Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Foto ilustrasi. Foto pengamatan visual BPPTKG menunjukkan guguran awan panas di Gunung Merapi, Kamis (25/1/2024). - ist/BPPTKG
Harianjogja.com, SLEMAN—Aktivitas erupsi Gunung Merapi masih terus terjadi dengan status Siaga. Dalam sepekan terakhir, teramati sebanyak 93 guguran lava dan satu awan panas dari puncak Gunung Merapi.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, menjelaskan pada minggu ini awan panas guguran terjadi satu kali ke arah barat daya atau hulu Kali Krasak. “Dengan jarak luncur 1.400 meter,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/12/2024).
Kemudian guguran lava teramati sebanyak 84 kali ke arah barat daya atau hulu Kali Bebeng sejauh maksimal 1.800 m, delapan kali ke arah hulu Kali Krasak sejauh maksimal 1.500 meter dan satu kali ke arah barat atau hulu Kali Senowo sejauh maksimal 500 meter. “Suara guguran terdengar satu kali dari Pos Babadan dengan intensitas kecil,” katanya.
Cuaca di sekitar Gunung Merapi dalam sepekan ini umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal, tekanan lemah hingga sedang dan tinggi 400 meter teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada tanggal 5 Desember 2024 pukul 05.30 WIB.
Analisis morfologi dari stasiun kamera Deles 5, Ngepos dan Babadan 2 menunjukkan morfologi kubah barat daya teramati adanya perubahan akibat adanya aktivitas pertumbuhan kubah, guguran lava dan awan panas guguran.
“Untuk morfologi kubah tengah tidak ada perubahan morfologi yang signifikan. Berdasarkan analisis morfologi dari kamera Babadan 2, volume kubah barat daya mengalami pertumbuhan terukur sebesar 3.272.300 meter kubik. Sedangkan untuk kubah tengah tetap, sebesar 2.361.800 meter kubik,” katanya.
BACA JUGA: BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi di Laut Selatan Jabar, Jateng dan DIY
Dalam minggu ini, kegempaan Gunung Merapi mencatat satu kali gempa Awan Panas Guguran, lima kali gempa Vulkanik Dangkal, 900 kali gempa Fase Banyak, satu kali gempa Frekuensi Rendah, 1.513 kali gempa Guguran dan lima kali gempa Tektonik (TT). “Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi,” katanya.
Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 111 mm/jam selama 40 menit di Pos Kaliurang pada 5 Desember 2024. “Dilaporkan adanya penambahan aliran di Kali Boyong dan Kali Gendol,” ungkapnya.
Ia mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Gempa Pacitan Magnitudo 5,6 terasa hingga DIY. Warga Banguntapan Bantul berhamburan keluar rumah, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada.
Truk paket tujuan NTT terbakar di Tol Semarang-Solo. Muatan hangus, diduga akibat as roda patah.
Musim kemarau picu kematian ikan di Bantul. DKP minta pembudidaya waspada dan jaga kualitas air.
Program MBG di Jogja disorot DPRD DIY karena dinilai belum tepat sasaran dan lemah koordinasi. Evaluasi menyeluruh diminta.
Polisi tangkap karyawan rental di Grogol yang mencuri motor pelanggan. Pelaku terancam 5 tahun penjara.