Advertisement
Dalam Sehari, Dua Aksi Bunuh Diri Terjadi di Gunungkidul
Ilustrasi Bunuh Diri
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kurang dari 24 jam, dua aksi mengakhiri hidup dengan cara gantung diri terjadi di Gunungkidul. Penyebabnya nyaris sama, yakni depresi akibat masalah keluarga.
Aksi bunuh diri yang pertama dilakukan seorang warga Dusun Pulegundes II, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, bernama Sarno, 50. Dia nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di pohon akasia yang berlokasi di Alas Gunung Joo, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Jumat (7/9/2018).
Advertisement
"Kira-kira jarak antara rumah korban dengan lokasi kejadian sekitar dua kilometer," kata Kapolsek Tepus AKP Mustaqim, Sabtu (8/9/2018) pagi.
Dia menjelaskan peristiwa gantung diri yang dilakukan Sarno diketahui pihak kepolisian sekitar pukul 19.00 WIB. Saat ditemukan, Sarno sudah dalam kondisi tewas tergantung pada seutas tali kampar yang diikatkan di pohon.
BACA JUGA
Sebelum ditemukan tewas, Sarno diketahui telah meninggalkan rumah sejak Jumat pagi. Korban beralasan hendak mencari pakan ternak di ladang. Namun hingga sore tak kunjung pulang. Keluargapun panik dan meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian. Hingga akhirnya diketahui yang mereka cari sudah tak bernyawa.
Merujuk hasil pemeriksaan kepolisian dan petugas medis, tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan. Atas hal itu Mustaqim memastikan jika Sarno tewas bunuh diri.
Mustaqim menduga alasan korban bunuh diri karena masalah rumah tangga. Sebab dari informasi yang diperoleh kepolisian, diketahu jika beberapa hari sebelum kejadian, Sarno cekcok dengan istrinya, Sayuk. Musababnya adalah bunga bugenvil yang berada di halaman rumah pasangan suami istri itu ditebang.
"Dia [Sarno] dimarahi istrinya karena menebang tanaman bugenvil, lalu yang bersangkutan sempat murung dan menyendiri. Jadi kemungkinan itu penyebabnya [gantung diri]," terang Mustaqim.
Selang beberapa jam, aksi bunuh diri dengan cara gantung diri kembali terjadi. Kali ini dilakukan oleh warga Dusun Payak, Desa Sumbergiri, Kecamatan Ponjong bernama Anjar Prasetya, 35. Diduga yang bersangkutan mengalami depresi akibat masalah keluarga.
Kapolsek Ponjong, Kompol Mugiman mengatakan aksi gantung diri yang
dilakukan Anjar terjadi pada Sabtu (8/9/2018).
"Awalnya ada salah satu warga yang sedang membersihkan pekarangan rumah sekitar pukul 05.00 WIB, tiba-tiba dia melihat ada sesosok tubuh tergantung di pohon mangga. Sontak hal itu menbuat warga tersebut panik meminta pertolongan warga lainnya," ucap Mugiman.
Sebagian warga yang datang akhirnya menghubungi Polsek Ponjong. Polisi kemudian datang melakukan evakuasi dan pemeriksaan. "Dari hasil pemeriksaan, tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Jadi nyawa tewasnya korban murni tindakan bunuh diri," jelas Mugiman.
Anjar sendiri diduga melakukan aksi nekat tersebut lantaran depresi akibat masalah keluarga. Pasalnya diketahui selama ini yang bersangkutan tidak mempunyai pekerjaan tetap. Hal inilah yang lantas menjadi masalah rumah tangga baginya. Selain itu korban sempat dua kali membina rumah tangga, tapi seluruhnya berakhir perceraian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








