Kekeringan Meluas, Baznas Kulonprogo Salurkan 40 Tangki Air

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Jum'at, 14 Agustus 2026 01:47 WIB
Kekeringan Meluas, Baznas Kulonprogo Salurkan 40 Tangki Air

Foto ilustrasi pipa air bersih dari sumber air. - Freepik

Harianjogja.com, KULONPROGO— Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kulonprogo mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kulonprogo mempercepat penyaluran bantuan air bersih. Hingga Rabu (12/8/2026), sebanyak 40 tangki air atau sekitar 20% dari alokasi 200 tangki telah disalurkan ke 11 titik wilayah terdampak.

Bantuan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, terutama air minum dan kebutuhan sehari-hari. Dalam penyalurannya, air dari Baznas Kulonprogo diangkut menggunakan armada truk tangki milik BPBD Kulonprogo.

Kepala Baznas Kulonprogo, Alfanuha Yushida, mengatakan penyaluran air bersih telah dimulai sejak awal Juli 2026. Baznas menyiapkan alokasi sekitar 200 tangki selama musim kemarau tahun ini.

"Kami utamanya memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dulu dengan tangki sebagai sarana pertama. Baznas sifatnya fleksibel, jika nanti kebutuhan masyarakat melebihi 200 tangki, kami siap menganggarkan ulang karena ini adalah kebutuhan mendasar," ujar Alfanuha kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).

40 Tangki Disalurkan ke 11 Titik

Alfanuha mengatakan bantuan air bersih menjadi langkah awal Baznas untuk merespons kebutuhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau. Penyaluran dilakukan ke sejumlah wilayah yang mengalami dampak kekeringan.

Hingga saat ini, sebanyak 40 tangki air telah dikirimkan ke 11 titik di wilayah terdampak. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 20% dari total alokasi 200 tangki air bersih yang disiapkan Baznas Kulonprogo.

Baznas juga membuka kemungkinan menambah alokasi apabila kebutuhan masyarakat melebihi jumlah yang telah direncanakan. Menurut Alfanuha, air merupakan kebutuhan mendasar sehingga bantuan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Salah satu wilayah yang menerima bantuan tersebut adalah Kalurahan Pendoworejo, Kapanewon Girimulyo. Baznas Kulonprogo menyalurkan air bersih ke wilayah tersebut pada Rabu (12/8/2026) karena warga mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Selama musim kemarau, warga yang membutuhkan air bersih harus menempuh jarak sekitar ratusan meter menuju sumber mata air terdekat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pemkab Kulonprogo Siapkan Solusi Jangka Panjang

Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, mengatakan pengiriman air menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter merupakan langkah darurat untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan.

Penanganan melalui distribusi tangki masih menghadapi keterbatasan armada. Satu truk dalam sehari hanya dapat beroperasi maksimal empat kali untuk melayani wilayah kecamatan terdampak, di antaranya Kokap, Girimulyo, Samigaluh, dan Kalibawang.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo tidak hanya mengandalkan distribusi air melalui truk tangki. Pemkab juga menyiapkan solusi jangka panjang yang lebih permanen untuk mengatasi persoalan ketersediaan air.

Salah satu rencana yang disiapkan adalah mengoptimalkan potensi sumber mata air atau sendang di wilayah yang memiliki debit air kuat. Sumber tersebut nantinya akan dibersihkan dan dirawat sebelum dipompa serta dialirkan ke penampungan PDAM.

Dengan skema tersebut, sumber air diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan, sehingga kebutuhan air tidak sepenuhnya bergantung pada pengiriman menggunakan truk tangki ketika musim kemarau.

Warga Diminta Hemat Air

Agung mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak kekeringan agar menghemat penggunaan air. Air diharapkan digunakan sesuai kebutuhan mengingat keterbatasan sumber dan armada distribusi.

"Kami menghimbau masyarakat untuk berhemat dan menggunakan air seperlunya. Ke depan, kami mengutamakan solusi yang berkelanjutan. Jika di suatu wilayah ada potensi sumber mata air yang kuat, silakan informasikan kepada pemerintah atau ajukan proposal agar bisa kita bangunkan sumur pompa untuk didistribusikan," jelas Agung.

Pemerintah daerah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi mengenai potensi sumber mata air di wilayah masing-masing. Potensi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya penyediaan akses air yang lebih permanen.

Sementara itu, Baznas Kulonprogo tetap menjalankan distribusi air bersih sebagai langkah pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat. Alokasi awal sebanyak 200 tangki dapat dievaluasi kembali apabila kebutuhan warga selama musim kemarau meningkat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online