Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Tangkapan layar terjadinya awan panas di lereng Barat Gunung Merapi, Senin (6/12/2021)/Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan meluncurkan awan panas guguran pada Jumat (10/7/2026) pagi. Peristiwa ini terjadi pukul 08.31 WIB dengan jarak luncur mencapai sekitar 2.000 meter ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Sat dan Kali Putih.
Berdasarkan informasi resmi dari Badan Geologi, awan panas tersebut terekam memiliki amplitudo maksimum sebesar 34,08 mm dengan durasi mencapai 137,4 detik. Fenomena ini menjadi indikasi bahwa aktivitas Merapi masih cukup tinggi dan berpotensi terus terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Status ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik masih intens dan masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana harus meningkatkan kewaspadaan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di daerah berbahaya, khususnya di sektor selatan-barat daya yang meliputi alur sungai berhulu di Gunung Merapi seperti Kali Sat, Kali Putih, dan sekitarnya. Wilayah tersebut berpotensi menjadi jalur luncuran material vulkanik, termasuk awan panas dan lahar.
Selain itu, warga juga diminta untuk tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti perkembangan resmi dari instansi terkait. Pemantauan aktivitas Gunung Merapi terus dilakukan secara intensif menggunakan sistem pemantauan modern untuk memastikan keselamatan masyarakat.
Dalam beberapa pekan terakhir, aktivitas guguran lava dan awan panas di Gunung Merapi memang cenderung fluktuatif. Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika kubah lava yang masih terus tumbuh dan berpotensi runtuh sewaktu-waktu, memicu terjadinya awan panas guguran.
Para ahli vulkanologi menegaskan bahwa meskipun belum terjadi erupsi besar, potensi bahaya tetap ada dan tidak boleh dianggap remeh. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana.
Masyarakat dapat memantau informasi terkini terkait aktivitas Gunung Merapi melalui kanal resmi BPPTKG dan Badan Geologi. Ketaatan terhadap rekomendasi resmi menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan bersama.
Dengan kondisi aktivitas yang masih tinggi, warga di sekitar Merapi diharapkan tetap tenang namun waspada, serta selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk dengan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Realisasi Dana Desa Sleman 2026 tercatat 51,97% per 8 Oktober. DPMK menyebut masih banyak realisasi di lapangan yang belum diinput.
Kajari Konawe Fachrizal ditangkap Kejati Sultra terkait dugaan penyalahgunaan wewenang. Kasusnya kini diserahkan ke Kejagung untuk diperiksa.
Kabupaten Magelang mengukuhkan 20 dewan hakim untuk menilai 443 peserta MTQ, MQK, dan Festival Rebana 2026.
Bamsoet menegaskan hasil Pilpres 2024 tetap sah setelah putusan MK terkait Gibran. Ia meminta putusan dan proses selanjutnya dihormati.
Sebanyak 29.493 siswa di 90 sekolah Kulonprogo mengikuti Pemilos serentak berbasis E-Voting sebagai pendidikan demokrasi dan politik awal.