Festival Perahu Naga Padukan Olahraga dan Atraksi Wisata

Asisten Gubernur DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sulistyo (keempat dari kiri) dan Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih (tiga dari kanan), saat menutup Festival Perahu Naga 2018 di Laguna Depok, Minggu (15/7/2018). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
15 Juli 2018 23:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, BANTUL-Sebanyak 23 tim cabang olahraga dayung dari berbagai daerah pulau jawa dan luar jawa mengikuti Festival Perahu Naga 2018 di Laguna Depok, Parangtritis, Kretek, Bantul, selama dua hari, Sabtu-Minggu (14-15/7/2018). Festival tahunan ini juga dimeriahkan dengan parade perahu hias.

Kegiatan yang sudah berjalan sejak delapan tahun lalu ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata DIY bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bantul, Pengurus Cabang Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Podsi) DIY, dan komunitas Jogjakarta Chinese Art and Culture Center (JCACC), serta Pokdarwis Laguna Depok.

Dari tahun ke tahun festival ini semakin meriah, bahkan mampu mendatangkan ribuan penonton dari berbagai daerah. Para penonton berjubel di pinggir muara Sungai Opak, tempat digelarnya Festival Perahu Naga.

Kepala Seksi Obyek Daya Tarik Wisata (ODTW), Dinas Pariwisata DIY, Wardoyo mengatakan sejak empat tahun terakhir Festival Perahu Naga sengaja di digelar di Laguna Depok dengan harapan mampu mengangkat potensi wisata di kawasan Laguna Depok. Sebelumnya festival tersebut digelar di Bendungan Tegel, Canden, Jetis, Bantul.

Menurut dia, Laguna Depok menjadi salah satu destinasi wisata di pantai selatan yang untuk dikembangkan potensi wisata airnya. Terlebih kawasan tersebut akan dibangun jembatan jalur jalan lintas selatan (JJLS), "Jadi sangat cocok kami Padukan olahraga dayung ini dengan atraksi wisata," kata Wardoyo.

Ia tidak menyangka Festival Perahu Naga tahun ini mampu menarik banyak wisatawan. Wardoyo menambahkan yang unik dari festival ini juga melibatkan sejumlah nelayan sekitar untuk menghias perahunya yang dilombakan dalam festibal. Festival Perahu Naga dan Parade Perahu Hias ini akan memperebutkan hadiah total Rp57 juta.

Ketua Pengcab Podsi DIY, Mantoyo mengakui Festival Perahu Naga kali ini lebih meriah di banding tahun-tahun sebelumnya. Penyelenggaraannya yang biasanya sehari juga menjadi dua hari. Sebanyak 23 tim yang bertanding beradu kecepatan untuk mendayung di muara Sungai Opak sejauh dua kali 750 meter.

Para peserta juga mendapat failitas menginap di sekitar Pantai Depok. Menurut dia, olahraga dayung ini menjadi menarik karena dipadukan dengan atraksi wisata, dan semua peserta harus menggunakan perahu naga, penabuh gendang, dan pengarah.

Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan Festival Perahu Naga dan Parade Perahu Hias merupakan kegiatan perpaudan antara seni, budaya, dan olahraga. Kegiatan tersebut selain menjadi momentum pencarian bakat altet dayung sekaligus mengangkat poteni wisata. "Semoga acara ini bisa terus ditingkatkan, dikelola dan kemas menjadi pilihan wisata di Bantul sehingga mampu mengangkat kepariwosataan," kata Halim.

Turut hadir dalam Festival Perahu Naga 2018 ini Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemda DIY, Sulistyo, yang mewakili Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X; perwakilan Kementerian Pariwisata, Tri Susanto Agus; Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta, Wakil Ketua DPRD DIY, Rany Widayati; perwakilan Ditpolairut Polda DIY, perwakilan TNI Angkatan Laut, pengurus JCACC, dan Pengcab Podsi DIY, serta sejumlah anggota Search and Rescue (SAR).

Sementara itu juar Fetival Perahu Naga 2018 diraih oleh peserta dari Bantul, disusul oleh Cilacap dan Blora sebagai juara kedua dan ketiga. Adapun juara harapan secara berurutan diraih oleh peserta dari Pati, Banyumas, dan Sleman.

Ad Tokopedia