FKY 2018, Festival Kesenian yang Meriah dengan Festival Kuliner

Salah satu stan pasar seni produk kreatif di FKY-30 di Planet Pyramid, ramai pengunjung pada malam penutupan FKY-30, Kamis (9/8/2018) malam. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
10 Agustus 2018 09:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) ke-30 yang berlangsung selama 17 hari resmi ditutup, Kamis (9/8/2018) malam di Planet Pyramid, Jalan Parangtritis, Sewon, Bantul. Kegiatan seni dan budaya tahunan itu dari tahun ke tahun kian meriah. Berikut ulasan Harian Jogja, Ujang Hasanudin.

Ishari Sahida sempat pesimis saat hari pertama FKY-30 dibuka hanya mampu menarik pengunjung sekitar 2600an. Padahal setiap pembukaan FKY biasanya mampu menyedot lebih dari lima ribuan pengunjung.

Bahkan saat FKY 2013 lalu yang diselenggarakan di Pasar Ngasem Jogja mampu mendatangkan 5000 pengunjung, melebihi dari kapasitas tempat sekitar 3000an orang.

Namun berlahan tapi pasti pengunjung FKY terus meningkat. Pria yang akrab disapa Ari Wulu yang rutin menjadi panitia FKY sejak 2013 lalu ini mengatakan awal pembukaan FKY tahun ini memang sempat sepi pengunjung karena pembukaan bukan di hari libur.

Selain itu ia menduga karena pengunjung capek harus bolak balik menonton karnaval di Jalan Malioboro pada sore hari kemudian harus ke Bantul malam harinya.

Namun hari kedua dan seterusnya jumlah pengunjung terus meningkat hingga 9000an pengunjung. Bahkan ia memastikan peningkatan pengunjung drastis. "Tingkat keberhasilan FKY tahun ini bisa dibilang 150 persen dibanding tahun lalu baik dari sisi pengunjung dan omset," kata Ari Wulu.

Berdasarkan catatan panitia jumlah kunjungan selama 17 hari, dari tanggal 23 juli- 8 agustus 2018 dengan total jumlah kunjungan 160.472 pengunjung, sehingga rata-rata jumlah kunjungan harian sekitar 9.440 orang per hari.

Total omset 100 stan pasar seni produk kreatif Rp875.348.900, dengan rata-rata omset hariannya Rp51.491.112. Selain pasar seni, stan kuliner yang dikelola pihak Pyramid sebanyak 73 stan juga menghasilkan sekitar Rp1,8 miliar, dengan rata-rata omset harian sekitar Rp107,7 juta.

Ketua Umum FKY-30 Robby Setiawan mengatakan penyelenggaraan FKY-30 juga berdampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar venue seperti empat kantong parkir yang dikelola tiap pedukuhan seperti parkir Akademi Komunitas, Druwo, Pandes, dan Resto Firdaus selama 17 hari total pendapatan mencapai Rp133.923.000.

FKY tahun ini terdapat 20 program yang tersebar di DIY. Ada 1.880 pelaku seni tradisi, 73 perupa dari seluruh kabupaten dan kota se-DIY, 28 seniman sastra dan teater, 35 sineas dalam bioskop FKY dan 2.160 pelaku seni pertunjukan. "Jika ditotal menjadi 4.176 pelaku baik perupa, sineas, dan performer yang tergabung dalam tiap kelompok yang tampil," kata dia.

Ia mengatakan tahun ini FKY telah berhasil melahirkan sebuah festival yaitu Jogjakarta Video Mapping Festival (JVMF) yang terselenggara selama tiga hari pada 2-4 Agustus di sepanjang Malioboro.

JVMF FKY-300 melibatkan seniman video mapping dari Jogja, Surabaya, malang, Bandung dan Jakarta. Bahkan tahun depan JVMF siap menjadi festival mandiri yang harapannya akan terselenggara menjadi salah satu festival tahunan di Jogja.

Selain itu dalam waktu tiga tahun terakhir FKY telah berhasil menampilkan kelompok seni Inggris, Perancis, Jepang, Amerika. "Beberapa kelompok seni dari negara lain sebenarnya ingin bergabung namun terkendala perijinan. Sama seperti delegasi dari provinsi lain, kelompok seni dari negara sahabat tersebut membiayai proyeknya sendiri untuk bisa tampil di FKY," papar Robby.

Sementara itu Kepala Bidang Adat, Seni, dan Tradisi, Dinas Kebudayaan DIY, Setiawan Sahri mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan FKY-30 yang dapat menyedot pengunjung hingga 160.000 lebih pengunjung. Kendati demikian, evaluasi perlu dilakukan agar ke depannya penonton dan partisipasi masyarakat lebih banyak lagi.