Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Petugas mengamankan 20 pendaki yang melakukan pendakian ilegal di Gunung Merapi, Minggu (13/4/2025) ist/tngm
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY kembali mengingatkan status aktivitas Gunung Merapi saat ini masih Siaga. Masyarakat diminta untuk mematuhi larangan mendaki Gunung Merapi karena potensi bahayanya.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad, menjelaskan Merapi saat ini statusnya masih Siaga dan sementara ada larangan untuk mendaki. “Statusnya memang Siaga Level 3. Itu sudah berlaku selama empat tahun. Karena sampai hari ini, Merapi masih mengeluarkan guguran,” ujarnya, Senin (14/4/2025).
BACA JUGA: Musim Hujan Tingkatkan Risiko Awan Panas dan Lahar di Gunung Merapi
Guguran dari aktivitas erupsi Merapi sebagian besar ke arah barat daya atau ke Kali bebeng. Status dan data aktivitas Merapi setiap hari diinfokan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). “Belum ada peningkatan ataupun penurunan status dari Siaga Level 3,” ungkapnya.
Maka masyarakat pun diminta untuk mematuhi larangan beraktivitas di zona potensi bencana Gunung Merapi, termasuk mendaki. Hal ini juga untuk merespon sejumlah pendaki yang nekat naik Gunung Merapi walau sudah ada larangan, beberapa waktu lalu.
“Jadi harapannya, masyarakat mematuhi larangan-larangan yang sudah ditetapkan oleh instansi yang berwenang terhadap Merapi. Misalnya, kalau dilarang naik ke gunung berapi, ya jangan naik. Harapannya masyarakat atau wisatawan tidak coba-coba beradu nyawa di Merapi,” paparnya.
Terkait pengawasan, untuk wilayah Merapi dilakukan oleh Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM). “Jadi, yang melarang akses ke Merapi itu adalah TNGM. Mereka yang memiliki pos-pos pengawasan di kawasan Merapi,” ungkapnya.
Sedangkan BPBD DIY fokus pada mitigasi bencana. Dalam mitigasi bencana, di sekitar Merapi sudah dibangun sebanyak 278 sabo dam yang merupakan terbanyak di gunung api se-Indonesia. “Kemudian, sudah ada EWS [Early Warning System] yang terpasang di seputar Merapi, yang berasal dari berbagai pihak,” ujarnya.
Daridari Sleman ada 36 unit, dari BPPTKG ada 7 unit, dari Balai Teknik sipil UGM juga ada, dan dari bbwso juga sudah terpasang semua. Jadi, kalau terjadi peningkatan aktivitas Merapi, maka sistem itu akan memberikan peringatan dan dilakukan evakuasi saat itu juga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Kementerian PU menangani kekeringan yang mengancam 141.440 ha sawah melalui pemompaan air dan perbaikan irigasi.
Budi Gunadi Sadikin masuk bursa calon Dirjen WHO bersama lima kandidat lain. Simak profil WHO dan proses pemilihan Dirjen WHO 2027.
Delegasi Indonesia walkout saat Netanyahu berpidato di PBB. Kemlu menyebut aksi itu sebagai solidaritas untuk Palestina dan protes diplomatik.
Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman mengingatkan pentingnya literasi digital agar masyarakat mampu memilah informasi dan terhindar dari hoaks.