Gempa di Merapi Masih Tinggi, Status Waspada Belum Dicabut

Gunung Merapi Waspada, Selasa (22/5/2018). - Harian Jogja/Desi Suryanto
08 Agustus 2018 09:50 WIB Salsabila Annisa Azmi Jogja Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA- Sejak dua bulan lalu status Gunung Merapi masih dinyatakan waspada. Pertimbangan status yang tak berubah disebabkan karena aktivitas seismik atau kegempaan yang masih cukup tinggi di dalam Gunung Merapi.

Kasi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santosa mengatakan saat ini aktivitas seismik yang masih tinggi belum mengarah ke letusan. "Tetapi kalau melihat laporan kemarin, seismisitas cukup tinggi dibanding minggu-minggu sebelumnya, jadi masih relevan dengan status saat ini," kata Agus, Selasa (7/8/2018).

Menurut data BPPTKG pada Selasa (7/8/2018) terjadi aktivitas gempa guguran sebanyak empat kali dan gempa tektonik enam kali. Sementara pada minggu sebelumnya tercatat gempa guguran sebanyak empat kali dan gempa tektonik lokal sebanyak satu kali.

Agus mengatakan tahapan Gunung Merapi menuju fase letusan belum terlihat. Namun hal tersebut, Agus mengatakan, dikatakan wajar karena gunung berapi lainnya dapat menetap pada status yang sama hingga bertahun-tahun. "Yang penting dampaknya apa? Kalau tidak ada dampaknya, jangan terlalu khawatir tapi tetap waspada," kata Agus.

Lebih jauh Agus mengatakan meskipun saat ini secara visual Gunung Merapi tidak menampakkan aktivitas, sebenarnya aktivitas di dalam perut masih cukup tinggi. Namun masyarakat tidak perlu mengubah kebiasaan mereka, masyarakat hanya perlu mewaspadai perubahan aktivitas Merapi dan terus memantau perkembangannya.

Ad Tokopedia