Danantara Garap 26 Proyek Hilirisasi Senilai Rp225 Triliun
Danantara menggarap 26 proyek hilirisasi senilai Rp225 triliun yang diproyeksikan menyerap 37.833 tenaga kerja langsung.
Gunung Merapi Jogja meluncurkan lava pijar. - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Aktivitas erupsi Gunung Merapi yang masih memunculkan ratusan guguran setiap hari hingga sesekali awan panas disebut tetap aman bagi aktivitas masyarakat. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Agus Budi Santoso, menegaskan radius luncuran material masih jauh dari permukiman terdekat.
“Meskipun intensitas erupsi tinggi, tetapi masih aman karena jaraknya hanya sampai dua kilometer, sementara penduduk tinggal paling dekat itu 6,5 kilometer. Jadi insyaallah masih aman terkendali, masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa dan menikmati indahnya Gunung Merapi,” ujarnya di Magelang, Jawa Tengah, Selasa.
Pernyataan itu disampaikan Agus setelah mengikuti kegiatan penanaman pohon serentak di Taman Nasional Gunung Merapi, Desa Dukun, Kabupaten Magelang, bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia 2025.
Agus menambahkan, aktivitas Gunung Semeru di Jawa Timur tidak berdampak pada dinamika vulkanik Merapi di Jawa Tengah dan DIY.
“Jadi ibarat keluarga, Gunung Semeru atau Gunung Merapi itu punya dapur masing-masing, tidak saling berpengaruh. Mereka berjauhan, jadi insyaallah aman,” katanya.
Ia menjelaskan kondisi Merapi saat ini masih dalam batas aman berdasarkan pemantauan rutin. Riwayat erupsi sejak 2001 menunjukkan jarak luncuran terjauh mencapai lima kilometer di Kali Gendol.
“Selama ini kita tahu aktivitas erupsi dominan ke barat daya. Tetapi jangan lupa ada kubah lava di tengah kawah yang arahnya ke Kali Gendol. Jadi wilayah Glagahharjo, Keningar, Kaliurang, Tuguarum tetap perlu waspada,” jelasnya.
Menurut Agus, skenario terburuk yang dipetakan mencapai tujuh kilometer, sementara luncuran aktual masih berada di sekitar dua kilometer.
“Jadi masih jauh dari skenario yang kita rekomendasikan sebagai daerah bahaya. Warga kami minta tetap harmoni dengan Merapi seperti biasanya. Kita sudah melalui lima tahun ini dengan baik, insyaallah masih bisa berdampingan untuk beberapa waktu ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, memasuki musim hujan, ketidakstabilan kubah lava cenderung meningkat sehingga jumlah guguran bisa bertambah.
“Memang wajar ketika musim hujan November–Desember 2025, dan puncaknya Januari–Februari 2026, intensitas guguran akan sedikit meningkat,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Danantara menggarap 26 proyek hilirisasi senilai Rp225 triliun yang diproyeksikan menyerap 37.833 tenaga kerja langsung.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.