Merapi Luncurkan Awan Panas 2 Km Siang Ini, Warga Diminta Waspada

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Rabu, 08 Juli 2026 12:17 WIB
Merapi Luncurkan Awan Panas 2 Km Siang Ini, Warga Diminta Waspada

Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik berupa awan panas guguran pada Rabu (8/7/2026) siang. Ist/bpptkg

Harianjogja.com, JOGJA — Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik berupa awan panas guguran pada Rabu (8/7/2026) siang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.46 WIB dengan arah luncuran ke sektor barat daya.

Berdasarkan informasi dari Badan Geologi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran tersebut memiliki estimasi jarak luncur sejauh 2.000 meter atau 2 kilometer. Sementara itu, amplitudo maksimum tercatat mencapai 48,29 mm dengan durasi sekitar 204,56 detik.

Awan panas guguran tersebut terpantau mengarah ke hulu Kali Boyong, yang merupakan salah satu alur sungai yang berhulu langsung dari puncak Gunung Merapi. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena potensi bahaya dapat meningkat terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai tersebut.

Status Masih Siaga, Warga Diminta Waspada

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Status ini menunjukkan adanya potensi erupsi yang sewaktu-waktu bisa terjadi, sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.

BPPTKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di daerah rawan bahaya, terutama di sekitar alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Kawasan tersebut berpotensi dilalui material vulkanik seperti awan panas, guguran lava, hingga lahar hujan.

Selain itu, warga juga diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi. Informasi terkini mengenai aktivitas Gunung Merapi dapat dipantau melalui kanal resmi BPPTKG maupun instansi terkait lainnya.

Potensi Bahaya Masih Ada

Awan panas guguran merupakan salah satu aktivitas yang sering terjadi pada fase erupsi efusif Gunung Merapi. Fenomena ini terjadi akibat runtuhan material lava pijar dari kubah lava yang berada di puncak gunung.

Dengan masih aktifnya aktivitas vulkanik tersebut, potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas masih dapat terjadi, terutama di sektor selatan dan barat daya Gunung Merapi.

Masyarakat di kawasan rawan bencana diharapkan tetap tenang namun waspada, serta segera menjauh jika terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online