Cuaca Jogja Hari Ini 8 Juli 2026, Semua Wilayah Cerah
Prakiraan cuaca Jogja Rabu 8 Juli 2026 menurut BMKG. Cek suhu, kelembapan, dan potensi hujan di Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo.
Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik berupa awan panas guguran pada Rabu (8/7/2026) siang. Ist/bpptkg
Harianjogja.com, JOGJA — Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik berupa awan panas guguran pada Rabu (8/7/2026) siang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.46 WIB dengan arah luncuran ke sektor barat daya.
Berdasarkan informasi dari Badan Geologi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran tersebut memiliki estimasi jarak luncur sejauh 2.000 meter atau 2 kilometer. Sementara itu, amplitudo maksimum tercatat mencapai 48,29 mm dengan durasi sekitar 204,56 detik.
Awan panas guguran tersebut terpantau mengarah ke hulu Kali Boyong, yang merupakan salah satu alur sungai yang berhulu langsung dari puncak Gunung Merapi. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena potensi bahaya dapat meningkat terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai tersebut.
Status Masih Siaga, Warga Diminta Waspada
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Status ini menunjukkan adanya potensi erupsi yang sewaktu-waktu bisa terjadi, sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.
BPPTKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di daerah rawan bahaya, terutama di sekitar alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Kawasan tersebut berpotensi dilalui material vulkanik seperti awan panas, guguran lava, hingga lahar hujan.
Selain itu, warga juga diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi. Informasi terkini mengenai aktivitas Gunung Merapi dapat dipantau melalui kanal resmi BPPTKG maupun instansi terkait lainnya.
Potensi Bahaya Masih Ada
Awan panas guguran merupakan salah satu aktivitas yang sering terjadi pada fase erupsi efusif Gunung Merapi. Fenomena ini terjadi akibat runtuhan material lava pijar dari kubah lava yang berada di puncak gunung.
Dengan masih aktifnya aktivitas vulkanik tersebut, potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas masih dapat terjadi, terutama di sektor selatan dan barat daya Gunung Merapi.
Masyarakat di kawasan rawan bencana diharapkan tetap tenang namun waspada, serta segera menjauh jika terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prakiraan cuaca Jogja Rabu 8 Juli 2026 menurut BMKG. Cek suhu, kelembapan, dan potensi hujan di Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo.
Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi disambut ratusan pelajar dan warga di Sleman saat menuju Candi Prambanan, Rabu.
BRIN menargetkan Satelit NEO-1 meluncur Januari 2027. Satelit observasi bumi ini memiliki TKDN 65% dan mendukung pemetaan hingga mitigasi bencana.
BKKBN menyebut mayoritas generasi muda Indonesia tetap ingin menikah dan memiliki anak, meski terkendala faktor ekonomi dan perumahan.
Pertamina Patra Niaga memberhentikan awak mobil tangki BBM yang viral merokok saat bertugas karena melanggar prosedur keselamatan HSSE.
Bantuan air bersih mulai disalurkan kepada warga terdampak kekeringan di Gunungkidul oleh BPBD dan kapanewon di sejumlah kalurahan.