Asyik, Harga Daging Ayam Potong di Gunungkidul Mulai Normal

Pedagang daging ayam di Pasar Argosari, Wonosari ketika melayani pembeli, Senin (18/6/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
06 Agustus 2018 14:20 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Harga daging ayam potong yang beberapa waktu lalu mengalami kenaikan tajam, kini sudah berangsur normal.

Salah satu pedagang ayam di Pasar Argosari, Wonosari, Wasiyan mengatakan saat harga melambung tinggi sekitar dua minggu lalu menyentuh harga Rp50.000. "Sekarang sudah turun, menjadi Rp36.000 per kilogram. Sudah mulai normal harganya, biasanya Rp35.000 per kilogram kalau tidak mengalami kenaikan," ujar Wasiyan, Senin (6/8/2018).

Dia mengatakan kenaikan harga ayam potong beberapa waktu lalu lantaran stok ayam yang semakin menipis di wilayah Gunungkidul. Sehingga menyebabkan harga naik dan sejumlah pedagang sempat tidak berjualan.

"Sempat tidak berjualan beberapa hari pas naik itu, karena stok tidak ada. Sementara permintaan banyak dari lebaran atau Rasulan. Kalau sebenarnya walaupun mahal tetapi stok ada. Ya tidak masalah, tetap berjualan," katanya.

Menurutnya selama kenaikan harga beberapa hari lalu tidak begitu berpengaruh terhadap jumlah penjualan. "Sekarang penjualan sehari 80 ekor ayam. Kalau pas mahal itu ya turun sedikit jadi 70 ekor," ujar dia. 

Salah satu pemilik warung makan ayam goreng, Bayu Prihartanto membenarkan saat ini harga ayam potong sudah mulai turun. Ia mengatakan saat kenaikan harga ayam potong ia tidak bisa berbuat banyak.

"Benar sudah mulai turun, kalau penjualan kemarin ya memang sedikit pengaruh. Mengakalinya ya cuma mungkin ayamnya lebih kecil," kata dia.

Kepala seksi distribusi dan perdagangan, Dinas  Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul Sigit Haryanto mengatakan harga  ayam potong saat ini sudah berangsur normal. "Sudah normal harga ayam potong sekarang, menurut pantauan di pasar tadi Rp33.000 per kilogram sampai Rp34.000 per kilogram sudah beberapa waktu lalu naik. Harga kebutuhan pokok lain juga turun," kata Sigit.