Kolaborasi Donati-SoulCha di GPFE 2026 Jogja, Pameran Jadi Lebih Hidup
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Tangkapan layar terjadinya awan panas di lereng Barat Gunung Merapi, Senin (6/12/2021)/Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan meluncurkan awan panas guguran pada Jumat (10/7/2026) pagi. Peristiwa ini terjadi pukul 08.31 WIB dengan jarak luncur mencapai sekitar 2.000 meter ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Sat dan Kali Putih.
Berdasarkan informasi resmi dari Badan Geologi, awan panas tersebut terekam memiliki amplitudo maksimum sebesar 34,08 mm dengan durasi mencapai 137,4 detik. Fenomena ini menjadi indikasi bahwa aktivitas Merapi masih cukup tinggi dan berpotensi terus terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Status ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik masih intens dan masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana harus meningkatkan kewaspadaan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di daerah berbahaya, khususnya di sektor selatan-barat daya yang meliputi alur sungai berhulu di Gunung Merapi seperti Kali Sat, Kali Putih, dan sekitarnya. Wilayah tersebut berpotensi menjadi jalur luncuran material vulkanik, termasuk awan panas dan lahar.
Selain itu, warga juga diminta untuk tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti perkembangan resmi dari instansi terkait. Pemantauan aktivitas Gunung Merapi terus dilakukan secara intensif menggunakan sistem pemantauan modern untuk memastikan keselamatan masyarakat.
Dalam beberapa pekan terakhir, aktivitas guguran lava dan awan panas di Gunung Merapi memang cenderung fluktuatif. Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika kubah lava yang masih terus tumbuh dan berpotensi runtuh sewaktu-waktu, memicu terjadinya awan panas guguran.
Para ahli vulkanologi menegaskan bahwa meskipun belum terjadi erupsi besar, potensi bahaya tetap ada dan tidak boleh dianggap remeh. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana.
Masyarakat dapat memantau informasi terkini terkait aktivitas Gunung Merapi melalui kanal resmi BPPTKG dan Badan Geologi. Ketaatan terhadap rekomendasi resmi menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan bersama.
Dengan kondisi aktivitas yang masih tinggi, warga di sekitar Merapi diharapkan tetap tenang namun waspada, serta selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk dengan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
PPPK tidak otomatis menjadi PNS pada 2027. Guru PPPK memiliki jalur berbeda, dari paruh waktu ke penuh waktu hingga seleksi CPNS.
Suporter PSIM Jogja Brajamusti Rantau menyerahkan ambulans untuk Bala Mataram Rescue sebagai wujud dukungan bagi kemanusiaan.
Prabowo mengancam mencabut izin perusahaan yang tak memenuhi kewajiban pencegahan karhutla, termasuk lima perusahaan sawit.
Kemenhub menerbitkan 35 izin pesawat registrasi asing dari delapan negara untuk memperkuat penanganan karhutla di Indonesia.
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan RI, XLSMART hadirkan perjalanan Semarang–Solo–Yogyakarta untuk membuktikan pengalaman konektivitas 5G sekaligus memperkuat semangat