Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Kawasan Wisata Gardu Pandang Merapi - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Aktivitas erupsi Gunung Merapi masih cukup tinggi. Berdasarkan pengamatan dalam sepekan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Merapi meluncurkan dua awan panas dan 122 guguran lava pijar.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menjelaskan cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. Asap berwama putih, ketebalan tipis hingga tebal, tekanan lemah, sedang hingga tinggi teramati beberapa kali.
BACA JUGA : Merapi Dikabarkan Erupsi Besar pada 18 April, Faktanya Seperti Ini
“Pada minggu ini terjadi awan panas guguran sebanyak dua kali ke arah barat daya atau hulu Kali Bebeng, sejauh maksimal 1.500 meter. Guguran lava teramali sebanyak 122 kali ke arah hulu Kali Bebeng sejauh maksimal 1.700 meter,” ujarnya, Sabtu (22/6/2024).
Morfologi kubah barat lava daya teramali adanya perubahan akibat adanya aktivitas pertumbuhan kubah, awan panas guguran dan guguran lava. Untuk morfologi kubah tengah relatif tetap. Berdasarkan analisis foto udara dari survey drone tanggal 13 Juni 2024, volume kubah barat daya terukur sebesar 2.265.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.362.800 meter kubik.
Pada aktivitas kegempaan tercatat dua kali gempa Awan panas Guguran, 34 kali gempa Vulkanik Dangkal, 128 kali gempa Fase Banyak, dua kali gempa Frekuensi Rendah, 376 kali gempa Guguran, dan 11 kali gempa Tektonik. “Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi,” ungkapnya.
BACA JUGA : Aktivitas Merapi Meningkat, Pelaku Wisata Mulai Siap Siaga
Dari aktivitas yang terjadi tersebut, dapat disimpulkan Gunung Merapi masih berstatus Siaga. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan- barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Top Ten News Harian Jogja Selasa 16 Juni 2026, dari kabel semrawut Jogja hingga harga emas naik dan update Piala Dunia.
ESDM alokasikan Rp5,2 triliun untuk jargas 2027, targetkan 959 ribu sambungan rumah guna tekan impor LPG.
MK target putusan gugatan MBG pada Juli 2026. Sidang dipercepat, jumlah ahli dibatasi demi efisiensi waktu persidangan.
Bank Jateng salurkan bantuan RTLH Rp15 juta per rumah bagi 5 warga Rembang untuk dukung pengentasan kemiskinan.
Harga emas Pegadaian hari ini 16 Juni 2026 naik. Antam Rp2,83 juta/gram, UBS dan Galeri24 ikut menguat. Simak daftar lengkapnya.