Dinsos Kulonprogo Genjot Pendaftaran Bansos Digital, Pendamping Diberi Pelatihan

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Jum'at, 25 September 2026 17:37 WIB
Dinsos Kulonprogo Genjot Pendaftaran Bansos Digital, Pendamping Diberi Pelatihan

Ilustrasi, petugas melayani warga yang mengecek status bantuan sosial melalui gawai saat uji coba perlindungan sosial digital di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (4/9/2026)./Antara--Diskominfo Surabaya

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Kulonprogo menggenjot pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) berbasis digital. Langkah ini dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Pelatihan tersebut ditujukan untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas para agen Perlinsos serta pendamping sosial lapangan dalam mengawal proses pendaftaran program Perlinsos atau Bansos Digital.

Upaya percepatan dilakukan menyusul keputusan pemerintah pusat untuk mengintegrasikan data penerima bantuan sosial ke dalam portal digital. Karena itu, pendamping di lapangan diharapkan mampu membantu warga mengikuti proses pendaftaran dengan lebih optimal.

Percepatan Pendaftaran Warga

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos PPPA Kulonprogo, Dian Putera Karana, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian percepatan pendaftaran warga ke sistem digital.

“Pada tahun ini, tahun 2026, kita harus segera melakukan percepatan pendaftaran warga, semua warga, terkhusus warga yang selama ini menerima bantuan sosial untuk masuk ke dalam portal Perlinsos atau Bansos Digital,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (25/9/2026).

Dian mengatakan Pemkab Kulonprogo juga telah membangun kolaborasi lintas sektor untuk menyukseskan program tersebut. Koordinasi dilakukan dengan melibatkan berbagai instansi terkait yang membidangi urusan masing-masing.

Para pendamping sosial yang ditempatkan sebagai agen Perlinsos diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan aplikasi di lapangan. Selain mendapatkan pembekalan teknis, peserta pelatihan juga memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan cakupan pendaftaran Perlinsos di wilayah Kulonprogo.

255 Agen Perlinsos Telah Terdaftar

Berdasarkan data terintegrasi hingga saat ini, jumlah agen Perlinsos yang telah terdaftar di Kulonprogo mencapai 255 orang.

Sementara itu, pendaftaran bantuan sosial mencatat 1.795 pendaftar untuk Bansos Sembako/BPNT dan 1.775 pendaftar untuk PKH.

Secara akumulatif, terdapat 1.832 Kepala Keluarga (KK) yang telah terdaftar. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 1,15 persen dari total 159.770 KK di Kulonprogo.

Dian menegaskan angka pendaftaran tersebut masih terus bergerak dinamis hingga batas waktu akhir tahun 2026.

“Sampai akhir 2026. Ya ini kan prosesnya kan kita semua pengampu urusan sosial, termasuk Dukcapil nanti yang mem-backup dan Kominfo yang mempublikasi, kita berharap ini maksimal. Jadi tidak hanya warga penerima bansos, tapi semua warga nanti masuk untuk melakukan pendaftaran, dari pendaftaran hingga pengusulan,” ujarnya.

Warga Bisa Mengajukan Sanggahan

Dian menjelaskan proses pendaftaran Perlinsos Digital tidak berhenti pada masuknya data warga ke dalam sistem. Setelah dilakukan pengusulan, status kelayakan warga juga dapat diketahui.

“Nanti kalau misalnya layak, alhamdulillah, kalau tidak layak bisa melakukan cross check apa yang menjadi alasan tidak layak, boleh melakukan sanggah atau komplain, gitu,” imbuh Dian.

Pendaftaran Perlinsos Digital juga dapat dilakukan secara mandiri. Warga perlu memastikan aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) telah aktif melalui pendampingan Dukcapil setempat.

Dengan sistem tersebut, proses pendataan diharapkan tidak hanya mencakup warga yang selama ini menerima bantuan sosial. Seluruh warga juga diarahkan untuk masuk ke dalam sistem digital, mulai dari proses pendaftaran hingga pengusulan bantuan sosial.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online