Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Tim Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2018 Bisnis Indonesia berkesempatan berkunjung ke Harian Jogja di Jalan AM. Sangaji, Jogja, Minggu (17/06/2018)./Harian Jogja-
Harianjogja.com, JOGJA- Tim 1 Jelajah Jawa-Bali Bisnis Indonesia kaget saat melintas di Jogja, lalu lintas lancar dan cenderung lengang pada puncak libur Lebaran 2018, Minggu (17/6/2018).
Tim 1 Jelajah Jawa-Bali Bisnis Indonesia ini terdiri empat orang yakni Finna U. Ulfah, Jaffry Prabu Prakoso, Hafiyyan dan Oktaviano DB Hana. Mereka tiba di Jogja dalam perjalanan balik ke Jakarta. Mereka masuk dari Pacitan melalui Gunungkidul sekitar pukul 12.30 WIB.
Mereka singgah di Griya Harian Jogja di Jl. AM Sangaji 41 dan ditemui oleh Fotografer Harian Jogja, Desi Suryanto. Oktaviano mengungkapkan peserta kegiatan tersebut agak kaget dengan kondisi jalanan di Jogja saat mereka melintas.
"Di Kota agak kaget, Jogja sedikit lengang dari hari Minggu biasanya, meski tetap ramai. Macetnya paling di sekitaran akses penghubung, seperti akses Wonosari Bantul atau Kulonprogo arah Jalan Daendels," jelasnya.
Tim ini hanya beristirahat beberapa menit dan segera melanjutkan perjalanan. Mereka keluar DIY sekitar pukul 18.00 melalui jalur Kulonprogo-Purworejo. Okta menyebutkan, tim ini menargetkan sampai kembali ke Jakarta pada Senin (18/6/2018) malam.
Ia menjelaskan, Tim 1 Jelajah Jawa-Bali Bisnis Indonesia ini bertugas melintasi arus mudik lewat Utara, dan arus balik lewat Selatan. Mereka berangkat pada Jumat (8/6/2018) tepatnya setelah shalat Jumat, lewat tol Jakarta - Cikampek, lanjut Cikopo - Palimanan. "Kami keluar di Brebes Timur [brexit] untuk cek kondisi arteri Pantura. Berhenti di Tegal," jelasnya.
Esoknya (9/6/2018), lanjut arteri Pantura Tegal-Pemalang, masuk tol fungsional, Pemalang (via akses Gandungan) ke Batang, keluar di Batang via arteri ke Semarang.
Setelah liputan di Bandara Ahmad Yani (10/6/2018), mereka menjajal tol Semarang-Solo (termasuk ruas fungsional Salatiga-Kertosono), lanjut ke Sragen.
Hari berikutnya (11/6/2018), Sragen via arteri Jatim menuju Ngajuk, lalu masuk tol ke Surabaya, keluar arteri menuju Sidoarjo, Pasuruan, dan Probolinggo.
Hari berikutnya (12/6/2018) Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi dan menyeberang ke Gilimanuk, lalu ke Denpasar (13/6/2018) dini hari.
Sekitar dua hari liputan soal destinasi wisata dan kuliner di Bali, setelah salat Id, mereka balik ke Gilimanuk dan menyeberang ke Ketapang, Banyuwangi. Lanjut perjalanan balik ke Probolinggo.
Pada Sabtu (16/6/2018), mereka jalan dari Probolinggo menuju Pasuruan, dan mulai turun ke selatan via Lawang menuju Malang. Dari Malang ke Blitar, dan lanjut ke Trenggalek, dan Pacitan via akses paling Selatan (PLTU Sudimoro).
Hari ini, Minggu mereka berangkat dari Pacitan menuju Jogja via Wonosari.
Selama perjalanan, Otka mengungkapkan mereka merasakan pengalaman baru. "Jalan melewati beberapa provinsi, karena ada yang belum pernah, ada juga yang pernah tetapi sekedar jalan. Kali ini bukan sekadar jalan, tetapi liputan atau menggali fenomena mudik dari beberapa perspektif," jelasnya.
Beberapa objek mereka seperti pemudik, petugas di jalan yang melancarkan arus, pedagang yang memanfaatkan momen ini dan sebagainya. Hasilnya, mereka lebih mengenal dan tambah wawasan soal berbagai daerah yang selama ini hanya didengar saja namanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Spanyol dominan tapi gagal mencetak gol saat ditahan Tanjung Verde 0-0. Kiper Vozinha tampil heroik di Piala Dunia 2026.
Sudaryono bantah kabur saat forum UGM ricuh. Ia ungkap kronologi hingga duduk di aspal demi lanjutkan dialog.
Sebanyak 96 ribu jamaah haji Indonesia telah dipulangkan. Fase krusial kini beralih ke gelombang II dari Madinah.
Belgia nyaris kalah dari Mesir di Piala Dunia 2026. Gol bunuh diri Mohamed Hany selamatkan Red Devils dari kekalahan.
Uruguay nyaris kalah dari Arab Saudi di Piala Dunia 2026. Gol telat Araujo pada menit ke-80 menyelamatkan La Celeste.