dan Jawa Tengah. Wilayah tersebut umumnya tersusun dari batuan berumur tersier berupa batuan sedimen, batuan gunung api, batuan beku, batuan malihan dan bancuh serta di sebelah utaranya disusun oleh endapan berumur kuarter. Guncangan gempa bumi akan lebih terasa kuat pada batuan endapan kuarter dan batuan tersier terlapukkan yang bersifat urai, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek getaran.

Gempa bumi pada Minggu tersebut disebabkan aktivitas zona subduksi yang terbentuk akibat tumbukan atau penunjaman Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat.
Masyarakat juga diminta tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami. Selain itu, masyarakat diimbau waspada pada gempa susulan yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.