Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Foto ilustrasi. Foto pengamatan visual BPPTKG menunjukkan guguran awan panas di Gunung Merapi, Kamis (25/1/2024). - ist/BPPTKG
Harianjogja.com, SLEMAN—Aktivitas erupsi Gunung Merapi masih terus terjadi dengan status Siaga. Dalam sepekan terakhir, teramati sebanyak 93 guguran lava dan satu awan panas dari puncak Gunung Merapi.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, menjelaskan pada minggu ini awan panas guguran terjadi satu kali ke arah barat daya atau hulu Kali Krasak. “Dengan jarak luncur 1.400 meter,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/12/2024).
Kemudian guguran lava teramati sebanyak 84 kali ke arah barat daya atau hulu Kali Bebeng sejauh maksimal 1.800 m, delapan kali ke arah hulu Kali Krasak sejauh maksimal 1.500 meter dan satu kali ke arah barat atau hulu Kali Senowo sejauh maksimal 500 meter. “Suara guguran terdengar satu kali dari Pos Babadan dengan intensitas kecil,” katanya.
Cuaca di sekitar Gunung Merapi dalam sepekan ini umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal, tekanan lemah hingga sedang dan tinggi 400 meter teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada tanggal 5 Desember 2024 pukul 05.30 WIB.
Analisis morfologi dari stasiun kamera Deles 5, Ngepos dan Babadan 2 menunjukkan morfologi kubah barat daya teramati adanya perubahan akibat adanya aktivitas pertumbuhan kubah, guguran lava dan awan panas guguran.
“Untuk morfologi kubah tengah tidak ada perubahan morfologi yang signifikan. Berdasarkan analisis morfologi dari kamera Babadan 2, volume kubah barat daya mengalami pertumbuhan terukur sebesar 3.272.300 meter kubik. Sedangkan untuk kubah tengah tetap, sebesar 2.361.800 meter kubik,” katanya.
BACA JUGA: BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi di Laut Selatan Jabar, Jateng dan DIY
Dalam minggu ini, kegempaan Gunung Merapi mencatat satu kali gempa Awan Panas Guguran, lima kali gempa Vulkanik Dangkal, 900 kali gempa Fase Banyak, satu kali gempa Frekuensi Rendah, 1.513 kali gempa Guguran dan lima kali gempa Tektonik (TT). “Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi,” katanya.
Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 111 mm/jam selama 40 menit di Pos Kaliurang pada 5 Desember 2024. “Dilaporkan adanya penambahan aliran di Kali Boyong dan Kali Gendol,” ungkapnya.
Ia mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Bermain game berlebihan dapat memicu gangguan tidur, mata lelah, hingga masalah kesehatan mental. Berikut 13 dampaknya.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.